Ada Tilang Elektronik ETLE di Jakarta, Ini Pengertian dan Cara Mengurusnya

Wahai pengendara motor dan mobil, jangan asal ngegas saja kalau sedang di jalan raya. Sudah tahu belum, ada pemberlakuan tilang elektronik menggunakan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di ruas Jalan Sudirman-MH Thamrin? Kalau kedapatan melanggar lewat kamera pengawas atau CCTV, siap-siap dikirimi ‘surat cinta’ alias surat tilang elektronik.

Berlaku sejak 1 November lalu, sistem ETLE telah menjaring ratusan pelanggar. Dari jumlah tersebut, ada yang sudah diberikan surat tilang elektronik oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Bahkan ada juga yang telah merespons surat tersebut.

Bagi yang belum tahu mengenai sistem ETLE ini, bedanya dengan e-tilang, jenis pelanggaran yang bakal kena tilang, dan informasi lainnya, yuk simak fakta-faktanya berikut ini seperti dihimpun dari berbagai sumber:

Baca Juga: Mengenal E-Tilang, Layanan Tilang Berbasis Online dari Kepolisian

Anda Bingung Cari Kredit Mobil Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Kredit Mobil Terbaik! 

1. ETLE Beda dengan e-Tilang

ETLE Beda dengan e-Tilang
ETLE Beda dengan e-Tilang (Foto: Kompas.com) via gridoto.com

Mungkin banyak dari Anda yang bertanya apa sih bedanya ETLE dan e-tilang? Toh intinya sama-sama penindakan atas sebuah pelanggaran. Tapi ternyata beda banget. Pengertian ETLE adalah sistem yang memotret pelanggaran di jalan raya melalui kamera CCTV. Kamera pengintai tersebut tersambung langsung ke TMC Polda Metro Jaya.

Kalau ada pelanggaran yang ditemukan, petugas akan mencari data dari pelat nomor kendaraan pelanggar. Selanjutnya akan dikirimi bukti dan surat tilang ke alamat pemilik kendaraan sesuai dengan STNK. Termasuk pula besaran denda yang harus dibayar melalui bank. Nah, jadi tidak ada sama sekali tatap muka antara petugas dan pelanggar, sehingga mencegah pungutan liar (pungli).

Saat ini, Polda Metro Jaya sudah mengimbau daftar ulang kendaraan, seperti balik nama, ganti pemilik, ganti warna, dan pembelian kendaraan seken wajib mencantumkan alamat email dan nomor ponsel. Nantinya surat tilang tinggal dikirim via email.

Sedangkan e-tilang tahap awal menuju ETLE. Tilang online ini mengandalkan aplikasi berbasis Android yang sudah terpasang di ponsel anggota polisi. Petugas tidak lagi mencatat pelanggaran pada kertas, tapi di aplikasi tersebut sehingga lebih cepat. Kemudian, petugas mengarahkan pelanggar untuk membayar denda di bank yang sudah terkoneksi dengan aplikasi tersebut. Sayangnya, masih ada tatap muka antara petugas dan pelanggar untuk penerapan sistem e-tilang.

2. Empat Titik Jalan Diawasi Kamera CCTV

Untuk saat ini, kamera CCTV di Jakarta baru dipasang di ruas Jalan Sudirman-Thamrin, tepatnya di Bundaran Senayan, persimpangan Sarinah, Bundang Patung Kuda dekat Monas, dan simpang Harmoni. Kamera ini siap mengintai para pengendara 24 jam penuh.

Kalau Anda lewat di Sarinah, Thamrin contohnya, kamera yang terpasang cukup banyak. CCTV ini mengawasi kendaraan yang lewat dari segala sudut. Penerapan ETLE atau tilang elektronik akan meluas ke kota besar lain, di antaranya Semarang, Gresik dan Malang.

Baca Juga: Tata Cara Bayar E-tilang

3. Jenis Pelanggaran yang Kena Tilang ETLE

Nih buat yang suka nyerobot lampu merah, sekarang taati rambu lalu lintas deh daripada dapat ‘surat cinta’ dari polisi. Sistem ETLE akan merekam perilaku pengendara yang lalu lalang di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin. Pelanggaran yang diawasi, antara lain:

  • Pelanggaran ganjil-genap
  • Pelanggaran marka dan rambu jalan
  • Pelanggaran kecepatan
  • Pelanggaran jalur busway
  • Pelanggaran tata cara parkir dan berhenti
  • Menerobos lampu lalu lintas
  • Melawan arus
  • Tidak menggunakan helm
  • Tidak menggunakan sabuk pengaman
  • Menggunakan ponsel saat berkendara
  • Naik turun penumpang dan ngetem di sembarang tempat, dan
  • Bonceng lebih dari satu.

4. Tilang Berlaku untuk Kendaraan Pelat B, Non-Pelat B?

Tilang berbasis CCTV ini diterapkan untuk mobil dan motor berpelat B (Jabodetabek). Pasalnya sistem ETLE berhubungan dengan data kendaraan, jadi Dirlantas Polda Metro Jaya baru memiliki database pemilik motor dan mobil pelat B.

Meski demikian, bukan berarti kendaraan yang bukan pelat B bisa seenaknya. Tetap saja petugas di lapangan akan menindak pelanggaran dengan tilang manual. Bahkan rencananya Dirlantas Polda Metro Jaya akan mengkoneksikan sistem dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tahun depan, sehingga bisa menilang kendaraan di luar pelat B. Korlantas mempunyai seluruh data kendaraan di Indonesia.

5. Mekanisme Tilang Elektronik sampai Cara Membayar Denda

Mekanisme Tilang Elektronik sampai Cara Membayar Denda
Mekanisme Tilang Elektronik sampai Cara Membayar Denda via kompas.com

Mau tahu alur atau mekanisme sistem ETLE berjalan, mulai dari pelanggaran tertangkap kamera hingga cara mengurus tilang elektronik dan cara membayar denda:

  • Pelanggaran terekam kamera CCTV
  • Pengolahan data oleh petugas di back office TMC Polda Metro Jaya:

(1) Pengecekan identitas kendaraan di database registrasi kendaraan bermotor (ranmor);

(2) Membuat surat konfirmasi dan verifikasi; (3) Petugas mengirim surat konfirmasi beserta foto bukti pelanggaran ke alamat pemilik kendaraan yang melanggar sesuai dengan alamat STNK via pos, email atau SMS. Proses ini memakan waktu 3 hari setelah tanggal terjadinya pelanggaran

  • Data Klarifikasi:

(1) Surat konfirmasi diterima oleh pemilik kendaraan yang melanggar. Pelanggar memberi jawaban atas konfirmasi melalui http://etle-pmj.info/ atau lewat aplikasi Android ETLE-PMJ atau mengirim surat konfirmasi ke posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya;

(2) Pelanggar diberikan waktu selama 5 hari untuk melakukan konfirmasi benar tidaknya melakukan pelanggaran, konfirmasi subyek pengendara, atau konfirmasi kendaraan kalau sudah dijual pihak lain tapi belum balik nama;

  • Setelah konfirmasi, petugas akan kembali mengirim surat tilang biru kepada pelanggar sebagai bukti pelanggaran dan kode pembayaran virtual denda lewat bank
  • Anda bisa langsung membayar denda ke bank, lalu bukti pembayaran diserahkan ke polisi. Jadi Anda tidak perlu ikut sidang. Tapi jika Anda tetap merasa tidak bersalah dan ingin ikut sidang, maka diberi waktu 7 hari.

6. Tak Konfirmasi dan Bayar Denda, STNK Diblokir

  • Jika Anda melanggar, jangan main-main dengan surat konfirmasi yang sudah dikirim ke alamat Anda. Karena surat konfirmasi itu wajib dijawab seperti cara di atas. Apabila tidak merespons sampai batas yang sudah ditentukan, maka STNK Anda akan langsung diblokir sementara
  • Namun bila sudah mengonfirmasi ke pihak kepolisian, tapi tak membayar denda hingga waktu 7 hari setelah surat tilang biru dikirim, maka STNK akan diblokir sementara
  • STNK Anda baru bisa dibuka blokirnya jika Anda sudah membayar denda dan menyerahkan bukti pembayaran ke polisi.

Tertiblah Berlalu Lintas

Penyebab banyak kecelakaan di jalan raya, salah satunya karena pengendara tidak tertib berlalu lintas. Contohnya saja nerobos lampu merah. Pelanggaran tersebut bukan hanya membahayakan Anda, tapi juga pengendara lain. Bisa jadi nyawa taruhannya. Jadi, taati setiap aturan lalu lintas di jalan raya, agar aman berkendara. Hal lain yang tak kalah penting adalah asuransikan diri, dan lindungi kendaraan Anda dengan asuransi mobil atau motor dari risiko kecelakaan maupun musibah yang bisa terjadi kapan saja.

Baca Juga: Perpanjang SIM Lebih Mudah dan Praktis Secara Online