Antisipasi Buruknya Pelayanan BPJS dengan Langkah Berikut

Kehadiran Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi bukti keseriusan Pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan menyediakan alternatif selain menggunakan asuransi kesehatan. Setiap orang pun diwajibkan menjadi peserta BPJS agar bisa menikmati layanan yang satu ini. Sayangnya, BPJS masih saja menuai keluhan dari masyarakat.

Hal tersebut bisa menjadi bukti bahwa BPJS masih jauh dari kata layak. Padahal, BPJS menyatakan harapannya pada 2019 nanti semua orang telah menjadi peserta. Banyaknya keluhan tentu tidak datang tanpa alasan. Bahkan, ini telah terlihat sejak BPJS Kesehatan mulai beroperasi. Anda mungkin bertanya-tanya dalam hati, apakah problem-problem tersebut bisa terselesaikan?

Sayangnya, di beberapa wilayah dari tahun ke tahun, BPJS Kesehatan tetap memberikan pelayanan yang masih sama buruknya dibandingkan dengan asuransi. Beberapa poin di bawah ini menjadi kendala terbesar bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memuaskan dari BPJS Kesehatan.

Baca Juga: BPJS Kesehatan, Apa Kelebihan dan kekurangannya?

1. Sistem Rujukan Berjenjang

Rujukan BPJS Kesehatan

Alur Sistem Rujukan Berjenjang BPJS Kesehatan via dokter.legawa.com

 

Hal ini kerap menjadi masalah. Peserta baru bisa mendapatkan penanganan di rumah sakit atau dokter spesialis jika telah mendapatkan surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan (Faskes) I (Puskesmas, dokter keluarga, atau klinik yang masuk daftar BPJS), kecuali pasien yang dalam kondisi gawat darurat.

Jika masalah kesehatan dapat ditangani di Faskes I, hal ini tidak masalah. Namun, jika membutuhkan rujukan, peserta harus mendapatkan surat rujukan terlebih dahulu. Baru kemudian mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit yang dipilih.

2. Pemilihan Faskes yang Terbatas

Faskes I BPJS Kesehatan

Faskes I BPJS Kesehatan via mediakom.sehatnegeriku.com

 

Pemilihan Faskes yang terbatas juga menjadi kendala lainnya. Peserta hanya bisa memilih satu Faskes saja meskipun BPJS Kesehatan telah memiliki sejumlah Faskes yang cukup banyak. Terlebih kalau ternyata rumah peserta berada jauh dari lokasi Faskes, hal ini akan menjadi kesulitan tersendiri.

3. Rumah Sakit dan Fasilitas yang Terbatas

Kamar Kelas I BPJS Kesehatan

Kamar Kelas I di Rumah Sakit via rs-tuguibu.com

 

Peserta hanya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Di luar itu, penggunaan BPJS Kesehatan tidak berlaku di rumah sakit yang tidak terdaftar. Di rumah sakit peserta juga mengalami sejumlah kesulitan dalam mengakses berbagai fasilitas, misalnya kamar yang dibilang telah penuh terisi, antrean yang panjang, sejumlah obat yang tidak ditanggung, dan berbagai masalah lainnya.

Bukan hanya itu, lambatnya pembayaran yang dilakukan pihak BPJS Kesehatan kepada pihak rumah sakit yang menjadi tempat rujukan peserta BPJS dianggap menjadi salah satu alasan mengapa pelayanan pihak rumah sakit begitu buruk terhadap pasien.

Atasi dengan Langkah yang Tepat

Berbagai masalah yang terjadi dalam pelayanan BPJS Kesehatan tentu menjadi alasan yang tepat bagi Anda dalam mengambil langkah antisipasi sejak awal. Jangan sampai Anda mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan nantinya. Beberapa langkah ini dapat Anda lakukan sebagai antisipasi terhadap buruknya pelayanan BPJS Kesehatan.

1. Gunakan Asuransi Kesehatan Mandiri

Asuransi Kesehatan Terbaik

Asuransi Kesehatan via mullinsinsurancegroup.com

 

Jika Anda merasa bahwa pelayanan BPJS Kesehatan tidak mampu memenuhi kebutuhan, langkah yang paling tepat adalah menggunakan layanan kesehatan lainnya seperti dari perusahaan asuransi swasta yang terkenal yaitu Prudential, Allianz, Sinarmas, atau Cigna. Belilah asuransi kesehatan sendiri yang layanannya sesuai dengan kebutuhan. Sementara BPJS Kesehatan yang Anda miliki bisa digunakan untuk opsi kedua bila sewaktu-waktu uang asuransi Anda habis.

2. Gunakan Koordinasi Manfaat BPJS dan Asuransi Kesehatan Swasta

Kartu Peserta BPJS Kesehatan

Kartu Peserta BPJS Kesehatan via republika.co.id

 

Sistem ini bisa Anda gunakan jika BPJS Kesehatan tidak menanggung fasilitas yang Anda butuhkan. Misalnya, penggantian kelas kamar ke kelas yang lebih tinggi (di atas standar BPJS). Selisih biayanya bisa Anda tagihkan kepada asuransi kesehatan lainnya yang Anda gunakan. Namun, sebelum menggunakan fasilitas ini, pastikan asuransi kesehatan Anda sudah terkoordinasi dengan layanan BPJS Kesehatan agar Anda tidak mengalami kesulitan ketika mengajukan klaim.

3. Ikuti Sistem Cash Plan

Cash Plan BPJS Kesehatan Asuransi

Manfaatkan Cash Plan via healthimpactnews.com

 

Cash plan merupakan santunan harian yang akan dibayarkan pihak asuransi jika sewaktu-waktu peserta membutuhkan pelayanan kesehatan dan masuk ke rumah sakit. Jumlah santunan ini akan tetap dan relatif mudah untuk diklaim. Jika menggunakan asuransi dengan sistem ini, Anda hanya perlu menunjukkan berapa lama Anda dirawat di rumah sakit. Selanjutnya, pihak perusahaan asuransi akan mengganti biaya perawatan Anda di sana, sesuai dengan waktu perawatan dan juga manfaat rawat inap yang telah ditetapkan mereka.

Perlu Anda pahami dengan baik sejak awal bahwa jumlah manfaat rawat inap ini terbilang cukup kecil sehingga tidak akan cukup untuk meng-cover biaya perawatan. Jika digunakan bersamaan dengan BPJS Kesehatan, jumlah ini cukup untuk menutupi selisih biaya yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Cara Berobat Dengan BPJS, Bagaimana Prosedurnya?

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Sesuaikan dengan Kebutuhan

Mengingat penggunaan BPJS Kesehatan akan menjadi hal yang wajib bagi masyarakat, ada baiknya Anda mulai mempertimbangkan langkah yang tepat untuk mengantisipasi pelayanannya yang belum maksimal. Langkah-langkah di atas bisa digunakan sebagai cara untuk mengantisipasi. Ingat, selalu cermati dan ketahui kebutuhan Anda sebelum menjalankan langkah-langkah tersebut agar manfaatnya nanti sesuai dengan yang diharapkan.

Baca Juga: Syarat-Syarat Perubahan Data BPJS Kesehatan