5 Fakta GoJek Dalam Membangun Perekonomian Masyarakat

GoJek merupakan layanan ojek yang berbasis dengan teknologi. Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, transportasi ojek ini dapat dipesan melalui online bisa dari smartphone yang Anda miliki. Dengan kemudahan inilah, banyak orang memilih jasa yang satu ini sehingga pendapatan GoJek pun makin hari makin menggiurkan. Dilansir dari Kompas bahwa seorang manajer rela keluar dari pekerjaannya, dengan alasan menjadi GoJek lebih mengguntungkan. Tak pelak popularitas GoJek ini sering menjadi buah bibir di masyarakat dan jika diamati hal ini tak terlepas dari iming-iming penghasilan yang mengikutinya. Ojek online ini memang fenomenal karena bukan hanya tukang ojek biasa, ibu rumah tangga, mahasiswa bahkan pegawai swasta level manajer pun ikut terjun menjadi driver GoJek.

Jika Anda ingin tahu bagaimana GoJek memberikan pendapatan yang menggiurkan, simak penjelasannya berikut ini:

1. Menerapkan Sistem Bagi Hasil

Sistem Bagi Hasil

Menerapkan Bagi Hasil via newsnish.com

 

Di dalam perusahaan GoJek, sistem yang digunakan adalah sistem bagi hasil yang mana 80% keuntungan akan diberikan kepada driver dan 20% untuk perusahaan GoJek tersebut. Sistem ini jelas sangat menguntungkan apalagi dengan pelanggan GoJek yang sekali waktu bisa banyak. Jelaslah ini sangat berbeda dengan tukang ojek biasa yang hanya akan jalan jika ada satu penumpang saja. Para driver GoJek biasanya akan stand by dengan smartphone mereka jika sekali waktu ada pelanggan yang membutuhkan jasa ojek. Dengan banyaknya pelanggan yang menggunakan GoJek inilah, para driver GoJek akan mendapatkan pelanggan yang lebih banyak daripada ojek biasa. Kemudian dengan sistem yang diterapkan tadi, tentu saja keuntungan driver GoJek cukup menggiurkan.

Baca Juga : Peluang Bisnis Online Untuk Wanita Karir 

2. Mendapatkan Asuransi Gratis

Mendapatkan Asuransi

Mendapatkan Asuransi via sterling-insurance.com.ph

 

Sangat berbeda dengan tukang ojek biasa, para driver di GoJek online akan mendapatkan asuransi gratis seperti pegawai kantoran dari perusahaan GoJek. Karena asuransi yang diberikan gratis, maka para driver GoJek tidak perlu membayar premi asuransi sendiri sebab telah ditanggung oleh perusahaan. Tentu saja, ini merupakan daya tarik tersendiri menjadi driver GoJek karena tanpa membayar premi asuransi, para driver GoJek bisa merasakan keuntungannya. Jadi, jika driver GoJek mengalami kecelakaan, biaya pengobatan dan lain-lain akan ditanggung oleh perusahan GoJek.

3. Mendapatkan Bonus

  Mendapatkan Bonus

Mendapatkan Bonus via cache-blog.credit.com

 

Hal menarik selanjutnya dari GoJek ialah perusahaan GoJek yang memberikan bonus kepada driver yang rajin mencari pelanggan. Setiap menjalankan 5 kali order termasuk order untuk mengantarkan barang, seorang driver GoJek akan mendapatkan bonus sebesar Rp50.000. Bonus ini berlaku kelipatannya, jadi jika seorang driver GoJek melaksanakan 10 order, maka bonus yang akan didapatkan yaitu Rp100.000. Hal yang paling utama untuk para driver GoJek yang ingin mendapatkan bonus ialah rajinlah mengecek panggilan para pelanggan agar order yang didapatkan pun makin banyak. Tentu saja, bonus yang diberikan perusahaan GoJek ini sangat menarik perhatian orang untuk beralih pekerjaan menjadi driver GoJek.

4. Tidak Terikat Kontrak Kerja

Tidak Terikat kontrak Kerja  

tidak terikat Kontrak Kerja via redmond-lawyers.com

 

Walaupun bekerja untuk sebuah perusahaan jasa, nyatanya para driver GoJek tidak terikat dengan kontrak kerja seperti pada perusahaan pada umumnya. Tanpa ikatan kerja inilah yang membuat pekerjaan menjadi driver GoJek ini dapat dilakukan sebagai pekerjaan sampingan atau freelance. Jadi, untuk para pekerja kantor atau para mahasiswa yang ingin menambah penghasilan, menjadi driver GoJek merupakan pilihan tepat karena selain tidak ada kontrak kerja yang mengikat mereka, jam kerjanya pun dapat disesuaikan dengan kegiatan di kantor maupun di kampus.

5. Membuka Peluang Investasi

Membuka Peluang Investasi

Membuka Peluang Usaha via asiaroxy.com

 

Setelah penghasilan bertambah dengan menjadi driver GoJek, uang yang ada dapat digunakan untuk berinvestasi agar tidak habis sia-sia hanya untuk foya-foya. Investasi uang ini dapat dilakukan dengan menanam modal di reksa dana yang tidak butuh modal besar. Atau bisa juga uang yang ada digunakan untuk membeli emas, ditabung di bank. Bahkan ada yang sampai bisa membeli rumah, atau bahkan sampai mampu membeli mobil dari hasil ngojek..

Baca Juga : Mau Investasi Jangka Panjang? Ini Pilihan Produknya

Beauty of Digital Technology

Seiring perkembangan teknologi, Go-Jek juga mengakomodir sistem pelanggan yang menggunakan sistem kredit, dimana pencairan dapat dilakukan menggunakan atm yang bekerjasama dengan GoJek.  Sistem ini ternyata banyak juga mendongkrak performance Go-Jek sehingga tidak heran dengan sistem seperti ini rata-rata driver Go-jek mendapatkan penghasilan sebesar Rp200 ribu- Rp500 ribu perhari.

Semakin bagus sistem dibuat maka ada saja seseorang yang mulai nakal untuk mengakalinya. Hal ini menjadi perhatian manajemen Go-Jek, yang telah mulai memperketat sistem pengawasan bagi drivernya. Salah satu modus yang digunakan adalah memainkan sistem argo, tidak menggunakan atribut resmi jaket, dan keluar track. Pelanggan yang cerdas sudah mulai pintar dan segera melaporkan kasus seperti ini sehingga nama GoJek bisa terjaga dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Terlepas dari itu,  GoJek merupakan sebuah contoh keindahan aplikasi dan inovasi sosial berbasis teknologi yang fenomenal, bagaimana kekuatan aplikasi (digital apps) bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan ekonomi kaum kelas pinggiran (tukang ojek) menjadi melek teknologi sehingga menjadi lebih kreatif.

Jika kita mau sedikit berfikir lebih keras lagi maka kekuatan sebuah aplikasi yang jenius acap jauh lebih powerful di banding kekuatan otot. Anda bisa lihat, itulah yang namanya "beauty of digital technology". Aplikasi yang cerdas bukannya tanpa tantangan. Resistensi ojek pangkalan bisa jadi hambatan yang saat ini ada di depan mata. Pelan namun pasti mereka harus mendapatkan edukasi untuk mengubah pola pikir lebih terbuka.

Baca Juga : 9 Cara Memulai Bisnis Properti Dari Nol Tanpa Modal