6 Cara Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Baru

Setelah menikah tentu banyak hal yang harus disesuaikan dengan pasangan baru anda, salah satunya adalah terkait dengan pengelolaan keuangan.

Banyak pasangan baru akan merasa bingung ketika berbicara dan mengatur keuangan pasca pernikahan mereka. Karena tidak lagi hidup masing-masing, setiap pasangan akan bertanggung jawab kepada pasangannya. Perayaan pernikahan dan bulan madu Anda akan dengan cepat berganti ke hidup normal yang penuh dengan perjuangan, yang sangat mirip dengan tantangan yang Anda hadapi sebelum menikah. Meluangkan waktu untuk menetapkan prioritas keuangan adalah salah satu cara yang dapat membantu memastikan pernikahan yang langgeng dan bahagia.

Berikut langkah-langkah menyusun keuangan keluarga untuk pasangan baru seperti dipaparkan Perencana Keuangan ZAP Finance Jayadin R Binaardi seperti dikutip dari situs resminya

1. Buat Anggaran Bersama

Budgeting

Buat Anggaran Bersama Via deseretnews.com

Langkah pertama adalah membuat anggaran baru bersama, jika sebelum menikah memiliki pemasukan dan pengeluaran masing-masing, maka setelah menikah akan memiliki pemasukan dan pengeluaran bersama. Diskusikan siapa saja yang menjadi sumber pemasukan dan berapa besar pengeluaran bersama dalam satu bulan dengan begitu akan membantu Anda terhindar dari perselisihan mengenai pendapatan dan pemasukan yang sering kali dialami oleh pasangn yang baru saja menikah.

2. Dana Darurat

Biaya darurat

Biaya Darurat Via inc.com 

Dana darurat berfungsi sebagai 'ban serep' bagi kondisi keuangan. Kejadian-kejadian yang tak terduga bisa saja terjadi dengan keluarga kita yang menyebabkan keluarnya uang yang tak pernah kita anggarkan. Sebagai contohnya adalah biaya sakit, kecelakaan, kematian, bantuan untuk keluarga dll. Dalam hal ini, dana daruratlah yang berperan mengkover biaya-biaya tak terduga diluar anggaran yang kita buat. 

3. Keterbukaan

Utang 

Permasalahan Utang Via rollingout.com 

Keterbukaan secara keuangan adalah hal yang wajib dilakukan dalam sebuah keluarga, karena yang akan diwarisi oleh pasangan kita bukan saja kekayaan namun bisa juga mewarisi hutang. Memang sebaiknya masalah hutang dibicarakan sebelum pernikahan, namun jika belum dibicarakan maka segera untuk terbuka dengan menceritakan masalah utang. Karena selain aset, utang pun dapat diwariskan. Lunasi segera utang yang bersifat konsumtif sekecil apa pun itu (terutama kartu kredit), karena selain mempunyai bunga yang besar, utang konsumtif juga akan menggerogroti aset kekayaan kita. Buat komitmen untuk tidak berutang konsumtif dan lunasi tagihan kartu kredit tiap bulannya. Dan satu lagi, keterbukaan mengenai masalah keuangan salah satu hal yang sangat penting. Karena dengan cara seperti itu pasangan kita akan memahami dan menerima segala hal yang mungkin akan terjadi di masa depan tanpa merasa dibohongi.

4. Membuat Proteksi Atau Asuransi

 

Membuat Proteksi/Asuransi Via insurancelovers.com 

Langkah selanjutnya adalah memproteksi aset Anda, karena setiap aset memiliki risiko. Miliki asuransi kesehatan, jiwa, kendaraan, dan lain-lain. Namun pelajari dengan seksama sebelum membeli premi dari produk-produk proteksi tersebut dan yang paling penting adalah harus sesuai dengan kondisi kantong. Bersyukur bagi Anda yang ditanggung oleh perusahaan di mana Anda berkerja. Namun jika tidak, Anda harus melakukan proteksi sendiri terhadap aset Anda 

5. Membuat Tujuan dan Investasi

Membuat Tujuan Investasi Via monetagroup.com 

Buat tujuan-tujuan keuangan keluarga Anda untuk masa depan, seperti dana pendidikan anak, dana pensiun, dana ibadah haji, dana liburan, dana pembelian rumah, dan lain-lain. Dan mulai lah berinvestasi di produk-produk yang Anda pahami dengan baik seperti properti, emas, reksa dana, saham, dan lain-lain. Perlu diingat bahwa saat ini dengan Rp 100.000  saja Anda sudah bisa berinvestasi.

6. Evaluasi Secara Berkala

 

Membuat Evaluasi Berkala Via oregonstate.edu

Evaluasi secara berkala besama-sama, hal ini dimaksudkan agar arah dari keuangan keluarga tetap berjalan pada jalur dan prioritasnya. Kalau terpaksa pindah jalur, maka Anda dan pasangan Anda harus mendiskusikannya lagi.

Baca Juga : 5 Langkah Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Lakukan dan Fokus Pada Apa Yang Menjadi Prioritas

Cara-cara tersebut tentu tidak akan bermanfaat, jika Anda hanya membacanya saja tanpa mencoba merealisasikannya bersama pasangan baru Anda. Tidak hanya sekedar melakukan, Anda dan pasangan Anda juga harus tetap fokus pada apa yang menjadi prioritas Anda berdua. Dengan begitu Anda tidak akan keluar jalur dan tetap pada tujuan bersama. Manfaat lain yang Anda dan pasangan Anda dapat adalah, selain keharmonisan dalam keluarga.  Anda dan pasangan Anda diperkuat dengan kombinasi antara disiplin dan manfaat yang akan menjadikan pernikahan Anda sebahagia yang Anda harapkan.