3 Langkah Mudah Mengatasi Naiknya Cicilan KPR

Sebelum mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Anda wajib mempertimbangkan segala sesuatunya dengan baik. Mengingat, hal tersebut akan menjadi pengeluaran rutin dalam kurun waktu yang panjang. Komponen bunga yang diterapkan dalam KPR adalah salah satu hal yang harus dicermati sejak awal. Sebab hal tersebut secara langsung akan memengaruhi besaran cicilan yang harus dibayarkan kepada bank setiap bulannya.

Dalam KPR, ada dua sistem penerapan bunga yang lazim digunakan, yakni sistem bunga fix dan bunga floating. Kedua sistem tersebut pada umumnya akan dikenakan bank pada cicilan KPR Anda dalam kurun waktu yang berbeda. Karena itu, penting bagi Anda untuk memahami ini sejak awal. Jangan sampai Anda kaget dengan adanya sejumlah kenaikan di dalam cicilan KPR nantinya.

Pada masa awal cicilan, bank biasanya akan menerapkan sistem bunga fix pada cicilan KPR Anda. Besaran bunga ini rata-rata lebih kecil daripada sistem floating. Namun, bunga fix ini pada umumnya hanya berlangsung singkat antara 1-2 tahun pertama. Selanjutnya, bank akan menerapkan bunga floating yang ditetapkan berdasarkan suku bunga acuan yang berlaku pada saat itu.

Bunga floating merupakan bunga mengambang yang ditetapkan berdasarkan pergerakan suku bunga acuan yang berlaku. Biasanya bunga ini akan berjalan sejak masa bunga fix berakhir. Dan akan berlangsung terus hingga masa cicilan tersebut selesai.

Bunga yang mengambang ini tentu akan menjadi masalah tersendiri bagi Anda. Sebab besaran bunga ini jauh di atas bunga fix yang dibayarkan selama 1-2 tahun pertama. Hal ini tentu akan menjadi masalah tersendiri dalam keuangan Anda. Mengingat, jumlahnya tidak tetap dan bisa saja berada di luar perkiraan awal.

Baca Juga: 8 Strategi Miliki Rumah Sebelum Usia 30 Tahun

Kenaikan Bunga Cicilan dan Cara Mengatasinya

Bunga KPR Terbaru

Naiknya Bunga Berpengaruh Terhadap Besaran Cicilan via australiannationalreview.com

Setidaknya terdapat dua alasan mengapa cicilan KPR Anda mengalami kenaikan, yakni:

  • Selama pembayaran cicilan, KPR Anda beralih dari sistem bunga fix ke bunga floating. Jumlah cicilan akan mengalami kenaikan karena sistem bunga fix pada dasarnya menerapkan sejumlah bunga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan bunga floating.
  • Setelah cicilan KPR beralih ke sistem bunga floating, setiap kali terjadi kenaikan suku bunga acuan, cicilan KPR Anda juga akan ikut naik. Hal ini disebabkan bunga floating yang selalu mengacu pada suku bunga acuan yang berlaku.

Kedua hal di atas tentu akan merepotkan Anda. Belum lagi keuangan Anda akan membutuhkan penyesuaian atas berlakunya bunga baru tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, lakukan langkah berikut yang dapat mengantisipasi/mengurangi beban kenaikan bunga KPR Anda.

1. Pilih Bunga Fix Terpanjang

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, bank akan menerapkan bunga fix dalam beberapa periode tertentu, seperti 1 tahun atau 2 tahun. Jika ketetapan dari bank cuma 1 tahun, bunga fix tersebut akan berjalan selama 1 tahun pertama saja. Setelahnya, seperti yang Anda ketahui, besaran cicilan akan tergantung daripada bunga floating.

Tentu akan sangat tepat bila Anda memilih periode terpanjang yang ditawarkan bank. Hal tersebut bisa mengatasi terjadinya kenaikan bunga dan jumlah cicilan KPR Anda. Anda dapat menikmati bunga fix yang rendah selama kurun waktu tersebut.

Sebab kenaikan suku bunga acuan tidak akan memengaruhi besaran cicilan KPR selama periode tersebut. Pada kenyataannya, sebagian besar pengguna KPR akan lebih tertarik untuk mengambil periode terendah yang ditawarkan bank. Sebab biasanya hal ini dibarengi dengan besaran bunga yang lebih rendah juga.

Contoh: Bank menawarkan periode bunga fix selama 1 tahun dan 2 tahun kepada nasabahnya. Periode 1 tahun dikenakan bunga sebesar 8,5%, sedangkan periode 2 tahun sebesar 9%. Dalam kasus seperti ini, nasabah akan mudah tergiur untuk memilih periode rendah dengan bunga yang lebih kecil.

Padahal, jika diteliti lebih jauh, hal ini justru akan meningkatkan pengeluaran pada masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan adanya kewajiban membayar bunga floating yang lebih awal, yakni setelah 1 tahun membayar cicilan dengan bunga fix tersebut.

2. Lakukan Take Over

Take Over KPR

Manfaatkan Fasilitas Take Over untuk Meringankan Cicilan KPR via juangreatleap.com 

Take over adalah tindakan memindahkan KPR Anda ke bank lain yang dianggap dapat memberikan keuntungan bagi Anda. Artinya, pelunasan KPR akan dilakukan bank yang baru tersebut dan kewajiban Anda membayar cicilan berpindah ke bank baru tersebut. Hal ini akan memungkinkan Anda untuk bisa menikmati masa cicilan dengan bunga fix yang lebih panjang dari sebelumnya.

Sebelum melakukan take over, sangat penting bagi Anda untuk memahami berbagai aturan yang diterapkan kedua bank tersebut dengan jelas. Jangan sampai Anda mengalami kerugian akibat adanya kesalahan perhitungan bunga. Bukan hanya itu saja, tindakan ini juga akan membutuhkan sejumlah biaya yang cukup besar sehingga akan sangat baik kalau Anda mengetahui dan mengantisipasinya sejak awal.

3. Gunakan KPR Floating

Hal ini telah diberlakukan beberapa bank besar sehingga Anda bisa mempertimbangkannya sejak awal. Dalam KPR floating, Anda tidak akan dikenakan bunga fix oleh bank. Cicilan KPR yang Anda bayar akan dihitung dengan menyertakan bunga floating sejak awal.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ada sejumlah diskon bunga yang diberikan bank. Besaran bunga tidak akan setinggi bunga floating pada masa pinjaman setelah bunga fix selesai. Di dalam sistem floating ini, Anda akan mendapatkan diskon bunga rata-rata sebesar 2%. Diskon tersebut akan berlaku tetap hingga masa cicilan KPR selesai. Cukup menguntungkan, bukan?

Baca Juga: Tips Membeli Rumah Pertama

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Atasi dengan Tepat Sejak Awal

Menggunakan KPR untuk membeli rumah tentu akan sangat membantu Anda untuk mendapatkan rumah. Namun, hal ini harus dilakukan dengan penuh pertimbangan dan perhitungan yang matang.

Pahami sejak awal sistem penerapan bunga yang dilakukan bank sehingga Anda bisa memilih dan mengatasi hal tersebut dengan tepat sejak awal. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah dan nyaman dalam melakukan pelunasan cicilan KPR Anda tersebut.

Baca Juga: Kredit Multiguna : Keunggulan dan Jenis-Jenisnya