7 Cara Dapatkan Dana Renovasi Rumah

Biaya Renovasi rumah sama mahalnya dengan membangun rumah. Sayangnya banyak di antara kita hanya sanggup membeli rumah, namun terseok-seok manakala rumah sudah waktunya direnovasi.

Saat ini hampir sebagian besar pembelian rumah dilakukan dengan cara KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan masa angsuran paling umum antara 10-15 tahun. Dengan kondisi seperti itu bisa diprediksi kualitas bangunan hanya bertahan 7-10 tahun.

Artinya setelah anda menempati rumah tersebut selama 7-10 tahun maka rumah anda sudah waktunya di renovasi.

Masalahnya, masalah itu sering muncul pada saat angsuran KPR Anda juga belum lunas. Nah, kondisi seperti ini membuat anda perlu menyimak detil ulasan sumber dana renovasi berikut ini, supaya anda tidak hanya melongo saat melihat kusen atau genting rumah sudah mulai keropos dimakan usia.

1. Gunakan Kredit Renovasi Rumah (Refinancing)

Solusi ini hanya bisa dilakukan jika Anda punya sertifikat lebih dari satu. Biasanya bank akan memberikan pinjaman hingga 80 persen dari harga taksiran rumah. Kelebihannya bunga yang ditawarkan relatif rendah bahkan sebagian bank bahkan bekerjasama dengan produsen semen untuk membuat program layanan pembiayaan renovasi rumah.

Proses refinancing harus melampirkan KTP, Kartu Keluarga, NPWP, dan slip gaji (bagi pegawai atau karyawan). Untuk mendukung proses analis kredit, bank akan meminta anda melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) renovasi rumah, Sertifikat Hak Milik (SHM) serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB).