4 Strategi Jitu untuk Menyikapi Biaya Mahal Rumah Sakit

Menjaga kesehatan memang penting dan harus dilakukan sejak dini. Hidup sehat akan membuat kinerja kita lebih produktif dan membuat pikiran kita jauh dari stres. Saat keadaan tubuh sedang melemah, dan pikiran kita juga sedang stres, akan mudah sekali menimbulkan gejala penyakit lain, yang akhirnya harus membawa kita ke tempat yang lebih aman dan dianggap lebih sehat, yaitu rumah sakit.

Sakit bisa menyerang kita kapan saja. Namun, seberapa parah penyakit tersebut menimpa kita, itu diakibatkan oleh pola hidup kita sendiri. Saat masuk ke rumah sakit, tentunya kita mengharapkan kondisi tubuh menjadi pulih kembali. Namun, untuk bisa sembuh, kita memerlukan check-up secara rutin, juga membeli beberapa obat dengan harga yang tidak murah. Apalagi jika sakit yang kita derita adalah sakit yang parah, biaya pengobatan bisa lebih mahal.

Ada sebagian gejala penyakit yang pengobatannya masih bisa dilakukan sendiri atau di rumah, yang tentu lebih hemat. Namun, untuk sakit yang cukup parah, berikut ini empat strategi untuk menyikapi biayanya yang cukup mahal:

1. Siapkan dana darurat

Pakar keuangan Prita Ghozie menyatakan bahwa dana darurat ini tidak hanya penting untuk kebutuhan mendadak. Dana tersebut berperan sebagai penyambung hidup saat sesuatu yang buruk terjadi.

Salah satunya adalah menderita gejala sakit yang parah dan memerlukan banyak biaya. Besarnya dana darurat yang harus Anda miliki umumnya berbeda setiap orang. Rata-rata dana darurat untuk seseorang yang sudah berkeluarga adalah 8-12 kali pengeluaran rutin bulanan.