5 Hal Penting yang Wajib Dievaluasi Pebisnis di Awal Tahun 2021

Pandemi membawa banyak sekali dampak bagi kehidupan kita, termasuk dalam dunia bisnis. Ekonomi yang lesu membuat sebagian pebisnis harus memutar otak untuk bisa tetap bertahan. Hal ini tentu tidak mudah, mengingat kondisi ekonomi belum juga membaik sepanjang tahun 2020 lalu. 

Bukan hanya itu saja, kondisi pasar yang kurang bergairah seperti ini bahkan masih berlangsung hingga awal tahun ini. Jika tidak jeli dan mengambil langkah yang tepat, resiko kerugian yang lebih besar tentu dapat saja terjadi di dalam bisnis.

berbisnis

Tak ada yang tahu kapan pandemi akan berakhir, sehingga kondisi ekonomi bisa kembali normal. Namun meski begitu, perbaikan di dalam bisnis haruslah tetap dilakukan. Bukan hanya untuk sekedar bertahan, namun evaluasi ini juga akan diperlukan untuk memperbaiki dan menyesuaikan kembali bisnis yang dijalankan dengan kondisi pasar. 

Setidaknya, membuat rencana bisnis yang baru untuk beberapa bulan kedepan tentu akan sangat membantu. Jika dievaluasi dengan langkah yang tepat, rencana yang baru mungkin saja akan membantu memperbaiki kembali kondisi bisnis yang selama ini tidak berjalan dengan normal.

Berikut ini adalah beberapa langkah penting yang wajib dievaluasi pebisnis pada awal tahun 2021 ini:

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Cek dan sesuaikan manajemen inventaris

Melakukan pengecekan inventaris akan memberikan Anda gambaran tentang kesehatan bisnis. Hal ini juga akan mempermudah evaluasi di bidang tersebut, sehingga keseimbangan dalam bisnis bisa disesuaikan. Jika ternyata persediaan barang di gudang masih terlalu banyak, maka akan sangat tepat untuk mengevaluasi isi gudang secara keseluruhan. 

Persediaan yang terlalu banyak seperti ini bisa saja disebabkan banyak hal, termasuk pemesanan yang terlalu banyak atau mungkin penjualan yang juga menurun signifikan.

 Kurangi jumlah inventaris, agar biaya untuk kebutuhan yang satu ini bisa dipangkas. Pertimbangkan juga penyimpanan produk dalam waktu yang panjang di dalam gudang, sebab ini sangat mungkin mengurangi kualitas produk itu sendiri. 

Selain itu, menemukan supplier yang dapat memberikan harga lebih murah juga akan menguntungkan dan ini juga patut dijadikan pertimbangan.

Baca Juga: Cara Memahami dan Menentukan Segmen Pasar dalam Bisnis

2. Fokuslah pada bisnis inti terlebih dahulu

Dalam kondisi pasar yang kurang bergairah seperti ini, tidak perlu menambahkan berbagai produk baru di dalam bisnis. Pengadaan produk yang baru seperti ini cukup berisiko, bahkan bisa membuat lebih banyak uang keluar di dalam bisnis tersebut. 

Jika ingin tetap mencoba, maka lakukan evaluasi pasar terlebih dahulu dan pastikan untuk memilih produk baru yang berpotensi laku banyak. 

Sangat penting untuk lebih cermat dalam mengawasi perkembangan bisnis, terutama terkait pengadaan produk yang baru. Pemilihan produk yang tidak tepat, bisa saja beresiko merusak brand bisnis. Selain itu, produk seperti ini bahkan dapat membuat uang serta tenaga terbuang dengan sia-sia, tanpa hasil yang belum tentu dapat memberikan keuntungan di dalam bisnis. 

Daripada mengambil resiko, fokus pada bisnis inti dan produk awal merupakan keputusan yang tepat.

3. Sesuaikan model bisnis dengan kondisi terkini

Dalam menjalankan bisnis, mengikuti perubahan pasar merupakan salah satu kunci kesuksesan. Pebisnis harus mampu menyesuaikan model bisnis yang dijalankan dengan kondisi krisis yang terjadi sekarang. Perubahan trend pasar ini mungkin tidak mudah, namun tetap harus bisa diatasi dengan langkah yang tepat. 

Hal ini dapat dilakukan dengan banyak cara, seperti: memungkinkan pembelian online yang simpel, menyediakan sistem pembayaran yang lebih variatif, memberikan layanan pengiriman yang beragam, dan yang lainnya.

Baca Juga: Kelola Bisnis Online Makin Mudah, Manfaatkan 10 Aplikasi Gratis Ini

4. Jaga kelancaran arus kas

Meski pemasukan berkurang drastis, berbagai pengeluaran di dalam bisnis tentu akan tetap berjalan. Hal ini patut menjadi perhatian, mengingat keberlangsungan bisnis akan sangat dipengaruhi kondisi keuangan. Penting untuk selalu mengawasi arus kas dengan baik, terutama berbagai pengeluaran di dalam bisnis itu sendiri. 

Mulailah menekan pengeluaran dengan ketat, terutama untuk hal-hal yang tidak begitu penting. Hindari untuk mengadakan sejumlah hutang baru, sebab ini sangat beresiko dan bisa menjadi masalah yang baru di dalam keuangan.

5. Manfaatkan teknologi

Untuk mempermudah aktivitas bisnis, cobalah memanfaatkan teknologi yang ada secara maksimal. Melakukan penjualan online bisa menjadi pertimbangan, termasuk dengan memilih beberapa platform jual-beli yang berbeda untuk menjangkau lebih banyak konsumen. 

Selain itu, gunakan layanan iklan ataupun hal lainnya yang dapat mempromosikan bisnis dengan cara yang lebih maksimal. Pemasaran digital akan jauh lebih efektif dan bisa memberikan banyak kemudahan dalam menjalankan bisnis di masa pandemi ini.

Lakukan Evaluasi Menyeluruh Dalam Berbisnis

Bagi para pebisnis, bertahan di masa pandemi seperti ini tentu tidak akan mudah dilakukan. Ada lebih banyak tantangan, terutama daya beli masyarakat yang memang sudah menurun sejak beberapa bulan belakangan. Pastikan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh di dalam bisnis, agar bisnis tetap bisa berjalan normal dan kembali mendatangkan angka penjualan yang maksimal.

Baca Juga: 4 Tips Memulai Bisnis Kecil-kecilan di Masa Resesi