11 Kebiasaan Boros yang Harus Anda Ditinggalkan

Banyak orang susah hidup hemat akibat kebiasaan buruk yang tak kunjung segera diatasi. Apakah saat ini Anda mengalami pengeluaran lebih besar ketimbang pendapatan? Coba perhatikan pos-pos mana saja yang paling banyak menguras biaya sebagai dampak negatif dari hidup boros tanpa perhitungan.

Demi menekan pengeluaran bulanan dan memperoleh banyak uang sisa untuk menabung dan berinvestasi, setidaknya kenali tujuh kebiasaan boros yang harus ditinggalkan berikut ini.

1. Boros Listrik dan Air

  Boros Air

Boros Air via electroluxgroup.com

 

Menekan biaya pengeluaran bulanan dimulai dari menghilangkan kebiasaan buruk selama di rumah. Matikan perangkat elektronik ketika tak lagi dipakai seperti AC dan TV, begitu pula matikan lampu di siang hari atau saat rumah kosong. Jangan meremehkan biaya listrik, karena sudah beberapa kali PLN menaikkan tarif yang semakin membebani. Dan ingat, saat ini semakin banyak perangkat elektronik yang memberi kemudahan dan kenyamanan membutuhkan konsumsi daya listrik yang besar.

Mulai terapkan motto 'hemat energi, hemat listrik' di rumah. Selain mematikan lampu di siang hari, pertimbangkan untuk mengganti lampu lama dengan jenis LED yang terbukti jauh lebih rendah konsumsi listrik. Jika ingin beli peralatan elektronik baru, pilih yang tidak boros energi listrik.

Selain hemat listrik, perhatikan juga pemakaian air. Jangan biarkan keran air terus terbuka selama berjam-jam, mandi dengan shower jauh lebih hemat ketimbang menampung air di bak mandi. Meskipun sepele, pos listrik, dan air sangat membebani jika pemakaian tidak terkendali.

2. Boros Bensin 

Boros Bensin

Boros Bensin via carmudi.pk

 

Pergi jalan-jalan naik sepeda motor atau mobil memang seru dan menyenangkan. Boleh saja menikmati petualangan berkendara, asalkan seminggu sekali sudah lebih dari cukup. Meski harga per liter BBM di Indonesia tidak semahal luar negeri, pemakaian tidak terkendali justru bisa berakhir dengan pemborosan. Banyak cara menekan pengeluaran BBM, entah itu berkendara sesuai tujuan, naik motor ketimbang mobil ataupun beralih naik sepeda dan jalan kaki.

3. Gaya Hidup Online

Bermain Game Online

Bermain Game Online via unggah.net

 

Seiring kemajuan teknologi internet, semakin banyak orang mengikuti tren gaya hidup online. Mencari hiburan semakin mudah dan menyenangkan, nonton film cukup mengunjungi situs Amazon atau Netflix. Sedangkan mengunduh lagu resmi bisa via iTunes atau sejenisnya.

Gaya hidup online semakin lengkap dengan kehadiran aplikasi game online di perangkat smartphone. Kini makin banyak orang yang meluangkan waktu untuk main game, bahkan tak segan membeli sejumlah perangkat game demi memuaskan hobi mereka. Inilah salah satu kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan.

Jangan sampai terjebak gaya hidup online tak terkendali, apalagi ada dua beban yang harus dibayar yaitu biaya internet dan biaya tambahan (langganan situs dan game). Meski hiburan ini menyenangkan, namun tak boleh sampai terbawa arus negatif.

Baca Juga : 10 Cara Menghemat Kuota Internet yang Ampuh

4. Pergi ke Gym

Pergi ke Gym

Pergi ke Gym via wisegeek.com

 

Banyak orang mendambakan bentuk tubuh ideal sehingga ikut mendaftar ke pusat kebugaran alias gym. Sayangnya, mereka justru menyerah di tengah jalan dan tak lagi rutin datang. Jika tak fokus dan hanya sekedar gaya-gayaan, lebih baik tak usah mendaftar dan menghentikan keanggotaan. Olahraga masih bisa dilakukan tanpa harus datang ke gym, entah itu berlari, main sepakbola dan masih banyak lagi.

5. Pengeluaran Tidak Perlu

  Pengeluaran yang tidak perlu

Pengeluaran yang tidak perlu via staticflickr.com

 

Demi menjaga gaya hidup modern, banyak orang rela merogoh uang untuk keperluan yang sebenarnya tak perlu, entah itu perawatan salon, cuci sepeda motor atau mobil di salon kendaraan, terapi kecantikan hingga TV kabel. Hapus salah satu fasilitas yang paling membebani pengeluaran bulanan dan jarang dipakai.

6. Jajan

Jajan

Jajanan Pasar via beritadaerah.co.id

 

Semakin banyak tempat nongkrong bermunculan yang menawarkan makanan, minuman dan jajanan yang menggoda selera. Sebaiknya tahan nafsu makan, jangan terlalu sering jajan atau beli makanan di luar rumah. Selain tak baik dari segi kesehatan, harganya lebih mahal dan menguras pengeluaran.

Lebih murah dan sehat masak sendiri di rumah. Kalau sekedar seminggu sekali boleh Anda lakukan untuk refresing dan menjaga keharmonisan dalam keluarga, misalnya di acara malam minggu.

7. Merokok

Berhenti Merokok

Berhenti Merokok via nocamels.com

 

Merokok tidak beri manfaat apapun bagi kesehatan tubuh, oleh karena itu cobalah menghentikan kebiasaan buruk ini. Harga sebungkus rokok mungkin tidak terlalu mahal, namun apa jadinya kalau habis lebih dari 20 bungkus dalam sebulan? Jika sebungkus harganya Rp20.000, maka hitung sendiri pengeluaran untuk rokok. Itu belum termasuk biaya kesehatan atas dampak asap rokok di masa depan.

Perokok pemula biasanya hanya sebatang sehari, namun bagi pecandu bisa sebungkus per hari. Coba Anda hitung biaya pemborosan yang Anda lakukan dengan merokok tersebut. Misalkan harga sebatang rokok Rp1.500. Sebulan artinya 1x1500x30(hari) = 45 ribu, sedangkan jika Anda pecandu rokok dengan sebungkus habis dalam sehari, maka setidaknya 12x1500x30 (hari) = 540 ribu harus Anda keluarkan dalam sebulan. Dengan jumlah sebanyak itu, berapa banyak uang yang bisa Anda simpan dalam setahun, jika Anda berhenti merokok.

8. Salah dalam Menjalankan Rencana Keuangan 

Rencana Keuangan yang Salah

Menjalankan Rencana Keuangan via photobucket.com

 

Dalam membuat rencana keuangan, beberapa poin yang perlu dibuat adalah tabungan, investasi, serta proteksi. Khusus investasi dan asuransi Anda  perlu lebih hati-hati dan memiliki bekal pengetahuan yang tepat. Untuk investasi prinsip high return high risk perlu dipahami dengan baik. Pemborosan biasanya terjadi pada model investasi dan asuransi dalam bentuk unit link. Sedangkan untuk asuransi, pemborosan kadang terjadi pada pengambilan produk yang sebenarnya Anda belum perlu, misalnya asuransi rawat jalan dari maskapai asuransi swasta. Bukankah rawat jalan sebenarnya bisa Anda biayai dengan dana sendiri atau BPJS misalnya. Namanya  juga rawat jalan, tentu biaya yang dikeluarkan tidaklah terlalu besar.

9. Hobi Nongkrong dan Beli Kopi di Cafe

Nongkrong di Cafe

Beli Kopi di Cafe via huffpost.com

 

Gaya hidup gaul anak muda saat ini adalah sering menghabiskan waktu nongkrong di cafe. Kebiasaan minum kopi atau teh pada sebuah coffee shop atau kafe menjadi hiburan di tengah rutinitas setelah bekerja seharian. Namun membeli minuman atau makanan dari coffee shop dapat menjadi kebiasaan yang mahal.

10. Suka Kuliner dan Sering Makan di Restoran

Suka Kuliner

Suka Kuliner dan Makan di Restoran via wordpress.com

 

Hobi kuliner tanpa terasa sebenarnya cukup menguras uang Anda. Sangat mudah sekali untuk pergi restoran favorit atau sekedar memesan makan ketika Anda sedang sibuk dan tidak punya waktu untuk memasak. Perlu diingat, meski Anda makan di luar atau di restoran yang tidak terlalu mahal namun karena terlalu sering akan menambah beban anggaran yang harus dikeluarkan.

11. Sering Perawatan Kuku di Salon

Sering Perawatan Kuku di Salon

Sering Perawatan Kuku di Salon via wordpress.com

 

Kebiasaan ini termasuk mahal. Untuk sekedar membuat kuku yang indah dan rapi, maka perlu merawat kuku Anda dengan biaya yang relatif mahal karena harus membeli aksesoris dan mengikuti beberapa perawatan sehingga kuku Anda terlihat indah.

Baca Juga : 12 Cara Menjadi Kaya Dengan Menghemat Anggaran Rumah Tangga

Disiplin Dalam Mengelola Keuangan

Dengan membiasakan diri hidup hemat dan meninggalkan kebiasaan boros di atas, maka Anda akan semakin mudah dalam mengelola keuangan. Tidak hanya itu disiplin diri dalam hal mengontrol pengelolaan keuangan juga sangat dibutuhkan dalam membentuk kebiasaan hidup hemat. Untuk itu tegaslah pada diri Anda, dan mulailah dari sekarang.

Baca Juga : 8 Cara Cermat Mengatur Gaji Bulanan