7 Cara Tepat Mengatasi Nyeri Haid Bagi Wanita Pekerja

“Hari pertama, lagi banyak-banyaknya. Gak bisa konsen kerja nih, sakit banget perutnya!”

Nah, pastinya semua kaum wanita tahu dong maksud dari kutipan di atas?

Sering kali kalimat tersebut terucap begitu saja saat hari pertama datang bulan atau menstruasi atau haid atau sering disebut PMS (Premenstrual Syndrome). Bagi sebagian wanita tentu mengalami rasa sakit atau nyeri pada bagian perut bawah ketika haid tiba.

Kondisi tersebut memang sangat wajar, tapi rasa nyeri yang timbul membuat sangat tidak nyaman untuk melakukan berbagai macam kegiatan. Apalagi bagi wanita pekerja, sudah dipastikan pekerjaannya tidak terselesaikan dengan baik karena konsentrasi hilang dan yang ada hanya terus merintih kesakitan merasakan nyeri perut yang luar biasa.

Bila di perusahaan tempat Anda bekerja menerapkan cuti haid, Anda bisa memanfaatkan cuti tersebut untuk beristirahat di rumah. Sebab, cuti haid yang terdapat pada Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyebutkan bahwa pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitakan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.

Namun, jika sebalikanya, mau tidak mau harus tetap masuk ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Lalu bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi nyeri pada perut, agar wanita pekerja bisa menjalankan rutinitas seperti pada biasanya?

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Penyebab Timbulnya Nyeri saat Haid

Otot dinding rahim pada wanita setiap saat akan mengalami kontrkasi yang sangat lembut, bahkan saking lembutnya kontraksi tersebut sama sekali tidak dirasa. Tapi beda halnya ketika masa menstruasi tiba, pergerakan kontraksi akan semakin kencang yang disebabkan adanya proses menggugurkan pembuluh darah yang menebal pada dinding rahim, sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Selain itu, rasa nyeri juga dipicu karena adanya pengeluaran zat kimia prostaglandin pada tubuh sehingga pergerakan kontraksi pada rahim semakin kuat. Tak hanya itu saja, prostaglandin juga menimbulkan beberapa gejala lainnya seperti kram perut, mual, diare, lemas dan sakit kepala.

Nah, menurut penelitian para dokter, setiap wanita menghasilkan prostaglandin dalam jumlah yang berbeda-beda. Bila seorang menghasilkan prostaglandin dengan jumlah sedikit, kemungkinan besar  tidak akan merasakan nyeri lagi. Begitupun sebaliknya, bila wanita menghasilkan prostaglandin banyak, maka bisa menimbulkan nyeri yang lebih parah saat haid.

Lakukan Cara Tepat untuk Mengatasi Nyeri saat Haid

Bila Anda termasuk wanita pekerja yang selalu mengalami rasa nyeri yang luar biasa disaat hari pertama haid, janganlah khawatir. Sebab ada 7 cara tepat yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri pada perut, sebagai berikut:

1. Kompres Air Hangat

kompres air hangat
Kompres dengan air hangat

Mengompres perut pada bagian bawah dengan menggunakan air hangat bisa membuat otot di sekitar abdomen lebih relaks, sehingga bisa mengurangai atau menyembuhkan rasa nyeri yang muncul saat haid. Cara mengompres ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan handuk atau botol.

Bila menggunakan handuk kecil, tentu Anda harus membasahi atau merendam handuk ke air hangat, kemudian diperes dan ditempelkan di perut bagian bawah. Sementara menggunakan botol lebih praktis, yaitu isi botol dengan air hangat kemudian langsung ditempelkan ke bagian perut bagian bawah.

2. Minum Air Hangat

Saat sedang haid, tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan daripada biasanya sehingga hal ini perlu diseimbangkan dengan mengonsumsi cukup air putih. Untuk memberikan rasa yang lebih nyaman lagi pada bagian perut yang nyeri, sebaiknya konsumsi air hangat.

Baca Juga: Ini Dia Pilihan Asuransi Kesehatan yang Cocok untuk Wanita  

3. Jaga Pola Makan Teratur

waktu makan
Jaga pola makan teratur

Sebagian wanita yang sedang haid pasti sering mengalami penurunan nafsu makan hingga ada saja yang tidak makan. Padahal ini tidak baik untuk kesehatan dan justru akan menimbulkan penyakit lainnya.

Walau begitu, tetaplah atur pola makan dengan baik. Bila perlu usahakan mengonsumsi sedikit makanan tapi dalam frekuensi yang relatif sering. Ini akan menjaga keseimbangan kerja organ tubuh Anda, sehingga rasa nyeri bisa berkurang.

4. Konsumsi Asupan Bergizi

Sering kali kebanyakan wanita tidak memperhatikan asupan makanan atau minuman yang dikonsumsi saat haid. Ini tentu tidak baik untuk kesehatan, yang ada hanya akan memperburuk kondisi kesehatan. Mulailah dengan merubah asupan dengan yang bergizi.

Pada makanan, hindari makanan berlemak tinggi, mengandung banyak MSG dan bahan pengawet lainnya. Sebaiknya konsumsi makanan yang bisa dipercaya mengurangi rasa nyeri, yaitu nanas, brokoli, pisang, ikan salmon, bayam, ayam tanpa lemak dan dark chocolate.

Sementara pada minuman, hindari minuman yang mengandung alkohol, soda, kopi. Konsumsilah minuman yang bagus untuk kesehatan sehingga nyeri tidak muncul lagi, seperti susu, yogurt, minuman jahe dan lemon hangat serta minuman teh herbal.

5. Lakukan Olahraga Ringan

olahraga ringan
Lakukan olahraga ringan

Rasa nyeri yang tidak tertahankan terkadang membuat seseorang tidak sanggup untuk bergerak. Namun, dengan melakukan olahraga ringan sangat berguna untuk memperlancar peredaran darah yang baik untuk tubuh. Lakukanlah pergerakan kecil peregangan tubuh dalam waktu yang cenderung rutin. Dengan begitu rasa nyeri pada perut ketika haid akan sirna secara perlahan.

Baca Juga: Kanker Serviks: Penyebab Kanker Serviks, Gejala Kanker Serviks, Ciri-Ciri, Pencegahan dan Pengobatan yang Perlu Diketahui

6. Minum Jamu Kunyit Asam

Orang tua terdahulu, terutama kaum ibu dan sebagian wanita muda lainnya sangat percaya akan obat herbal yang memiliki kualitas sangat baik untuk kesehatan. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman jamu kunyit asem terbukti mampu meredakan nyeri haid.

Agar khasiat kunyit asem tetap terjaga, taka da salahnya buat sendiri di rumah. Caranya cukup mudah, yaitu siapkan 15 – 30 gram daun dewa, 20 gram kunyit, dan 600 cc air. Kemudian, rebus secara bersamaan. Tunggu hingga air menjadi setengah, barulah saring ramuan tersebut. Minumlah dalam kondisi jamu masih hangat secara teratur minimal dua kali per hari.

7. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

minum obat
Konsumsi obat pereda nyeri

Jika sudah tidak kuat lagi menahan rasa nyeri, konsumsi obat pereda nyeri juga bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, jangan sembarang untuk membeli obat tersebut. Sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu agar mendapatkan obat pereda nyeri yang terbaik sesuai dengan anjuran dokter.

Segera Periksakan Lanjut Ke Dokter

Jika Anda selalu merasakan rasa nyeri yang hebat disetiap haid dan tak kunjung reda, segeralah lakukan pemeriksaan berlanjut ke dokter. Tujuannya untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana kondisi rahim yang sebenarnya, apakah masih dalam keadaan baik-baik saja atau tidak. Dengan begitu, menjadi lebih tahu penanganan atau solusi seperti apa yang harus dilakukan selanjutnya agar tidak lagi mengalami rasa nyeri.

Baca Juga: Sakit Maag: Gejala Maag, Ciri-Ciri Sakit Maag, Penyebab, dan Pecegahan Penyakit Maag yang Perlu Kamu Tahu