4 Tips Mengelola Keuangan Untuk Masa Pensiun

Usia muda, selain untuk hura-hura mencari identitas diri, ada baiknya Anda ingat bahwa tak selamanya Anda bisa produktif. Saat muda kita memang punya banyak waktu dan tenaga untuk melakukan beragam pekerjaan demi mencari penghasilan sebanyak-banyaknya. Namun ingat, waktu jugalah yang nanti akan menjadi pembatas produktifitas Anda. Selain harus giat mengerjakan pekerjaan selama muda, masa muda juga hendaknya dimanfaatkan untuk mengumpulkan dana pensiun.

Haruskah Anda mengumpulkan dana pensiun saat masih muda? Mengapa harus sejak awal Anda persiapkan dana pensiun? Sejak awal Anda harus mulai persiapan dana pensiun karena Anda tentu ingin pensiun dengan nyaman. Tantangan yang ada saat ini adalah ingin pensiun muda kaya raya namun tidak tahu caranya.

Berikut 4 Tips Cermat Kelola Uang untuk Masa Pensiun berikut ini yang bisa Anda coba:

1. Paksakan diri Anda untuk Menabung dan Berinvestasi

  Investasi

Investasi via suc7.com

 

Banyak kasus gaji itu hanya bertahan di pertengahan bulan saja. Memang, betapa senang saat Anda menerima gaji di awal bulan. Namun ingat, nominal gaji tersebut harus disisihkan untuk kebutuhan hidup, baik yang rutin seperti membayar cicilan, membayar asuransi atau biaya hidup lainnya yang masuk dalam rencana keuangan Anda. Mulai sekarang, setelah menyisihkan gaji untuk kebutuhan, jangan lupa juga untuk menyisihkan gaji demi menabung. Menabung memang susah saat Anda masih muda, namun cobalah untuk menjadikannya prioritas setelah memenuhi kebutuhan utama.

Selain menabung, ada baiknya Anda mencoba untuk berinvestasi. Investasi adalah salah satu solusi untuk memperoleh pendapatan secara pasif. Bedanya dengan tabungan adalah jika investasi ada risiko didalamnya. Menyisihkan sebagian tabungan untuk memulai investasi yang aman adalah pilihan yang sangat cerdas. Dalam prinsip investasi berlaku makin tinggi imbal balik, makin besar risiko. Jadi berhati-hatilah dalam berinvestasi.

Baca Juga : Menyiapkan Dana Pensiun Dengan Lembaga Keuangan? Cek Ini Dulu

2. Buat Rencana Keuangan, Kontrol Pengeluaran Secara Efektif

Financial Diagram

Rencana Keuangan Dalam Bentuk Diagram via wordpress.com

 

Rencana keuangan sebenarnya sederhana, hanya memuat pendapatan dan pengeluaran serta proyeksi nominal harta yang ingin diraih pada suatu periode. Bisa dibuat dalam bentuk jangka pendek 1 tahun, jangka menengah 5 tahun atau jangka panjang di atas 10 tahun. Apapun modelnya hal pertama yang harus dilakukan adalah Buatlah Rincian Biaya Pengeluaran.

Seringkali kita menyepelekan hal ini. Biaya pengeluaran yang tidak dicatat seringkali membuat kita lupa diri dan akhirnya menguras tabungan atau gaji di akhir bulan. Solusinya, siapkan segala catatan untuk membuat perincian biaya pengeluaran. Apakah Anda sadar, misalnya saja kalau kita menghabiskan uang senilai Rp40 ribu untuk biaya makan siang berarti kita menghabiskan Rp200 ribu dalam seminggu? Ini bukan berarti Anda tidak boleh sesekali makan mewah, namun pikirkan juga tujuan yang kira-kira nanti akan menghasilkan. Misalnya bertemu dengan teman lama yang sudah sukses sehingga ada potensi Anda diajak berpartner dengannya.

Di luar itu sebaiknya Anda berhemat. Nilai di atas tentu akan bertambah besar jika kita akumulasikan dalam kurun waktu setahun. Padahal untuk menghemat pengeluaran tersebut, kita bisa misalnya membawa bekal makan siang atau membeli makan siang dengan harga yang lebih terjangkau. Ternyata dari hal-hal kecillah kita bisa berhemat dan membuat keuangan menjadi lebih stabil.

3. Jangan Tunggu Rencana Sempurna, Harus Dimulai dari Sekarang!

Mulai Dari Sekarang

Mulai Dari Sekarang via successful-blog.com

 

Ada juga tipe orang yang jago membuat perencanaan, namun tak kunjung dikerjakan. Kebiasaan untuk berhemat dan menabung tidak akan pernah tercapai kalau kita terus menunda untuk melakukannya. Jangan terlalu berandai-andai dengan rencana tanpa eksekusi. Alangkah baiknya kalau kebiasaan menabung dimulai dari sekarang juga. Jika susah dilakukan mintalah bantuan dari pihak perencana keuangan atau orang-orang yang sudah berpengalaman mengatur keuangan untuk membantu kita melakukan penghematan. Perencana keuangan tersebut sebenarnya paling mudah masuk dalam mind set Anda adalah teman atau keluarga sendiri. Setidaknya, pastikan minimal ada 3% hingga 10% penghasilan yang ditabung setiap bulan untuk persiapan dana pensiun.

Lalu bagaimana kita menyiapkan dana pensiun tersebut? Apakah cukup dengan tabungan dan investasi? Tabungan hanya cocok untuk dana darurat, jika tujuannya untuk persiapan dana pensiun, maka solusinya adalah investasi. Banyak orang gagal untuk berinvestasi hanya karena mereka serakah, mudah tertipu bujuk rayu investasi dengan imbal balik di luar kewajaran, atau tidak sabar dalam mengikuti tahapan investasi yang benar. Apapun itu investasi tetap merupakan langkah yang harus dilakukan untuk persiapan dana pensiun.

Untuk persiapan jangka panjang, banyak pakar keuangan memberi saran untuk investasi di reksa dana. Ada beberapa jenis reksa dana sesuai dengan profil risiko mulai dari reksa dana saham, campuran, dan pendapatan tetap.

4. Segera Lunasi Hutang dan Jangan Lupa Menyiapkan Dana Darurat

Lunasi Hutang

Lunasi Hutang via dailygenius.com

 

Hidup tanpa utang sepertinya sudah mulai jarang ditemukan. Apapun bentuknya hutang seolah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Salah satunya dalam bentuk kartu kredit. Hutang yang tidak terkontrol bisa menjadi bagian dari kecerobohan finansial kita di masa lalu dan pastinya akan membuat kita harus mengangsur utang di masa kini. Kalau kita memiliki utang, alangkah baiknya bila kita segera melunasi utang tersebut. Utang yang bunganya besar akan menggerogoti pendapatan kita secara teratur. Jadi, tidak ada salahnya melunasi utang bila kita sedang memiliki pendapatan berlebih.

kalaupun harus berutang, ambillah utang positif. Artinya utang tersebut untuk usaha produktif yang akan menghasilkan pendapatan melebihi bunga utang itu sendiri. Itu baru cara cerdas dalam berutang. Jangan lupa, untuk dana darurat, siapkan tabungan dan ikut program asuransi untuk melindungi diri dari kondisi darurat yang bisa saja muncul tanpa kita prediksi sebelumnya. Misalkan,  seorang lajang harus memiliki simpanan dana darurat sebesar 3 kali gaji bulanan. Sementara bagi kita yang sudah berkeluarga, nominalnya justru lebih besar yaitu mencapai 6 kali gaji bulanan. Dana darurat akan menjadi penyelamat kita saat kondisi keuangan kita sedang memburuk. Sedangkan dalam konteks perencanaan pensiun, selain tabungan darurat, sebagai anak muda Anda harus mulai memiliki investasi, melindunginya dengan paket asuransi.

Baca Juga : Tabungan Pensiun, Seberapa Pentingkah Bagi Anda?

Komitmen dan Disiplin

Beberapa tips di atas dapat membantu Anda dalam menyiapkan dana pensiun selagi muda, namun yang terpenting adalah tuliskan semua dalam sebuah  perencanaan pensiun serta lakukan dengan penuh komitmen tinggi dan disiplin.

Baca Juga : Dana Pensiun: Bagaimana Menyiapkannya Lewat Investasi?