7 Tips Investasi Ala Lo Kheng Hong, Dijamin Untung!

Lo Kheng Hong
Lo Kheng Hong via stockbit.blog.com

Bagi yang sudah bergabung dalam dunia investasi, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Lo Kheng Hong. Ya, ia acap kali disebut sebagai Warren Buffet dari Indonesia. Bagaimana tidak, sebagian besar harta kekayaan yang dimiliki Lo Kheng Hong berasal dari investasi saham. Sampai saat ini, jumlah kekayaan saham yang ia miliki telah mencapai Rp2,5 triliun. Jumlah yang fantastis, bukan?

Mau ikutan sukses seperti Lo Kheng Hong? Simak tips-tips investasi sebagai berikut:

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Pilih Perusahaan yang Memiliki ROE Tinggi

ROE (Return on Equity) adalah istilah yang digunakan untuk mengukur return yang diperoleh oleh suatu perusahaan dari total ekuitas yang digunakan. Semakin tinggi nilai ROE, maka kinerja perusahaan bisa dikatakan semakin bagus karena nilai profitabilitasnya yang tinggi. Agar return investasi Anda bagus, pilihlah perusahaan yang memiliki ROE tinggi. Bandingkan nilai ROE setiap perusahaan untuk menentukan satu perusahaan terbaik dalam berinvestasi.

Baca Juga: 8 Artis Ini Makin Tajir Berkat Investasi Saham

2. Perhatikan Tata Kelola Perusahaan

meeting
Perhatikan tata kelola perusahaan

Selain memperhatikan ROE, perhatikan pula tata kelola perusahaan tersebut. Baik buruknya tata kelola perusahaan akan tercermin dari laporan keuangan dan harga saham perusahaan itu sendiri. Apabila laporan keuangan baik dan harga sahamnya tinggi, dapat dipastikan kalau perusahaan memiliki tata kelola yang baik. Begitu juga sebaliknya.

Tata kelola sebuah perusahaan sangat menentukan kinerja perusahaan di masa mendatang. Apalagi dalam dunia investasi, dimana naik turunnya harga saham sama sekali tidak bisa diprediksi.

3. Bandingkan dengan Perusahaan Kompetitor

Nilai pasar suatu saham dan jumlah keuntungan yang diperoleh seorang investor bisa dilihat dari PBV (Prive per Book Value) dan PER (Price Earning Ratio). Dua elemen ini bisa dijadikan sebagai alat untuk mengukur harga saham perusahaan, apakah harga sahamnya overvalued atau undervalued.

Untuk investasi dalam jangka panjang, pilihlah perusahaan yang undervalued. Tapi, keputusan ini membutuhkan analisis yang lebih lanjut untuk memastikan bahwa harga perusahaan akan naik di kemudian hari.

4. Pastikan Kondisi Finansial Mendukung

rupiah
Pastikan kondisi finansial mendukung

Dengan modal Rp100.000 saja, Anda sudah bisa membeli satu atau dua lot saham. Tapi, keuntungan yang diperoleh dari satu atau dua lot saham sangat kecil, bahkan tidak bisa digunakan untuk membeli lot saham yang baru. Maka dari itu, Lo Kheng Hong sangat menyarankan agar investor mempunyai finansial yang mendukung sebagai modal untuk berinvestasi.

Selain itu juga pastikan uang yang digunakan untuk berinvestasi adalah uang sendiri, bukan uang orang lain apalagi pinjaman. Jika Anda kekurangan modal, apa salahnya untuk menabung dan belajar untuk hidup hemat.

5. Berani Mengambil Risiko Demi Keuntungan Besar

Jumlah keuntungan yang diperoleh sesuai dengan risiko yang Anda tanggung. Semakin besar keuntungan yang diharapkan, maka semakin besar risikonya. Sebaliknya, semakin kecil keuntungan, maka semakin kecil nilai risikonya.

Sebagai investor, Anda harus memberanikan diri untuk menanggung risiko investasi, baik kecil maupun besar. Seperti yang pernah dilakukan Lo Kheng Hong saat krisis pada tahun 1998 silam. Meski total kekayaannya tinggal 15%, tapi ia masih berani membeli saham, hingga akhirnya memperoleh untung yang sangat besar.

Baca Juga: 8 Alasan Ini Akan Membuat Anda Memilih Investasi Saham

6. Sabar, Fokus, dan Tetap Disiplin dalam Berinvestasi

fokus
Sabar, fokus dan tetap disiplin

Instrumen investasi sangat beragam. Ada saham, obligasi, emas, reksadana, deposito, valuta asing, dan masih banyak lagi. Namun, pusat perhatian Lo Kheng Hong hanya tertuju pada saham, sehingga ia bisa fokus mengamati perkembangan harga saham dan memaksimalkan peluang yang ada.

Selain fokus, Lo Kheng Hong juga menyarankan untuk tetap disiplin dan sabar saat berinvestasi. Karena pada dasarnya, memperoleh keuntungan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan proses yang sangat panjang, sehingga modal yang sangat minim bisa mendatangkan keuntungan maksimum.

7. Jangan Dengarkan Perkataan Orang Lain

Banyak orang yang mengatakan kalau investasi itu sangat sulit, rugi, dan lain sebagainya. Memang benar, tapi ketika Anda mau belajar dan terjun langsung ke dunia investasi, kesulitan dan kerugian itu bisa berubah menjadi kemudahan dan keuntungan di masa mendatang.

Apapun yang orang lain katakan mengenai investasi, sebaiknya jangan didengarkan. Apalagi jika orang tersebut ingin mengurungkan niat Anda dalam berinvestasi. Gunakan waktu luang untuk belajar dan mempertajam ilmu investasi. Caranya dengan mengikuti pelatihan dan seminar investasi. Bila perlu, belilah buku-buku yang membahas tentang dunia investasi, khususnya yang menyinggung saham.

Kalau Mau Untung, Harus Mau Belajar!

Mau seperti sosok Lo Kheng Hong yang kaya raya dari saham? Anda bisa memulainya dari sekarang. Selain modal, hal lain yang diperlukan adalah belajar, berdiskusi, dan mengikuti rangkaian pembelajaran unformal untuk mempertajam ilmu investasi. Jangan hanya mengharapkan untung yang besar kalau Anda saja tidak mau mengorbankan waktu untuk belajar. Semuanya harus disesuaikan, ya!

Baca Juga: Mau Bermain Saham? Investor Pemula Wajib Tahu ini