7 Mitos Investasi yang Sering Salah Kaprah

Investasi adalah kegiatan penanaman modal dengan tujuan mencari keuntungan di masa depan. Sayangnya, masih banyak orang yang takut investasi.

Bukan karena risikonya saja, tetapi ada mitos-mitos seputar investasi yang menyesatkan sehingga membuat masyarakat enggan investasi. Mitos apa saja itu?

loader
Mitos investasi

Baca Juga: 8 Investasi Menguntungkan Saat Ini Selain Saham

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Investasi seperti berjudi

Tak sedikit orang berkata kalau investasi erat kaitannya dengan untung-untungan. Sama seperti berjudi.

Kalau nasib bagus atau lagi beruntung, kamu akan memperoleh untung besar meskipun modalnya kecil. Ini yang salah, karena investasi bukan tempat untuk menguji keberuntungan.

Sebelum berinvestasi, kamu perlu mengetahui dan memahami seluk beluk instrumen investasi sebaik mungkin. Jadi, tidak termakan desas-desus di luar sana. 

Semakin kamu paham, semakin tinggi pula kepercayaan kamu menaruh uang atau investasi di instrumen tersebut. Atau mengenali saham yang kamu beli. Potensi terjadinya rugi pun dapat diminimalisir sebab sudah melakukan analisis sebelumnya.

2. Investasi membutuhkan banyak modal

Investasi? Nanti, kalau penghasilan sudah dua digit. Salah satu kalimat yang paling sering diucapkan saat orang lain mengajak kamu investasi. Padahal kenyataannya, modal yang dibutuhkan untuk investasi saat ini sangat terjangkau.

Modal investasi sekarang ini bisa dimulai dari Rp 10 ribu atau Rp 100 ribu. Bahkan investasi emas online di situs jual beli online contohnya, ada yang menawarkan modal mulai dari Rp 500.

Jadi, gaji pas-pasan atau gaji UMR bukan alasan untuk tidak investasi. Berapapun gaji yang didapat, kalau benar-benar niat investasi, kamu pasti berusaha menyisihkan uang untuk anggaran investasi.

loader
Risiko investasi

3. Investasi cukup berisiko

Ada juga yang bilang kalau investasi sangat berisiko, bahkan bisa meludeskan aset atau kekayaan kamu. Padahal kalau dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, apapun yang kamu lakukan pasti ada risikonya. Cuma level risikonya ini beragam, ada yang rendah, sedang, dan tinggi.

Sebelum investasi, sebaiknya pilih sesuai profil risiko kamu. Jika kamu termasuk investor yang konservatif atau menghindari risiko, pilih investasi yang minim risiko seperti deposito, reksadana pasar uang, dan emas.

Kalau tipenya agresif, bisa coba investasi saham, properti, reksadana saham, atau cryptocurrency. Lagipula, risiko dalam berinvestasi sebanding dengan hasilnya.

Baca Juga: 5 Investasi yang Aman saat Ancaman Covid-19 Omicron

4. Investasi itu melelahkan

Mungkin beberapa orang yang mengatakan investasi cukup melelahkan karena portofolionya yang terlalu banyak. Kalau investasinya cuma di satu atau dua instrumen saja, tentunya tidak melelahkan.

Apalagi kalau jenisnya deposito dan reksadana, hampir tak ada effort, tapi kamu bisa memperoleh keuntungan.

Sebab, bukan kamu yang mengelola investasi tersebut. Kamu hanya menerima hasil yang nilainya sesuai dengan jumlah uang yang diinvestasikan.

Kalau jenisnya berupa saham atau properti, mungkin ada sedikit effort karena kamu harus memahami kondisi pasar. Kamu harus belajar hukum penawaran, permintaan, dan cara membaca grafik pergerakan harga untuk bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

loader
Mitos investasi

5. Investasi saham yang paling menguntungkan

Investasi seringkali dikaitkan dengan saham, makanya beberapa orang takut untuk invest. Padahal investasi terdiri dari beberapa jenis yang bisa kamu pilih langsung sesuai kebutuhan, kemampuan finansial, dan profil risiko masing-masing. 

Portofolio investasi yang tepat membantu kamu mencapai tujuan investasi sesuai kurun waktu yang ditetapkan. Makanya dalam dunia investasi, penting untuk memahami jenis investasinya sebelum membelinya. 

Setiap instrumen memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Coba sedikit berhati-hati agar tidak salah pilih.

Baca Juga: Proyeksi Ekonomi dan Investasi Menguntungkan 2022

6. Investasi cuma untuk orang yang mengerti

Adalah suatu keuntungan kalau kamu paham tentang instrumen investasi yang dipilih, tapi bukan berarti kamu yang tidak mengerti sama sekali tidak boleh investasi.

Untuk belajar, tidak ada kata terlambat. Pertanyaannya adalah, apakah kamu mau atau tidak untuk belajar? Karena namanya belajar, pasti butuh waktu, tenaga, dan materi. 

Kalau kamu mau berkorban, percayalah ilmu investasi dapat diserap dengan baik. Kamu bisa memperoleh keuntungan seperti yang diharapkan.

7. Investasi adalah bentuk penipuan

Banyaknya kasus penipuan di dunia investasi membuat sebagian orang enggan untuk berinvestasi. Padahal tidak seharusnya investasi itu disamaratakan. 

Investasi yang masuk dalam kategori penipuan adalah investasi yang menawarkan keuntungan tidak wajar, dengan risiko kecil. Sejatinya, keuntungan akan berbanding lurus dengan risikonya.

Oleh karena itu, investasi di instrumen yang pasti maupun perusahaan berizin dan terdaftar resmi di otoritas atau regulator, sehingga terhindar dari penipuan.

Sebelum Percaya, Selidiki Dulu Kebenarannya

Mitos bukanlah hal yang harus dipercayai karena informasinya bukan berdasarkan fakta. Apabila di kemudian hari terdapat kalimat kurang mengenakkan tentang investasi, kamu perlu selidiki dulu kebenarannya sebelum mempercayainya. Jadi, tidak langsung salah kaprah terhadap investasi.

Baca Juga: 7 Investasi Paling Populer di Indonesia, Apa Saja?