5 Pilihan e-Money Terbaik Buat Mudik via Tol Trans Jawa

Ada rencana mudik atau liburan bersama keluarga menggunakan mobil pribadi? Jika ya, Anda bisa melintasi Tol Trans Jawa yang akan beroperasi pada libur Natal dan Tahun Baru ini. Perjalanan ke kampung halaman bakal lebih cepat dan terasa menyenangkan lewat jalan bebas hambatan yang mulus.

Kilas balik ke belakang, dulu orang mudik ke Pulau Jawa via jalur darat harus menempuh waktu sehari penuh. Itu kalau enggak macet. Tapi kalau terjebak macet, bisa makan waktu 1,5 hari sampai 2 hari. Kebayang kan jadi ‘pepes’ di dalam mobil. Itu terjadi lantaran belum dibukanya akses tol di beberapa daerah, sehingga pemudik harus menjelajah jalur mudik jalan nasional yang panjang dan sempit.

Lain dulu, lain sekarang. Seiring maraknya pembangunan infrastruktur, terutama jalan tol oleh pemerintah bekerja sama dengan perusahaan konstruksi maupun operator tol, waktu tempuh mudik rute Jakarta-Semarang misalnya bisa terpangkas 22 jam menjadi 8 jam saja saat ini. Sudah mempersingkat waktu, hemat bensin pula.

Tahun ini, pemudik bakal dimanjakan lagi dengan tersambungnya Tol Trans Jawa dari Merak ke Surabaya sepanjang 870 kilometer (km). Mau tahu lebih jauh perkembangan Tol Trans Jawa, daftar tol dan tarifnya, berikut penjelasannya seperti dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: Bayar Tol Wajib Gunakan E-Money Berlaku Oktober 2017

Anda Bingung Cari Kredit Mobil Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Kredit Mobil Terbaik! 

4 Ruas Diresmikan, Tol Trans Jawa Nyambung Sempurna

Tol Trans Jawa
Tol Trans Jawa via Website Kementerian PUPR

Dari panjang 870 km Tol Trans Jawa, tersisa 4 ruas sepanjang 180 km yang masih dalam tahap proses uji layak fungsi, penerbitan sertifikat layak operasi, sehingga dapat diresmikan pada minggu ketiga Desember 2018. Ruas tersebut antara lain, Tol Pemalang-Batang (33 km), Batang-Semarang (75 km), Salatiga-Solo (33 km), dan Tol Wilangan-Kertosono (39 km).

Dengan peresmian ruas tersebut, Tol Trans Jawa dari Merak (Banten) ke Surabaya (Jawa Timur) bakal tersambung tanpa putus. Jalan bebas hambatan itu rencananya dapat digunakan sebagai jalur utama mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Enaknya lagi, lewat 4 ruas tol ini gratis lho sampai tahun baru.

Jakarta-Surabaya Cuma 10 Jam

Jika ruas-ruas Tol Trans Jawa sudah nyambung sempurna, mudik dari Jakarta ke Surabaya sekitar 740 km dengan asumsi rata-rata kecepatan 80 km per jam dapat ditempuh dalam waktu 10 jam sampai 12 jam. Padahal beberapa tahun lalu bisa menghabiskan waktu sehari semalam. Lumayan banget kan, jadi enggak buang-buang waktu di jalan.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui dari Uang Elektronik

Daftar Ruas Tol Trans Jawa dan Tarifnya

Tol Trans Jawa
Daftar Ruas Tol Trans Jawa dan Tarifnya via Website Kementerian PUPR

Dihitung-hitung, tarif tol yang harus dibayar pengguna kendaraan golongan I dari Jakarta menuju Surabaya sekitar Rp600 ribu. Itu baru perkiraan ya karena tarif masing-masing golongan kendaraan berbeda.

“Nantinya, dari Jakarta ke Surabaya perkiraan tarifnya sekitar Rp600 ribu,” ujar Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno seperti dikutip dari Okezone. Kalau dirinci biaya tol mudik via Tol Trans Jawa untuk mobil pribadi berdasarkan tarif resmi yang dikeluarkan PT Jasa Marga Tbk dan sumber lain, perkiraannya berikut ini:

No

Ruas Tol

Tarif (Rp)

1

Merak-Tomang (Jakarta)

73.000

2

Jakarta-Cikampek

15.000

3

Cikopo-Palimanan

102.000

4

Palimanan-Kanci

12.000

5

Kanci-Pejagan

24.000

6

Pejagan-Pemalang Seksi 1, 2, 3

57.000

7

Pemalang-Batang

39.000

8

Batang-Semarang

75.000

9

Semarang seksi A, B, C

5.000

10

Semarang -Solo

33.000

11

Solo-Ngawi

90.000

12

Ngawi-Kertosono

52.000

13

Kertosono-Mojokerto

46.000

14

Mojokerto-Surabaya

36.000

 

Jumlah Tarif Merak-Surabaya

659.000

 

Tarif Jakarta-Surabaya

586.000


Itu kalau mudik pakai mobil pribadi Jakarta-Surabaya sekitar Rp586 ribu sekali jalan. Berarti biaya tol bolak balik (PP) sekitar Rp1,17 juta
. Asumsinya satu mobil diisi 4 orang keluarga. Total tarif ini tentu lebih murah dibanding menggunakan moda pesawat. Kocek yang harus dirogoh via jalur udara paling murah untuk rute tersebut (peak season) Rp1 juta per orang. Dikalikan 4 orang, totalnya Rp4 juta sekali jalan. Tapi keuntungannya tentu saja waktu tempuh lebih singkat hanya 1,5 jam.

Sementara mudik dengan kereta api, harga tiket termurah kelas ekonomi Rp175 ribu dan termahal Rp650 ribu per orang kelas eksekutif. Itu pun sudah habis untuk periode Natal. Sedangkan via jalur laut, tiket Kapal Pelni rute Jakarta-Surabaya dibanderol seharga Rp200 ribuan per orang dengan waktu tempuh 23 jam.

Tips Nyaman dan Lancar Mudik Perdana via Tol Trans Jawa

Tips Mudik Perdana via Tol Trans Jawa
Tips Mudik Perdana via Tol Trans Jawa via Website Kementerian PUPR

1. Pastikan Fisik Sehat

Menjaga kondisi kesehatan fisik sangat penting agar perjalanan mudik aman dan lancar. Jangan terlalu asyik menyusuri jalan Tol Trans Jawa yang mulus, lurus, dan panjang hingga mengabaikan faktor keselamatan. Kalau sudah lelah, jangan dipaksa terus menyetir. Istirahat di rest area sampai stamina kembali mantul alias mantap betul untuk melanjutkan perjalanan.

2. Periksa Kondisi Kendaraan

Sebelum mudik, periksa kendaraan Anda terlebih dulu. Cek mobil ke bengkel terdekat, seperti rem, mesin kendaraan, oli, air bag, ban, dan lainnya. Pastikan semua itu dalam keadaan prima. Hal ini penting untuk menghindari kecelakaan akibat kondisi kendaraan kurang layak untuk mudik.

3. Isi Penuh Bahan Bakar

Jangan lupa juga isi full tank bahan bakar kendaraan agar perjalanan mudik lancar tanpa kendala mogok.

4. Isi Saldo Uang Elektronik

Ini juga penting buat pengendara di jalan tol. Pastikan saldo uang elektronik Anda terisi karena seluruh gerbang tol di Indonesia kini tak bisa lagi pakai uang tunai. Kalau total ongkos mudik via Tol Trans Jawa sekitar Rp600 ribu, sebaiknya isi saldo uang elektronik atau e-money sekitar Rp1 juta untuk jaga-jaga. Biar lebih tenang selama di perjalanan.

Berikut 5 pilihan uang elektronik yang dapat dipakai untuk pembayaran tol, antara lain:

e-Money Brizzi
Brizzi BRI

Saldo maksimum atau limit Rp1 juta

Minimum jumlah top up atau isi ulang Rp20 ribu

Maksimum top up per bulan Rp20 juta

Masa berlaku tidak terbatas

Pembayaran tol (Jabodetabek, Bandung, Medan, Palikanci, Semarang, Bali, Surabaya, Makassar).

Saldo maksimum atau limit Rp1 juta

Minimum jumlah top up Rp20 ribu

Maksimum top up per bulan Rp10 juta

Masa berlaku tidak terbatas

Pembayaran tol Jabodetabek dan non-Jabodetabek

Saldo maksimum atau limit Rp1 juta

Minimum jumlah top up Rp20 ribu

Maksimum top up per bulan Rp20 juta

Masa berlaku 10 tahun sejak transaksi top up terakhir dilakukan

Pembayaran tol

Saldo maksimum atau limit Rp1 juta

Minimum jumlah top up Rp20 ribu

Maksimum top up per bulan Rp20 juta

Masa berlaku tidak terbatas

Pembayaran tol (Jabodetabek, Bandung, Medan, Palikanci, Semarang, Bali, Surabaya, dan Makassar).

Saldo maksimum atau limit Rp1 juta

Minimum jumlah top up Rp20 ribu

Maksimum top up per bulan Rp20 juta

Masa berlaku tidak terbatas

Pembayaran tol

5. Bawa Uang Tunai dan Bekal Secukupnya

Anda harus membawa uang tunai untuk berjaga-jaga, karena belum tentu ada mesin ATM dan tidak semua toko bisa menerima pembayaran pakai kartu debit atau kartu kredit. Selain itu, pastikan juga membawa bekal secukupnya supaya Anda tidak kelaparan dan kehausan selama di perjalanan.

6. Patuhi Lalu Lintas

Pelan-pelan asal selamat. Ini harus diutamakan. Jangan tancap gas dengan kecepatan melebihi batas, bahkan melanggar rambu-rambu lalu lintas supaya cepat sampai ke kampung halaman. Perilaku tersebut justru bisa mengundang maut, karena nyawa taruhannya. 

Tinggal Tap di Gerbang Tol, Mudik Makin Nyaman

Uang elektronik atau e-money memiliki banyak keuntungan. Selain buat belanja, uang elektronik juga bisa digunakan untuk pembayaran tol dan lainnya. Caranya mudah, tinggal tempelkan kartu (tap) ke alat reader di gerbang tol, Anda sudah bisa merasakan mulusnya Tol Trans Jawa tanpa putus. Lebih praktis, efektif, dan efisien. Selamat mudik.

Baca Juga: QR Payment, Cara Bayar Kekinian ‘Newbie’ di Indonesia