3 Kekurangan BPJS Kesehatan dan 3 Cara Siasatinya

BPJS Kesehatan sepertinya tidak sepi dari masalah. Salah satunya masalah yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan. Nasabah mengaku kalau BPJS Kesehatan telah berulang kali memberikan pelayanan buruk dan mempersulit nasabah untuk mendapatkan akses yang optimal.

BPJS Kesehatan juga mulai banyak menuntut dengan alasan yang tidak jelas. Entah apa penyebabnya. Namun, kinerja ini dianggap sangat mengkhawatirkan. Bila tidak segera diperbaiki, popularitas BPJS Kesehatan sendiri bisa rusak dalam beberapa tahun ke depan.

Meskipun sudah mendapat peringatan, beberapa BPJS Kesehatan di daerah tertentu masih menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan. Berikut ini adalah tiga kekurangan BPJS Kesehatan yang masih dirasakan masyarakat sehubungan dengan pelayanan BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Mengenal CoB BPJS Kesehatan dan Manfaatnya

1. Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang Tersedia Belum Sebanding

BPJS Kesehatan Faskes I
Kamar Rumah Sakit via rs-tuguibu. com

Faskes yang ditawarkan kepada pasien ada dua, yaitu Faskes I dan Faskes II. Pasien hanya diperbolehkan untuk memilih satu dari tiap-tiap Faskes sesuai dengan wilayah pasien tinggal. Satu Faskes I dan satu Faskes II.

Kondisi ini tentu saja merugikan. Sebab kalau Faskes I yang berada di wilayah pasien tinggal tidak memuaskan, pasien tidak bisa berobat di Faskes I lainnya, kecuali mengurus kepindahan Faskes.

Lokasi Faskes juga dapat menimbulkan masalah baru. Bayangkan saja jika jarak lokasi Faskes dengan lokasi tempat tinggal pasien sangat jauh, hal ini tentu saja akan memakan waktu berjam-jam. Akibatnya, pasien bisa mendapatkan pelayanan yang tidak memuaskan.

2. Jumlah Faskes Rekanan yang Belum Maksimal

Kamar Rumah Sakit BPJS Kesehatan
Peningkatan Jumlah Faskes Rekanan Diperlukan agar Pasien Tidak Repot

Pasien hanya diperbolehkan untuk mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dirujuk pihak BPJS Kesehatan. Bila rumah sakit tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS, pasien yang mau berobat akan ditolak. Mau tidak mau pasien harus berusaha mencari daftar rumah sakit rekanan demi mendapat pelayanan rumah sakit yang cepat dan memuaskan.

3. Pemberlakuan Rujukan Berjenjang

Sistem Berjenjang BPJS Kesehatan
Ilustrasi Sistem Rujukan Berjenjang via dokter.legawa.com

Kendala terakhir yang paling sering dialami pasien adalah kesulitan untuk mengajukan rujukan ke rumah sakit. Sistem yang diberlakukan BPJS Kesehatan adalah sistem rujukan jenjang tertentu. Pasien yang ingin menikmati fasilitas kesehatan dari rumah sakit harus mendapat surat rujukan terlebih dahulu dari Fasilitas Kesehatan I (Faskes I), seperti puskesmas, dokter keluarga, dan klinik BPJS. Surat rujukan tersebut mendapat pengecualian untuk pasien yang sedang dalam kondisi gawat darurat.

Beruntunglah jika Faskes I sedang tidak sibuk melayani sejuta masyarakat. Bila Faskes I sedang sibuk, pasien yang membutuhkan pertolongan dari pihak rumah sakit pun bisa saja sekarat karena sudah kelamaan menunggu surat rujukan tersebut.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Kekurangan-kekurangan dari BPJS Kesehatan di atas janganlah menghambat Anda untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Ada tiga cara yang bisa Anda gunakan untuk menyiasati kekurangan-kekurangan BPJS Kesehatan di atas. Apa saja itu?

1. Ambil Proteksi dengan Memiliki Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan Murah
Tak Perlu Repot Lagi Cari Asuransi Kesehatan Murah, Buka Saja Cermati.com

Bila fasilitas yang ditawarkan BPJS Kesehatan dirasa tidak maksimal, Anda bisa ambil proteksi dengan memiliki asuransi kesehatan yang tersedia. Ambilah dan daftarkan diri Anda di salah satu asuransi kesehatan untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal dibandingkan pelayanan yang diberikan BPJS kesehatan.

2. Saat BPJS Kenakan Biaya, Gunakanlah Asuransi yang Dimiliki

Asuransi Kesehatan Terbaik
Ilustrasi Gunakan Asuransi Kesehatan

Bila BPJS mengenakan biaya untuk menikmati layanan kesehatan, Anda bisa memanfaatkan asuransi kesehatan swasta untuk menanggung biaya berobat yang dikenakan pihak rumah sakit. Misalnya, biaya peningkatan kualitas kamar atau biaya obat-obatan.

Sebelum menggunakan sistem ini, pastikan kalau asuransi kesehatan swasta sudah terhubung dengan sistem di BPJS sehingga nantinya proses pengajuan klaim pun jadi lebih mudah.

3. Ambil Layanan yang Gunakan Sistem Cash Plan

Asuransi Kesehatan Cash Plan
Bila Perlu, Bayar dengan Metode Cash Plan

Cash plan adalah salah satu metode pembayaran dari pihak asuransi untuk mengganti biaya berobat dengan memberikan uang sebagai biaya berobat setiap harinya. Jumlah cash yang diberikan nantinya sesuai dengan jumlah yang tertera di nota tagihan rumah sakit. Mintalah bukti pembayaran dari rumah sakit agar proses pengajuan klaim ke pihak asuransi bisa lebih mudah.

Baca Juga: Syarat-Syarat Perubahan Data BPJS Kesehatan

Maksimalkan Manfaat Asuransi Kesehatan Swasta

BPJS Kesehatan mungkin jadi alternatif terbaik ketika ingin menikmati pelayanan kesehatan dengan biaya yang cukup terjangkau. Namun, kinerja BPJS Kesehatan yang mulai menurun sebaiknya segera diantisipasi dengan ambil salah satu asuransi kesehatan swasta.

Dengan begitu, Anda dapat menikmati fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dan cepat, terutama untuk kondisi kesehatan yang sedang urgent.

Baca Juga: Cara Beli Kacamata yang Ditanggung BPJS Kesehatan