7 Perusahaan Startup Lokal yang Terkenal di Dunia

Perusahaan startup yang dulunya dianggap remeh kini telah berubah menjadi perusahaan raksasa yang dapat mengubah kondisi ekonomi suatu negara. Seperti yang kita tahu, membangun sebuah usaha tidaklah mudah, termasuk usaha startup. Berbagai halangan pasti ditemukan di tengah jalan, namun tidak menjadikan perusahaan yang bersangkutan menyerah begitu saja.

Seiring berjalannya waktu, satu per satu perusahaan startup telah menunjukkan taringnya di era globalisasi. Banyak diantara perusahaan startup yang telah berhasil. Tidak hanya di negaranya sendiri, melainkan di dunia.

Berikut ini 7 nama perusahaan startup lokal yang berhasil melambungkan namanya di seluruh dunia.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Go-Jek

gojek
Logo Gojek

Siapa yang tidak kenal dengan si hijau yang satu ini? Hadirnya Go-Jek di Indonesia sangat membantu masyarakat saat bepergian. Kemanapun dan kapanpun kita mau, kita dapat menghubungi bapak Go-Jek.

Go-Jek mulai beroperasi pada tahun 2011, tepatnya di Kota Jakarta. Namun, Go-Jek kini telah tersebar hampir di seluruh kota di Indonesia, termasuk di daerah terpencil sekalipun. Kehadiran Go-Jek juga diikuti dengan kehadiran jasa transportasi antar jemput lainnya. Akan tetapi, popularitas Go-Jek masih tetap berada di atas awan.

Tambahan fitur pada aplikasi Go-Jek sendiri juga sangat memanjakan konsumen. Selain fitur Go-Ride, masyarakat juga dapat menikmati fitur Go-Car, Go-Clean, Go-Glam, Go-Massage, Go-Food, Go-Box, Go-Mart, Go-Pulsa, Go-Shop, Go-Tix, Go-Med, Go-Auto, dan Go-Busway.

Suksesnya Go-Jek sudah terdengar hingga ke mata dunia. Kabarnya, perusahaan ini akan diboyong presiden ke Sillicon Valley. Modal yang diperoleh oleh Go-Jek untuk mengembangkan bisnisnya datang dari investor lokal dan investor asing.

Baca Juga: Pekerjaan Alternatif untuk Mencari Penghasilan Tambahan: Gojek VS GrabBike

2. Tokopedia

Logo Tokopedia
Logo Tokopedia via futureloka

Ide bisnis ini dicetuskan oleh William Tanuwijaya yang kini menjabat sebagai CEO Tokopedia. Pada awal berdirinya, banyak orang yang meremehkan William karena ia bukanlah anak dari seorang pebisnis. Namun, ledekkan orang lain malah membuat William Tanuwijaya bersemangat untuk mendirikan Tokopedia.

Ketekunan dan kerja keras William terbayarkan di tahun 2009, ketika Marketplace miliknya resmi didirikan dengan nama Tokopedia. Tokopedia merupakan salah satu e-Commerce terbesar di Indonesia. Sumber pendanaannya datang dari Sequoia dan Softbank.

3. HappyFresh

HappyFresh
HappyFresh via apps90.com

HappyFresh adalah sebuah aplikasi yang melayani delivery bahan makanan. HappyFresh sendiri bukanlah supermarket besar yang menyediakan bahan makanan. Melainkan aplikasi yang mempekerjakan masyarakat untuk membeli bahan makanan yang diperlukan oleh konsumen, lalu mengantarnya sampai ke tempat tujuan.

Mekanisme kerjanya sangatlah mudah. Pelanggan cukup memesan melalui aplikasi, setelah itu, semuanya akan diurus oleh para pekerja. Kini, HappyFresh telah hadir di berbagai negara di Asia Tenggara, seperti Kuala Lumpur, Bangkok, dan rencananya akan dibuka di Taipei.

4. Kudo

Logo Kudo
Logo Kudo via kiosdagangonline.wordpress.com

Kudo merupakan sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai perantara antara situs online dan offline yang ada di Indonesia. Pada awal pendirian, orang menggunakan Kudo untuk membeli barang-barang e-Commerce. Tujuan pembentukan Kudo yaitu untuk memperkenalkan situs-situs e-commerce yang ada di Indonesia. Beberapa waktu lalu, Kudo mengungkapkan kalau mereka akan menjadi salah satu aplikasi yang akan membawa masyarakat ke budaya belanja online. Akankah mereka berhasil?

5. Jualo

  Logo Jualo.com
Logo Jualo.com via Nsi-vc.jpg

Jualo merupakan situs belanja online terbesar di Indonesia. Popularitas Jualo kini meroket berkat kerja keras CEO untuk terjun langsung pada bisnisnya. Traffic situs Jualo sendiri mencapai jutaan pengunjung setiap bulannya. Meskipun persaingan antara Jualo dan situs e-commerce cukup ketat, Jualo tetap dapat mencatatkan rekor dengan total transaksi mencapai Rp1,35 triliun.

Pada saat ini, Jualo telah ikut berpartisipasi dalam organisasi Peduli Anak Foundation di Indonesia Timur. Hasil keuntungan yang diperoleh oleh Jualo sebagian besar akan disalurkan ke Foundation ini.

6. e-Fishery

Logo e-Fishery
Logo e-Fishery via e-fishery.com

e-Fishery merupakan perusahaan startup yang unik. Ide bisnis ini diperkenalkan oleh Gibran Chuzaefah Amsi Al Farizy yang merupakan seorang pebisnis ikan lele. Untuk medukung jalannya bisnis, ia meluncurkan inovasi terbaru mengenai teknologi pangan untuk ikan.

Produk yang diproduksi oleh e-Fishery berupa alat pemberi makan otomatis dan alat deteksi untuk mengukur nafsu makan ikan-ikan. Ide brilian ini akhirnya dilirik oleh salah satu perusahaan akuakultur dari Belanda, sekaligus menjadi perusahaan yang mendanai proses bisnis e-Fishery.

7. Bridestory

Logo Bridestory
Logo Bridestory via business.bridestory.com

Selain e-Fishery, Bridestory juga merupakan perusahaan startup yang cukup unik. Mengingat semua masyarakat di dunia akan berakhir ke jenjang pelaminan, mereka menghadirkan layanan sewa gaun pengantin sekaligus photoshootBridestory tidak hanya beroperasi di Indonesia. Namun, juga telah beroperasi di negara Singapura dan negara di kawasan Asia Tenggara lainnya. Sumber pendanaan yang diperoleh Bridestory berasal dari Rocket Internet.

Baca Juga: Jadi Karyawan di Startup Vs Korporasi, Ini Dia Plus dan Minusnya

Kerja Keras Merupakan Kunci Keberhasilan

Bisnis sekecil apapun pada akhirnya dapat berubah menjadi perusahaan raksasa bila dikelola dengan baik dan cara yang tepat. Tetap semangat, jangan putus asa, dan bekerja keraslah untuk mencapai kesuksesan.

Baca Juga: Mau Menjadi Startup Founder? Kuasai 9 Kemampuan Ini Dulu