5 Macam Orang yang Seharusnya Menggunakan Asuransi

Tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan asuransi kini mulai meningkat seiring dengan edukasi dan sosialisasi yang menunjukkan betapa pentingnya peranan asuransi dalam kehidupan sekarang. Dunia ini memang penuh dengan hal-hal yang tidak pasti, termasuk juga risiko yang ada kaitannya dengan penyakit (sakit), kecelakaan, terjadinya bencana alam, bahkan meninggal dunia. Kejadian tak terduga ini terkadang meninggalkan kewajiban bagi keluarga yang ditinggalkannya untuk mengurus beberapa hal yang tidak sempat dibereskan sebelumnya. Tentu ini akan memberikan beban bagi keluarga terutama bila hal tersebut berkaitan dengan dana yang jumlahnya tidak sedikit.

Lalu apakah semua orang pasti membutuhkan asuransi jiwa? Beberapa orang tidak memiliki asuransi jiwa beralasan karena premi yang dibayarkan biasanya cukup tinggi sementara mereka tidak merasakan secara nyata manfaat dari asuransi jiwa tersebut. Memang keputusan untuk memiliki asuransi jiwa tidak semena-mena jatuh pada semua orang. Terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi oleh calon pemegang polis asuransi jiwa termasuk juga kebutuhan dan kemampuannya dalam membayar kewaijban yaitu premi setiap bulan yang besarnya tergantung pada jenis asuransi jiwa yang diperlukan. Sebagai gambaran, setidaknya beberapa pihak berikut disarankan untuk memiliki asuransi jiwa.

1. Masih Lajang dan Berusia Muda

Masih lajang dan Berusia Muda

Masih Lajang dan Berusia Muda via youngcitizens.volunteernow.co.uk

 

Ketika Anda masih lajang, mungkin orang yang akan Anda bantu secara rutin adalah keluarga dan orang tua. Untuk melindungi orang-orang terdekat Anda tersebut serta melindungi diri Anda sendiri dari kejadian tak terduga (seperti misalnya adanya penyakit keras, kejadian kematian lalu menimbulkan biaya pemakaman) atau mungkin terdapat beberapa hutang yang belum lunas namun Anda sudah tidak mampu melunasi (dalam artian sudah meninggal), Anda perlu menggunakan asuransi jiwa untuk menjamin dan memastikan semua tanggungan Anda dilunasi.

2. Pasangan muda

Pasangan Muda

Pasangan Muda via aeshaonline.com

 

Untuk melindungi Anda dan pasangan dari kebutuhan di tahun-tahun mendatang yang mungkin jauh akan lebih mahal, tak terkecuali dengan biaya premi asuransi jiwa membeli asuransi jiwa sedini mungkin akan memberikan Anda keuntungan dari segi premi yang lebih murah atau harganya lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun berikutnya. Di samping itu, pembiayaan premi per bulan masih diperingan dengan keadaan pasangan muda yang belum mempunyai anak sehingga tanggungan biaya hanya untuk dua orang saja.

3. Keluarga Muda dan Mapan

Keluarga Muda dan Mapan

Keluarga Muda dan Mapan via c3kia.com

 

Selain pasangan muda yang belum memiliki anak, keluarga muda dan mapan juga disarankan perlu memiliki asuransi jiwa. Hal ini akan menghindarkan Anda dari penelantaran keluarga yang tanggungannya sangat bergantung pada penghasilan Anda sebagai kontributor utama. Jumlah pertanggungan ini juga sangat tergantung dari perkiraan biaya hidup tanggungan yang ditinggalkan disamping besarnya penghasilan penanggung.

Baca Juga : Manfaat Asuransi Secara Umum dan Khusus 

4. Pasangan Bekerja Tanpa Anak

Pasangan Bekerja Tanpa Anak

Pasangan Bekerja Tanpa Anak via blogs.cisco.com

 

Meskipun Anda dan pasangan belum memiliki tanggungan anak, namun meninggalkan pasangan sendiri tanpa penghasilan mungkin akan memberatkan pasangan Anda. Bila Anda memiliki penghasilan dan berkontribusi terhadap kebutuhan hidup pasangan dan tidak ingin meninggalkan pasangan dengan keuangan yang tidak mapan, asuransi jiwa bisa dijadikan jawaban yang cukup membantu bagi Anda.

5. Keluarga Usia Pensiun

Keluarga usia Pensiun

Keluarga Usia Pensiun via i.huffpost.com

 

Ketika memasuki usia pensiun dan anak-anak atau tertanggung Anda sudah tidak lagi menjadi tanggungan, tidak memiliki asuransi jiwa mungkin masih bisa dilakukan. Berbeda halnya bila Anda memasuki usia pensiun namun masih memiliki tanggungan, baik itu anak maupun keluarga lainnya. Untuk menjamin kehidupan mereka, maka disarankan memiliki asuransi jiwa. Tetapi Anda perlu memperhitungkan untung ruginya karena biasanya biaya premi di usia yang mulai memasuki masa pensiun cukup besar dan mahal.

Apa saja manfaat memiliki asuransi jiwa? Kami merasa muda, sehat, dan selalu berhati-hati dalam hidup sehingga kami lebih bisa meminimalisir kejadian tak terduga dan menghemat dana kami yang terus mengalir kepada perusahaan asuransi ketika kami memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa. Well, kehati-hatian tidak selalu menjamin bahwa Anda akan terhindar dari kejadian tak terduga yang mungkin akan mengharuskan Anda rela merogoh kocek lebih dalam untuk memperbaiki keadaan. Ingat, menggunakan produk tabungan pensiun saja belum tentu bisa memenuhi kebutuhan ketika sudah pensiun nanti, karena itu dia perlu dibantu oleh asuransi. Tetapi dengan memiliki asuransi jiwa, Anda akan merasakan beberapa manfaat berikut:

  1. Meminimalisir risiko tak terduga. Dikarenakan kejadian tak terduga mampu mengharuskan Anda berkorban lebih banyak dana, asuransi jiwa akan membantu Anda dalam mengcover kebutuhan Anda ketika terjadi bencana. Perlindungan yang diberikan akan meringankan beban tanggungan Anda dalam hal biaya.
  2. Dilihat dari pihak yang ditanggung, keluarga Anda akan lebih terjamin. Ketika terjadi kecelakan dan mungkin akan memakan biaya yang cukup besar dalam pengobatan dan perawatan, asuransi jiwa akan membantu dengan meringankan bahkan bisa jadi menghilangkan tanggungan biaya tersebut karena adanya dana talangan dari asuransi jiwa yang merupakan persiapan dan proteksi terhadap pemegang polis atau tertanggung yang namanya tercantum.
  3. Membantu Anda mempersiapkan banyak hal. Mulai dari jaminan perlindungan pendidikan anak, pengeluaran per bulan, dan kebutuhan yang sifatnya rutin bisa terbantu dengan dana talangan yang telah Anda siapkan lewat asuransi jiwa yang sudah Anda miliki sejak lama.
  4. Adanya berbagai fasilitas yang secara mudah bisa didapatkan melalui asuransi jiwa. Hal yang lebih menguntungkan lagi adalah biasanya asuransi jiwa ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas lain yang bisa membantu pemegang polis di saat-saat sulit di masa depan.
  5. Anda akan merasa lebih tenang dan terjamin karena dengan adanya asuransi jiwa, banyak kebutuhan di masa depan yang bisa ditanggung sebagai akibat dari kejadian tak terduga. Apalagi bila Anda adalah kepala keluarga yang harus bisa memastikan bahwa di masa depan Anda turut menjamin kehidupan pasangan dan anak-anak serta keluarga yang tertanggung.

Jenis-jenis Asuransi 

Ketika Anda sudah mengetahui apakah Anda membutuhkan asuransi jiwa dan Anda sudah nyaman dengan manfaat yang akan Anda dapat dengan memiliki asuransi jiwa, kini saatnya Anda mengetahui beberapa macam asuransi jiwa yang nantinya akan turut menjadi pilihan Anda. Beberapa jenis asuransi jiwa yang perlu Anda tahu berkaitan dengan kebutuhan Anda antara lain:

1. Asuransi Term Life

Asuransi Term Life atau asuransi berjangka merupakan jenis asuransi yang fungsinya memberikan proteksi terhadap tertanggung namun dalam jangka waktu tertenu saja. Keuntungan memiliki jenis asuransi jiwa ini adalah nasabah atau pemegang polis akan mendapatkan kebebasan dalam menentukan premi yang bisa disesuaikan dengan kemampuan mereka. Secara ideal, premi asuransi ini mulai dari Rp25.000 per bulan. Keuntungan lainnya adalah uang pertanggungan yang bisa didapat pemegang polis mampu mencapai milyaran rupiah. Artinya ketika tertanggung meninggal dunia dan masa kontrak masih aktif, keluarga tertanggung akan mendapatkan uang pertanggungan dengan jumlah fantastis tersebut.

Meski memiliki kelebihan yang cukup besar, ada kekurangan yang mesti Anda pertimbangkan sebelum akhirnya memilih jenis asuransi berjangka ini. Kelemahan asuransi berjangka adalah tertanggung bisa saja kehilangan polis beserta uang pertanggungan ketika tidak mengalami masalah kesehatan dan meninggal dunia sampai masa kontrak habis. Inilah yang menyebabkan banyak orang mulai meninggalkan jenis asuransi jiwa satu ini.

2. Asuransi Whole Life

Produk satu ini merupakan kebalikan dari asuransi berjangka. Asuransi whole life atau asuransi seumur hidup memberikan manfaat proteksi hingga 99 tahun sehingga memungkinkan pemegang polis mendapatkan nilai tunai dan polis yang sudah dibayar. Keuntungan lain bila suatu saat tertanggung tidak dapat membayar angsuran premi secara berkala, maka mereka bisa memanfaatkan nilai tunai dari premi yang sudah dibayar untuk membayar premi selanjutnya.

Kelemahan asuransi jiwa ini adalah biaya preminya yang lebih mahal, bahkan bisa mencapai 2 kali lipat. Penyebabnya adalah angka harapan hidup untuk masyarakat di Indonesia kurang dari 99 tahun sehingga bisa dipastikan bahwa akan ada klaim sebelum masa kontrak berakhir.

3. Asuransi Endowment

Jenis asuransi jiwa terakhir ini merupakan asuransi berjangka tetapi juga bersifat sebagai tabungan. Pemegang polis bisa mendapatkan nilai tunai dari premi asuransi yang telah dibayar serta bisa menarik polis asuransi dalam jangka waktu tertentu sebelum masa kontrak berakhir. Kekurangan yang ada pada jenis asuransi jiwa ini adalah preminya cukup mahal karena memiliki dua fungsi dan kini jenis asuransi Endowment biasanya hanya dinikmati oleh kalangan menengah ke atas saja.

Baca Juga : 3 Asuransi yang Minimal Wajib Anda Miliki

Miliki Asuransi Untuk Masa Depan

Mengenai kriteria siapa saja yang harus berasuransi jiwa pada intinya adalah mereka yang memiliki tanggungan dan tidak ingin meninggalkan tanggungan tanpa kepastian bahwa tanggungan akan menjalani hidup dengan sejahtera. Maka asuransi jiwa memfasilitasi tertanggung untuk mempersiapkan masa depannya termasuk untuk kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Untuk itu, milikilah asuransi untuk masa depan Anda dan keluarga Anda.

Baca Juga : Jenis-Jenis Asuransi Di Indonesia, Apa Saja?