3 Risiko Mengintai di Balik Tarik Tunai Kartu Kredit

Kartu kredit merupakan salah satu produk perbankan yang paling banyak diminati. Jika kamu termasuk pengguna kartu kredit, pasti sering menikmati manfaat alat pembayaran yang satu ini. Praktis dan mudah digunakan, wajar saja jika angka pengguna kartu kredit terus bertambah.

Kartu kredit yang sering disebut kartu sakti ini memberikan banyak keuntungan dalam bertransaksi, termasuk untuk berbelanja. Lalu, bagaimana ketika kartu kredit digesek yang sejatinya kamu berutang, malah digunakan untuk tarik tunai?

Fasilitas tarik tunai kartu kredit memang sangat menggiurkan. Caranya juga mudah, tinggal pergi ke mesin ATM, bisa langsung tarik tunai pakai kartu kredit. Jadi tidak perlu syarat macam-macam mengajukan pinjaman ke bank. Meski bank menetapkan batasan atau limit penarikan, namun kalau tidak mendesak sekali, sebaiknya tarik tunai kartu kredit dihindari karena beberapa risiko ini.

Baca Juga: Keuangan Makin Hemat Pakai Kartu Kredit, Cermati Promo Kartu Kredit Terbaru 2019

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Bunga dan biaya yang besar

Bunga Pinjaman
Bunga dan biaya besar

Berbeda dengan menggesek kartu kredit saat transaksi belanja, bila kamu tarik tunai akan dikenakan bunga dan biaya administrasi cukup besar. Semakin besar nilai tarik tunai, semakin besar pula tagihan akibat biaya dan bunga. Bunga yang dibebankan untuk tarik tunai jauh lebih tinggi dibanding bunga transaksi belanja. Selisihnya bisa mencapai 0,5% sampai 2%, tergantung kebijakan bank penerbit kartu kredit. Sementara biaya tarik tunai kartu kredit biasanya dikenakan sebesar 4%, bahkan ada yang mencapai Rp50.000. Biaya itu dibebankan langsung saat penarikan.

Baca Juga: 10 Keuntungan Utama Memiliki Kartu Kredit

2. Kredit macet sampai risiko pencucian uang

Kartu kredit
Kredit macet sampai risiko pencucian uang

Untuk menghindari biaya administrasi yang tinggi saat tarik tunai di ATM, ada pengguna kartu kredit yang mengakalinya menggesek tunai di merchant. Jadi seolah-olah pengguna berbelanja di merchant, namun yang diperoleh bukan barang melainkan uang tunai. Kegiatan tarik tunai kartu kredit di merchant ini sudah dilarang oleh Bank Indonesia karena dapat menjerat pengguna kartu kredit dalam pinjaman yang semakin besar. Buntutnya bisa menjadi kredit bermasalah atau kredit macet.

Selain itu, praktik tarik tunai kartu kredit di merchant sangat rentan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk pencurian dan penyalahgunaan data, pembobolan, hingga kegiatan pencucian uang. Hal ini tentu saja bisa menyeret kamu pada kerugian besar.  

3. Skor kredit memburuk

Skor kredit memburuk
Skor kredit memburuk

Tarik tunai kartu kredit bisa jadi kebiasaan yang sulit dihentikan lho. Apalagi sifatnya hanya untuk konsumtif. Tagihan akan menumpuk bila terus melakukan tarik tunai kartu kredit. Konsekuensinya tagihan itu harus dibayar penuh setiap bulannya. Jika tidak, utang akan menggunung karena bunganya makin subur. Akibatnya skor kredit kamu memburuk di mata perbankan. Kondisi tersebut akan berimbas pada diri kamu, seperti tidak bisa mendapatkan kartu kredit dari bank lain, sampai tidak bisa mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR).

Bila kondisi ini berulang, tak bisa melunasi tagihan kartu kredit termasuk untuk penarikan tunai, maka akan berakhir dengan kredit macet. Selain ini merugikan pihak bank, kemungkinan besar kamu pun akan masuk daftar hitam atau di blacklist oleh Bank Indonesia. Yang lebih pahit lagi, kamu tidak akan dapat mengajukan atau mengakses layanan perbankan dalam bentuk kredit di perbankan.

Hindari Jika Tidak Terlalu Mendesak

Fasilitas tarik tunai kartu kredit menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan dana segar dengan mudah dan cepat. Namun siapa sangka punya risiko yang begitu besar. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari penggunaan tarik tunai kartu kredit jika uangnya tidak digunakan untuk kebutuhan mendesak. Kecuali sakit, harus dirawat di rumah sakit, namun tidak punya dana darurat, tarik tunai kartu kredit bisa menjadi solusi. Asal setelah itu, dilunasi ya tagihan kartu kreditnya.  

Baca Juga: Tips Apply Kartu Kredit Bagi Pemula