17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes ‘30 under 30 Asia' Siapa saja Mereka?

Forbes kembali lagi merilis ’30 under 30’ tingkat Asia dengan kategori pengusaha pada edisi 02 April 2019. Majalah asal Amerika Serikat ini telah menyaring para pemuda yang sukses membangun bisnisnya dari 23 negara dengan ruang lingkup 10 bidang industri. Bangganya, ada 17 pengusaha muda asal Indonesia yang disebut-sebut masuk dalam daftar kategori tersebut. Siapa saja mereka?

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Amanda Cole, Founder Sayurbox

View this post on Instagram

A post shared by @omandacole on

Sayurbox merupakan sebuah platform sumber dan distribusi untuk sayuran dan buah segar. Pendirinya adalah seorang wanita muda yang rela mengundurkan diri dari pekerjaanya hanya untuk mewujudkan cita-citanya di pertanian, yaitu Amanda Cole.

Wanita cantik yang berusia 28 tahun ini berhasil membangun Sayurbox hingga memiliki pelanggan hingga 50 ribu dan dalam sehari Sayurbox mengirim sayur dan buah mencapai 1.000 pengiriman. Untuk kelancaran bisnisnya tersebut, Amanda yang pernah menyabet juara startup “Seedstars Jakarta” mengajak kerja sama dengan 300 perkebunan.

2. James Prananto, Cofounder Kopi Kenangan

Makin tingginya konsumen kopi dimanfaatkan banyak orang yang mendirikan kedai kopi-kopi kekinian dengan brand yang unik, salah satunya Kopi Kenangan. Ya, brand kopi yang identik dengan masa lalu ini didirakan oleh dua pria muda bernama James Prananto dan Edward Tirtanata. Meski baru berjalan satu tahun, tapi Kopi Kenangan ini mampu memiliki target untuk penambahan gerai yang mencapai 300 gerai dengan penjualan cangkir kopi yang setiap bulannya mencapai 3 juta.

3. Windy Natriavi, Cofounder Awantunai

View this post on Instagram

A post shared by Windy Sastroprawiro (@windynatriavi) on

Pinjaman online atau pinjol di fintech p2p lending memang lagi tren di masyarakat. Sebab, fintech tersebut sangat membantu keuangan para nasabahnya baik keperluan biaya yang mendadak atau untuk modal usaha.

Sebut saja Awantunai yang merupakan salah satu fintech p2p lending yang terdaftar di OJK. Awantunai ini dirintis Windy Natriavi pada 2017 dengan mengunggulkan pelayanan pinjam meminjam untuk modal usaha bagi pedagang mikro dan bagi calon nasabah yang tidak memiliki rekening bank. Dua tahun berjalan, kini Awantunai sudah menyalurkan sejumlah biaya kepada 3 ribu pedagang mikro.

4. Hendri Kwik, Jefriyanto dan Ricky Winata, Cofounder Payfazz

Pada umumnya fitech pinjaman online hanya menerima nasabah yang memiliki rekening pribadi saja, lalu bagaimana dengan masyarakat kecil yang tidak memiliki rekening tapi butuh dana pinjaman? Tidak perlu khawatir, sebab ada Payfazz yang didirikan oleh Hendra Kwik, Jefriyanto dan Ricky Winata. Payfazz sengaja dibuat dan diluncurkan pada 2016 sebagai pihak penghubung antara masyarakat yang tidak memiliki jaringan ke bank dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.

5. Haryanto Tanjo, Cofounder Moka

Sekarang, sudah banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usahanya. Aksesnya pun sangat mudah hanya dengan menggunakan smartphone atau tablet saja.

Salah satu aplikasi tersebut adalah Moka. Aplikasi yang dirilis pada Agustus 2015 ini merupakan startup Indonesia yang didirkan oleh dua pria muda, Haryanto Tanjo dan Grady Laksmono. Banyak kegunaan yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM, melihat riwayat transaksi, bisa melakukan pembayaran lewat cash, kartu kredit, dan e-wallet, mencetak struk, dan sebagainya.

6. Gitta Amelia, Founder EverHaus

View this post on Instagram

A post shared by gi amelia (@gi_amelia) on

EverHaus merupakan sebuah perusahaan yang bergelut di bidang modal ventura. Awalnya, perusahaan yang didirikan Gitta Amelia pada 2017 berjalan dengan modal awalnya sekitar USD5 juta atau sama dengan Rp70 miliar dan hanya berfokus pada Indonesia saja.

7. Angky William, Cofounder Stoqo

Sebelumnya, Angky William adalah seorang insinyur di Amazon. Namun, setelah dirinya memutuskan untuk keluar, Angky mendirikan sebuah teknologi multi platform yang bisa diakses pelanggan untuk gerai makanan dan minuman ringan, mendapatkan bahan-bahan segar dan harga bersaing. Aplikasi tersebut diberinama Stoqo. Saat ini aplikasi tersebut sudah memiliki pelanggan di Indonesia hingga puluhan ribu.

8. Aruna Harsa, Cofounder Dekoruma

Sekarang ini kamu tidak perlu bingung lagi kalau mau merenovasi ruang tamu, tidur, dapur dan sebagainya. Sebab, kamu hanya tinggal mengakses sebuah platform dekorasi rumah yang akan menjadi perantara kamu dengan para desainer dan vendor interior. Startup yang didirikan oleh Aruna Harsa ini juga terdapat layanan yang memungkinkan para penyedia barang untuk mendistribusikan produknya ke pasaran yang lebih luas.

9. Denica Flesch, Founder SukkhaCitta

Tak sedikit para pengrajin Indonesia yang produksi batik sutra katun memperjuangkan hasil karyanya sendiri, mulai dari pembuatannya hingga penjualan. Dengan adanya SukkhaCitta yang didirikan oleh Denica Flesch ini dapat membantu para pengrajin batik di pedesaan Jawa Tengah. Perusahaan yang bergerak dibidang sosial ini akan memberikan upah kepada pengrajin tersebut dan juga membantu dalam melakukan pemasarannya.

Baca Juga: 7 Peluang Usaha Dengan Modal di Bawah 500 Ribu

10. Agus Bezharie, Harya Putra dan Sofian Hadiwijaya, Cofounder Warung Pintar

View this post on Instagram

A post shared by Sofian Hadiwijaya (@sofianhw) on

Salah satu yang paling kuat mendorong perekonomian Indonesia adalah dunia perdagangan, baik barang ataupun jasa. Peluang ini tentunya diambil oleh ketiga pria muda, Agus Bezharie, Harya Putra dan Sofian Hadiwijaya untuk membuka perusahaan baru yang bergerak dibidang ritel Indonesia Warung Pintar.

11. Archie Carlson dan Sugito Alim, Cofounder StickEarn

StickEarn merupakan perusahaan baru yang didirikan pada 2017 oleh Archie Carlson dan Sugito Alim. Bukan perusahaan fintech, melainkan adtech yaitu perusahaan yang menawarkan antar pengiklan dan pemilik mobil. Hingga saat ini StickEarn sudah melayani 2000 lebih klien dan 17 industri Indonesia dan telah memberikan bayaran kepada 60 ribu pengemudi.

12. Benz Budiman, Cofounder Pomona Technologies

View this post on Instagram

A post shared by bź (@benzbudiman) on

Lagi-lagi perusahaan baru di bidang adtech, yaitu Pomona yang berfokus pada industri FMCG Indonesia. Sejak berdirinya pada 2016 lalu, pengguna Pomna telah mencapai 200 ribu dan didukung banyak investor seperti Capital Data Batas, Prasetia dan masih banyak lagi.

13. Steve Wongsoredjo, Cofounder Nusantara Technology

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Amerika Serikat, Steve Wongsoredjo langsung membangun sebuah perusahaan di Indonesia, yaitu Nusantara Technology. Perusahaan yang dibangunnya tersebut merupakan media digital yang dikhususkan untuk milenial dan startup pemasaran. Saat ini produk yang dimiliki Nusantara Technology ada tiga, yaitu Keepo.me, YuKepo.com dan PlayingViral.

14. Tiffany Robyn Soetikno, Founder PT Global Urban Esensial

PT Global Urban Esensial atau disingkat GUE ini adalah startup yang bergerak di bidang kesehatan digitan. Tujuannya hanya untuk membantu pasien dalam meningkatkan manajemen kesehetahannya sehingga berkembang lebih baik. Seorang pasien bisa memanfaatkan platform yang diciptakan oleh GUE ini, antara lain ada penerbitan kesehatan online, aplikasi seluler pengasuh anak, aplikasi manajemen diabetes dan layanan kesehatan online.

Baca Juga: 8 Peluang Usaha Jajanan Sehat dan Murah

15. Sabrina dan Elena Bensawan, Cofounder Saab Shares

Sabrina dan Elena Bensawan merupakan wanita yang memiliki jiwa sosial tinggi. Hal ini membuat keduanya mendirikan Saab Shares yang diperuntukan anak-anak tidak mampu dan keluarga yang memiliki penghasilan dibawah rata-rata atau cenderung rendah. Jadi, mereka bisa mendaparkan akomodasi, pendidikan dan akses kesehatan.

16. Ellen Nio, Investment Associate Patamar Capital

View this post on Instagram

A post shared by Ellen Nio (@ellennio) on

Salah satu pengusaha muda yang sukses di bidang investasi adalah Ellen Nio. Dia adalah seorang rekanan investor di Patamar capitar dengan setoran dana hampir USD40 juta. Bukan hanya itu saja, Ellen juga banyak melakukan investasi di usaha rintisan dan juga memimpin sebuah platform khusus perempuan yang ingin menjadi ventura capital, yaitu SheVC.

17. Aries Susanti, Atlet Panjat Tebing Indonesia

Bukan sukses karena teknologi buatannya atau usaha kuliner, melainkan sukses dibidang olahraga. Dia adalah Aries Susanti seorang atlet pendaki Indonesia yang menjadi pemanjat tebing yang mendapat juara dunia di IFSC Climbing World Cups di 2017 dan 2018 dan medali emas di Asian Games 2018.

Ambil Peluang Besar untuk Sukses

Hal terpenting menjadi pengusaha sukses bukan melulu soal modal atau bakat sejak lahir dan lainnya, tapi kemampuan diri untuk jeli dalam melihat peluang usaha apa yang akan dijalankan. Lihatlat kondosi disekitarmu dan apa yang sedang dibutuhkan masyarakat. Bila sudah menemukan peluang tersebut, barulah asah kreativitasmu agar peluang tersebut bisa berbuah manis dan mengantarkan kamu jadi pengusaha muda yang sukses.

Baca Juga: Mau Jadi Pengusaha Muda? Ini Bisnis yang Cocok untuk Remaja