10 Langkah Pemetaan Uang Bagi Pasangan Baru

Segala mimpi bersama pasangan mulai bisa dilakukan sejak detik pertama Anda dan pasangan sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Mungkin sebelumnya Anda pernah membuat daftar apa saja yang ingin dilakukan ketika sudah sah sebagai suami dan istri. Mulai dari bulan madu di luar pulau, menghabiskan waktu lebih banyak di rumah, memiliki anak, mendidik anak, menyekolahkan anak pada sekolah terbaik, liburan bersama keluarga, menyaksikan anak menamatkan pendidikannya dengan baik, hingga mengantarkannya pada kehidupan baru lewat garis pernikahan. Sungguh mimpi yang indah untuk dinyatakan.

Semua mimpi itu tidak ada yang buruk. Semua impian dan harapan Anda bersama pasangan tidak ada yang aneh. Hanya saja, semuanya akan terasa berat bila Anda tidak mempersiapkannya dari awal, bahkan sebaiknya sebelum pernikahan itu terjadi. Kemudian faktor vital juga kerap kali berhasil menjerumuskan banyak pasangan pada berbagai konflik dan sulutan emosi mengenai masalah finansial. Faktor keuangan merupakan faktor penentu dalam membangun keluarga baru Anda untuk menyokong kebutuhan sehari-hari dalam tujuan mencapai mimpi-mimpi yang ada. Tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan ini selalu membutuhkan uang untuk membantu Anda mendapatkan segala kebutuhan dan keperluan sehari-hari. Untuk membantu Anda dan pasangan dalam menghindari jurang konflik akibat ketidakmampuan dalam mengelola keuangan keluarga, berikut ini merupakan ulasan singkat mengenai langkah-langkah pemetaan uang yang harus dilakukan oleh pengantin baru.

1. Menentukan Waktu yang Tepat untuk Berbicara

Menentukan Waktu Yang Tepat Untuk Berbicara

Menentukan Waktu yang Tepat Untuk Berbicara via midtownmarriageandfamilytherapy.com

 

Pernyataan komprehensif bukan hanya sesuatu yang bisa Anda siapkan sembari Anda menikmati makan malam Anda setelah bekerja sepanjang waktu. Tidak sesederhana itu. Percakapan mengenai uang dan keuangan tidak peduli dengan siapa lawan bicaranya bisa menjadi topik yang membuat orang tidak nyaman. Pilihlah waktu yang tepat ketika Anda ingin membicarakan masalah keuangan, agar satu dengan lainnya bisa saling mendengar dan memahami perspektif masing-masing. Ambil sesuatu yang dapat meringankan suasana hati serta membuatnya menjadi senang. Sehingga baik Anda maupun pasangan tidak terlalu stres membicarakan hal ini.

2. Mendiskusikan Nilai Kehidupan Sehari-hari

Mendiskusikan Nilai Kehidupan Sehari-hari

Mendiskusikan Nilai-nilai Kehidupan via testsworld.net

 

Meskipun tujuan latihan ini untuk menetapkan keuangan, tugas pertama Anda yang harus dilakukan ialah melakukan brainstorming terhadap daftar nilai kehidupan. Keyakinan Anda akan menjadi hal yang mendorong perilaku keuangan Anda. Jika terdapat ketidaksejajaran, Anda bisa megalami masalah intenal dalam hubungan. Mulailah dengan mencatat kata-kata pertama yang Anda pikirkan. Bisa tentang keluarga, teman, pendidikan, atau komunitas. Bahkan pembuka topik ini bisa mengenai campuran beberapa hal di atas. Lakukan hal ini pada diri Anda sendiri terlebih dahulu dengan cara memahami keinginan masing-masing terlebih dahulu sebelum digabungkan dengan keinginan pasangan. Tujuannya agar bisa mencegah kesalahpahaman dan perbedaan pendapat di mana masalah uang yang baru bisa terjadi. Setelah itu baru tetapkan kebutuhan yang jelas.

3. Menentukan Tujuan Finansial Bersama dengan Tepat

  Menentukan Tujuan Finansial

Menentukan Tujuan Finansial Bersama via learnvest.net

 

Sekarang saatnya Anda melakukan prioritas, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Namun agar percakapan ini tidak stuck pada awal pembukaan, Anda perlu menjawab beberapa pertanyaan ini: Apakah Anda akan hidup di kota, atau di desa? Ingin membeli atau menyewa rumah? Negara mana saja yang ingin dikunjungi? Bagaimana dengan karir dan impian masing-masing? Ketika pensiun, apakah semuanya akan terlihat membahagiakan seperti yang sekarang Anda dan pasangan alami?

Diskusi ini dapat mengarahkan Anda untuk dapat mengidentifikasikan beberapa tujuan keuangan yang bisa membantu Anda untuk menggapai mimpi. Bantuan diskusi ini dapat digunakan untuk membuat beberapa anggaran seperti membayar hutang, menabung, kuliah, atau memulai tabungan untuk pendanaan kehidupan anak Anda.

Baca Juga : Pasangan Anda Berbohong Mengenai Keuangan? Ini Solusinya!

4. Mulailah Membuat Daftar Keuangan Sehari-hari

Membuat Daftar Keuangan

Membuat Daftar Keuangan Sehari-hari via expertbeacon.com

 

Anda bebas untuk menulis kalimat sesuai dengan keinginan Anda karena tidak ada yang membatasi. Anda juga bisa menulis dalam bentuk poin atau paragraf. Namun hal yang lebih penting ialah menemukan keseimbangan antara membuat konten yang bisa dilakukan setiap waktu dengan realisasi setiap hari yang bisa dilakukan. Jangan sampai melenceng jauh. Prioritas lain ialah soal meminjamkan dana kepada rekan Anda. Hal ini bisa dimasukkan dalam daftar hal yang harus Anda lakukan, tetapi letakkan pada posisi nomor tertentu yang bukan merupakan prioritas penting. Untuk menjaga keuangan keluarga Anda tetap dalam batas wajar, batasi persentase uang yang bisa Anda pinjamkan kepada rekan sekitar 5% atau 10%.

5. Bagi Tugas Masing-masing

  Bagi Tugas Masing-masing

Bagi Tugas Masing-masing via businesstalk.sg

 

Untuk menghindari kelambatan atau konflik yang tidak perlu, tentukan siapa yang akan mengambil tanggung jawab pada beberapa tugas tertentu dalam mission statement Anda. Hal ini bisa membuat Anda dan pasangan bisa merealisasikan seluruh rencana serta dapat mencapai tujuan yang lebih besar.

6. Jalani dan Ubah Seperlunya

Jalani dan Ubah Seperlunya

Jalani dan Ubah Seperlunya via themarketingnutz.com

 

Setelah Anda menyepakati seluruh draft yang telah dibuat tadi, Anda perlu 'menekan tombol pause'. Maksudnya, meskipun Anda telah mempersiapkan 'proyek' keluarga Anda, Anda perlu menjalani seluruh rencana dengan apa adanya. Tujuannya agar Anda bisa menyadari adanya masalah, kemudian menemukan penyelesaiannya. Setelah beberapa hari, Anda mungkin akan merasa berat pada beberapa kalimat yang Anda buat sendiri, hal ini wajar dan tidak masalah. Tandai saja dengan tinta merah sebagai bentuk perhatian untuk kalimat yang perlu diubah.

Meski adanya perubahan pada catatan tersebut, namun bukan berarti Anda tidak konsisten. Mungkin ada beberapa faktor luar yang mendukung ketidakmampuan Anda sehingga Anda harus mengubah beberapa kaiimat dalam daftar tersebut.

7. Meletakkan Misi-Misi yang Telah Dibuat di Beberapa Tempat Khusus

Meletakan di tempat yang sering dilihat

Tempel Ditempat yang Mudah Terlihat via wordpress.com

 

Anda bisa meletakkan tulisan-tulisan mengenai misi Anda bersama pasangan tadi di depan pintu, di depan lemari, dijadikan sebagai pajangan di kamar, atau dijadikan wallpaper laptop. Sehingga ketika Anda merenungkan sebuah keputusan besar yang harus dibuat dengan pasangan, Anda bisa tahu kemana harus mencari pengingat mengenai apa yang menjadi prioritas. Pada akhirnya, keputusan yang Anda buat tidak melenceng dari daftar keinginan Anda. Tentunya hal ini juga tidak menyeret Anda pada masalah yang lebih besar.

8. Mintalah Bantuan untuk Meletakkan Rencana Anda Menjadi Aksi

Mintalah Bantuan

Mintalah Bantuan Orang Lain via moneycrashers.com

 

Untuk membantu Anda bekerja secara cepat dan efisien, Anda mungkin perlu orang profesional yang terpercaya untuk membantu Anda mengambil nilai-nilai baik menjadi pertimbangan. Kemudian juga membantu Anda dalam memberikan navigasi produk investasi, sehingga Anda bisa mencapai tujuan Anda secara jelas. Bonus dari penggunaan jasa profesional ini adalah Anda dibantu untuk mengidentifikasikan tujuan keuangan yang bahkan tidak pernah terpikirkan ketika Anda menuliskan mission statement Anda bersama pasangan.

9. Saling Bertanggungjawab

Saling Bertanggungjawab

Saling Bertanggungjawab via thebluediamondgallery.com

 

Ketika sudah berjalan pada track menuju pencapaian misi keuangan Anda, penting bagi Anda untuk tetap menyentuh dasar bersama pasangan untuk memastikan bahwa keduanya tetap berpegangan tangan dalam merealisasikan seluruh rencana. Setiap hari ada beberapa jenis pilihan keuangan yang dibuat, jadi Anda perlu memiiki jalur komunikasi yang terbuka untuk agar dapat memilih proses keuangan yang tepat. Anda juga harus lebih teliti dan berhati-hati dengan pasangan. Maksudnya, jika Anda harus mengambil opsi meminjamkan dana kepada rekan, sebaiknya ketahui dulu kondisi keuangan Anda. Jangan terburu-buru meminjamkan jika memang tidak ada. Karena jika Anda tidak meyesuaikan dengan kondisi keuangan Anda sendiri, hal ini bisa semakin memperburuk keadaan keuangan Anda bersama pasangan.

10. Revisi dan Update Seperlunya

  Update

Revisi dan Update via summafidei.com

 

Anda perlu memiliki jadwal khusus untuk rapat kecil bersama pasangan untuk meninjau ulang mission statement yang telah dibuat. Sehingga Anda bisa membandingkannya dengan yang sudah dilakukan. Selama beberapa waktu berjalan, Anda harus menyadari adanya perubahan yang berdampak pada kehiduapan setelah menjalankan hal-hal yang ada pada mission statement. Jika dirasa ternyata ada yang tidak perlu selama ini, sebaiknya Anda perlu merevisi tulisan tersebut. Misalnya saja, kebutuhan Anda dan pasangan mungkin akan berbeda sebelum dan sesudah memiliki anak. Maka di sinilah pentingnya revisi dan update dilakukan.

Baca Juga : 12 Cara Menjadi Kaya Dengan Menghemat Anggaran Rumah Tangga

Komitmen  

Jalani semua langkah dengan serius dan disiplin bersama pasangan Anda. Jangan mudah dirayu dengan hal-hal yang tidak menguntungkan dan hanya untuk kesenangan sesaat saja. Jika Anda bisa menjalankan semuanya dengan baik, dan komitmen dengan apa yang telah disepakati maka tidak mustahil keuangan keluarga Anda akan aman dan stabil. Semoga seluruh tips di atas bisa membantu. Selamat mencoba!

Baca Juga : Mau Keluarga Harmonis? Ini 12 Tips untuk Dicoba