6 Kesalahan yang Wajib Dihindari saat Beli Asuransi Jiwa 

beli asuransi

Memiliki asuransi jiwa sudah menjadi kebutuhan sebagian orang, terutama mereka yang sudah memahami dengan baik pentingnya memiliki perlindungan terhadap orang-orang tercinta. Bukan untuk pesertanya, asuransi jiwa memang ditujukan untuk memberikan perlindungan finansial bagi anggota keluarga (ahli waris) yang ditinggalkan oleh peserta, jika sewaktu-waktu peserta meninggal dunia. 

Namun meski begitu, tingkat penggunaan produk ini di tanah air masih terbilang rendah, bahkan tidak mencapai 10% dari jumlah masyarakat saat ini. Sementara pada kenyataannya, perlindungan yang diberikan asuransi jiwa tentu akan sangat dibutuhkan, bukan? 

Bukan hanya tingkat peminatnya saja yang rendah, pembelian asuransi jiwa juga kerap dilakukan dengan salah. Padahal jika tidak membeli produk asuransi jiwa yang tepat, maka manfaat yang didapatkan dari asuransi ini tentu tidak akan bisa maksimal. 

Kesalahan dalam pembelian asuransi jiwa juga kerap berakhir dengan jumlah premi yang besar, meskipun manfaat yang didapatkan bisa saja tidak optimal. Padahal jika Anda sedikit lebih bijak, maka menemukan produk asuransi jiwa yang tepat dengan harga premi yang terjangkau masih sangat mungkin bisa didapatkan. Hindari kesalahan dalam membeli asuransi jiwa ini, sebab hal ini akan merugikan Anda dan kelak mengurangi manfaat yang bisa didapatkan dari produk tersebut.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan saat membeli asuransi jiwa yang wajib Anda hindari dengan baik:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Nilai Pertanggungan yang Terlalu Kecil

Tujuan memiliki asuransi jiwa tentu untuk memberikan perlindungan finansial bagi keluarga. Namun hal ini akan sulit dicapai, jika ternyata Anda hanya memiliki asuransi jiwa dengan nilai pertanggungan yang kecil. Membeli asuransi jiwa dengan nilai pertanggungan yang kecil dan tidak sesuai dengan kebutuhan merupakan kesalahan fatal yang wajib dihindari dengan baik sejak awal. 

Pastikan Anda menghitung dengan cermat berapa kebutuhan biaya hidup keluarga dan menyesuaikannya dengan nilai pertanggungan asuransi jiwa yang dimiliki.

Contoh: Saat memiliki asuransi jiwa dengan nilai pertanggungan RP250 juta, Anda mungkin beranggapan ini jumlah uang yang besar. Namun meski jumlahnya tampak besar, Anda tentu harus realistis dan melihat kembali kebutuhan biaya hidup keluarga. 

Jika sebulannya keluarga menghabiskan biaya sekitar Rp 12 juta per bulan, mana nilai pertanggungan tersebut bahkan tidak akan cukup untuk menghidupi keluarga hingga 2 tahun saja, bukan?

Pastikan menghitung dan menyesuaikan jumlah pertanggungan yang tepat untuk asuransi jiwa Anda. Nilai pertanggungan ini bisa dihitung dengan rumus: UP = biaya hidup per bulan : 1% 

UP = 12.000.000,- : 1% = 1,2 miliar.

Baca Juga: Telah Masuk Usia Produktif, Sudahkah Berasuransi?

2. Hanya Fokus pada Investasi dan Mengabaikan Uang Pertanggungan

Memiliki asuransi jiwa unit link sudah menjadi pilihan banyak orang, meskipun hal ini kerap tidak memberikan manfaat yang maksimal. Dalam produk yang satu ini, Anda tentu akan berpotensi mendapatkan sejumlah keuntungan dari aktifitas investasi. 

Asuransi ini juga memungkinkan Anda membayar premi pendek dan mengambil cuti premi setelahnya, di mana hal ini justru bisa berdampak negatif pada nilai pertanggungan yang kelak bisa Anda dapatkan dari asuransi jiwa tersebut.

Investasi memiliki resiko tersendiri, di mana kinerjanya akan mengikuti pasar dan bisa saja menimbulkan kerugian. Sementara kebutuhan akan perlindungan asuransi jiwa tentu bukan hal yang bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan. 

Anda tidak bisa hanya fokus pada investasi saja, sebab hal ini justru berpotensi mengurangi atau bahkan menghilangkan seluruh manfaat perlindungan asuransi jiwa yang Anda perlukan. Pastikan fokus pada nilai pertanggungan asuransi jiwa, sehingga kelak keluarga Anda bisa mendapatkan manfaatnya.

3. Membeli Asuransi Jiwa untuk yang Tidak Membutuhkan

Tidak semua orang membutuhkan asuransi jiwa, sebab produk ini memang ditujukan untuk melindungi/ menopang keuangan keluarga Anda, jika sewaktu-waktu Anda atau orang yang menjadi pencari nafkah di dalam keluarga meninggal dunia. Artinya, hanya orang-orang yang memiliki tanggungan sajalah yang perlu memiliki asuransi jiwa ini. 

Ada banyak orang yang sama sekali belum membutuhkan asuransi jiwa, seperti: orang yang tidak memiliki tanggungan, lajang yang belum memiliki tanggungan, atau bahkan orang yang sudah bekerja namun tidak punya tanggungan.

4. Membuat Tertanggung yang Tidak Tepat

Yang dimaksud dengan tertanggung di dalam asuransi jiwa adalah pihak/ orang yang menjadi peserta, di mana perusahaan asuransi jiwa akan membayarkan uang pertanggungan jika yang bersangkutan meninggal dunia. Artinya, tertanggung ini merupakan tulang punggung atau pencari nafkah di dalam keluarga. 

Namun di dalam prakteknya, sebagian orang justru salah dalam menentukan tertanggung ini, di mana anak atau bahkan istri yang tidak bekerja juga dijadikan sebagai tertanggung di dalam asuransi jiwa. Hal ini tentu tidak tepat, sebab yang bersangkutan bukan pencari nafkah keluarga dan tidak akan mengubah kondisi keuangan keluarga jika meninggal dunia.

5. Membeli Unit Link yang Tidak Dibutuhkan 

Asuransi jiwa unit link sangat banyak dijadikan pilihan, meskipun produk ini tidak selalu dibutuhkan. Bukan hanya memperbanyak biaya saja, unit link juga memiliki resiko yang perlu dipahami sejak awal. Ada dua alasan mengapa Anda tidak membutuhkan produk asuransi jiwa unit link ini, antara lain:

  • Saat sudah memiliki investasi, maka membeli unit link tentu bukan keputusan yang tepat. Akan jauh lebih bijak jika Anda memisahkan investasi dengan asuransi.
  • Jika tujuan Anda melakukan investasi, maka memilih instrumen yang secara khusus sebagai investasi murni tanpa embel-embel asuransi tentu akan memberikan imbal hasil yang lebih besar. 

6. Membeli Rider yang Tidak Dipahami

Kesalahan lainnya yang kerap dilakukan saat membeli asuransi jiwa adalah membeli rider yang sama sekali tidak dipahami. Bukan hanya menambah biaya premi saja, namun pembelian yang seperti ini bisa saja tidak memberikan manfaat apa-apa untuk Anda. Hindari hal ini, sebab penggunaan rider di dalam asuransi jiwa juga akan mengurangi nilai pertanggungan dari asuransi tersebut.

Baca Juga: Jangan Asal Apply, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Mengajukan Asuransi

 

Pahami dan Beli Asuransi Jiwa yang Tepat serta Sesuai Kebutuhan

Menggunakan asuransi jiwa bisa saja sudah menjadi hal yang dibutuhkan. Namun sebelum membeli, pastikan memahami kebutuhan Anda akan produk ini dengan baik terlebih dahulu. Beli asuransi jiwa yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, agar produk tersebut bisa memberikan perlindungan maksimal bagi keluarga Anda di masa yang akan datang.

Baca Juga: Freelancer juga Perlu Proteksi Diri, Ini Dia Produk Asurasi yang Perlu Dimiliki Freelancer