Apa yang Perlu Diketahui dari Inklusi Keuangan? Cek di Sini

Inklusi keuangan. Pernah mendengar sebelumnya? BI dan OJK adalah dua lembaga yang berupaya untuk mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia. Sebab akan besar manfaatnya nanti bagi kita semua. Kalau benar-benar terwujud, manfaat seperti apa yang akan diterima?

Diberitakan bahwa Indonesia menjadi negara terbaik se-Asia Pasifik dalam pencapaian inklusi keuangan. Buktinya, Indonesia diberikan penghargaan Global Inclusion Award 2017. Prestasi tersebut adalah tolok ukur dari sejauh mana upaya dalam merealisasikan inklusi keuangan. Jika benar-benar sepenuhnya tercapai, inklusi keuangan diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

Karena itu, Negara bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berusaha agar target inklusi keuangan terpenuhi. Dalam pelaksanaannya, keterlibatan banyak pihak sangat diharapkan untuk mendorong program ini. Sebagai bagian dari masyarakat yang perannya diperhitungkan dalam inklusi keuangan, apa saja yang perlu diketahui dari berjalannya program ini?

Baca Juga: 3 Langkah Merancang Peta Keuangan Pribadi

Sudah Tahukah Apa Itu Inklusi Keuangan?

Inklusi Keuangan
Ilustrasi Inklusi Keuangan via shutterstock.com

Definisi inklusi keuangan berdasarkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif dari Bank Indonesia memiliki pengertian yaitu hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan terjangkau biayanya dengan penghormatan penuh kepada harkat dan martabatnya.

Pada hakikatnya, layanan keuangan tersedia bagi seluruh segmen masyarakat dari berbagai daerah dan wilayah. Sementara itu, visi nasional keuangan inklusif dari BI dirumuskan, yakni mewujudkan sistem keuangan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, pemerataan pendapatan, dan terciptanya stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

Faktanya, hingga saat ini akses keuangan di Indonesia masih belum merata. Menurut data Global Findex 2014, tercatat orang Indonesia yang memiliki akses dengan lembaga keuangan hanya sekitar 36%, sisanya masih tergolong unbankable atau belum tersentuh akses keuangan.

Atas dasar inilah, Negara berkeinginan meningkatkan akses keuangan di semua lapisan masyarakat. Hal ini telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 Tahun 2016 yang juga menjadi awal dari langkah menjalankan program inklusi keuangan.

Kelak dengan terwujudnya inklusi keuangan, jumlah masyarakat yang menabungkan uangnya meningkat, yang menginvestasikan dananya bertambah, mencari modal usaha dari bank, dan memproteksi diri dengan asuransi. Dengan begitu, diharapkan ekonomi akan bertumbuh dengan baik, angka kemiskinan berkurang, dan kesenjangan menyempit.

Keuntungan dari Inklusi Keuangan

Inklusi Keuangan
Inklusi Keuangan Memberikan Sejumlah Keuntungan via shutterstock.com

Apabila inklusi keuangan terwujud, berbagai keuntungan akan dirasakan. Inilah keuntungan-keuntungan dari inklusi keuangan seperti yang dikutip dari www.bi.go.id.

  1. Meningkatkan efisiensi ekonomi.
  2. Mendukung stabilitas sistem keuangan.
  3. Mengurangi shadow banking atau irresponsible finance.
  4. Mendukung pendalaman pasar keuangan.
  5. Memberikan potensi pasar baru bagi perbankan.
  6. Mendukung peningkatan Human Development Index (HDI) Indonesia.
  7. Berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional yang sustain dan berkelanjutan.
  8. Mengurangi kesenjangan (inequality) dan rigiditas low income trap sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya berujung pada penurunan tingkat kemiskinan.

Baca Juga: Pahami Pentingnya Melek Keuangan dengan Cara Ini

Gerakan untuk Mewujudkan Inklusi Keuangan

Menabung menjadi tanda dari berjalannya inklusi keuangan. Gerakan “Ayo Menabung” yang dikampanyekan OJK merupakan cara agar masyarakat terdorong untuk memakai layanan keuangan (finansial/perbankan). Apa saja gerakan-gerakan menabung yang sudah berjalan di Indonesia?

1. Menabung di SimPel/SimPel iB

Simpanan Pelajar
Sosialisasi Tabungan Simpel via berau.prokal.co

SimPel yang merupakan singkatan dari Simpanan Pelajar merupakan bentuk tabungan yang dikhususkan untuk pelajar. Tabungan SimPel tersedia di banyak bank nasional di Indonesia, seperti Mandiri, BNI, BRI, BCA, BTN, Bank Permata, BJB, dan Bank Jatim.

Selain itu, beberapa bank syariah juga menyediakannya, seperti Muamalat, Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, BCA Syariah, dan Bank Panin Syariah.

Membuka Tabungan SimPel terbilang mudah dan menguntungkan karena:

  • Setoran awal yang ringan dimulai dari Rp5.000.
  • Setoran selanjutnya minimal Rp1.000.
  • Bebas biaya administrasi bulanan.
  • Saldo maksimum tidak dibatasi.
  • Rekening tidak lagi aktif bila tidak bertransaksi selama 12 bulan berturut-turut.
  • Biaya penalti saat berstatus dormant yang ringan hanya Rp1.000 per bulan.
  • Penarikan, penyetoran, atau pindah buku dilayani di sekolah dan semua chanel
  • Fitur sederhana dan menarik serta disesuaikan dengan kebutuhan pelajar.

Perbedaan yang tampak jelas dari Tabungan SimPel dengan tabungan pada umumnya adalah tidak adanya bunga sebagai keuntungan pada Tabungan SimPel. Sebagai gantinya, ada program reward sesuai ketentuan bank.

2. Yuk Nabung Saham

Yuk Nabung Saham
Yuk Nabung Saham via infobanknews.com

Dikampanyekan Bursa Efek Indonesia (BEI), “Yuk Nabung Saham” merupakan cara menarik minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal dengan secara teratur membeli saham. Berangkat dari data September 2015, jumlah investor aktif di Indonesia saat itu sebesar 30%. Melihat fakta itulah BEI kemudian melakukan kampanye yang kemudian dikenal sebagai “Yuk Nabung Saham”.

Sejak kampanye “Yuk Nabung Saham” dari data Desember 2016, jumlah investor aktif di Indonesia meningkat menjadi 35% dari total investor pasar modal di Indonesia. Ada sejumlah alasan menurut BEI kenapa menabung saham itu menguntungkan.

  • Tahan terhadap inflasi.
  • Menyelamatkan masa depan karena keuntungannya terus bertumbuh.
  • Mewujudkan keinginan dengan return yang didapat.

Cara untuk membuka tabungan saham terbilang mudah sebagaimana yang diinformasikan idx.co.id.

  1. Siapkan dokumen pribadi: fotokopi KTP, NPWP (jika ada), halaman depan buku tabungan, dan materai Rp6.000 (2 lembar).
  2. Isi formulir di perusahaan sekuritas yang dipilih.
  3. Setorkan dana awal ke nomor rekening dana investor.
  4. Siap berinvestasi.

Perlu diketahui dengan modal Rp100.000, Anda telah bisa memiliki tabungan saham.

3. Ayo Menabung Emas

Ayo Menabung Emas Pegadaian
Ayo Menabung Emas dari Pegadaian via adrianadian.com

Ajakan menabung juga dikampanyekan Pegadaian. Namun, bukan tabungan uang atau saham, melainkan tabungan emas. Karena harga emas 1 gram sekitar Rp500.000, bukan berarti kalau tidak memiliki uang dalam jumlah banyak, tidak bisa menabung emas. Justru tabungan emas membantu orang-orang dengan modal minim untuk memiliki emas.

Caranya bagaimana? Dengan menyisihkan uang dan ditabung, nasabah bisa memiliki emas yang berada dalam penguasaan Pegadaian sampai beratnya mencapai berat tertentu. Jika memerlukan dananya, Anda harus menabungkan dana hingga setara dengan harga 1 gram emas.

Sementara jika dana yang ditabungkan ingin ditukar dengan emas batangan, Anda bisa melakukan order cetak emas mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram. Lalu, bagaimana cara membuka rekening tabungan emas? Anda bisa langsung melihatnya di pegadaian.co.id dan melengkapi formulir pendaftarannya dengan fotokopi KTP.

4. Menabung untuk Masa Depan

Dana Pensiun
Ilustrasi Dana Pensiun via shutterstock.com

Gerakan menabung yang satu ini bertujuan agar banyak yang mau mempersiapkan dana pensiun. OJK memandang perlu masyarakat memiliki dana pensiun agar masa depannya terjamin. Dengan begitu, masyarakat yang bekerja tidak khawatir akan nasibnya setelah pensiun. Tidak cemas darimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan tidak takut menghadapi masa pensiun.

Selama ini program pensiun yang sudah berjalan dan wajib adalah program dari BPJS Ketenagakerjaan. Ada dua program dari BPJS Ketenagakerjaan yang terkait dengan pensiun: Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun.

Selain program BPJS Ketenagakerjaan, ada pilihan lain dalam mempersiapkan tabungan untuk masa depan, yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Untuk yang satu ini, sifatnya tidak wajib sehingga keikutsertaanya tergantung pada perusahaan atau pemberi kerja. Namun, tenang Anda bisa menyiapkan DPLK sendiri tanpa perlu keterlibatan perusahaan.

Ingat, besar atau kecilnya dana pensiun, baik melalui BPJS Ketenagakerjaan dan DPLK yang didaftarkan perusahaan, bergantung pada besar kecilnya gaji yang diterima. Makin besar gaji yang diterima, makin besar tabungan masa depan yang dipersiapkan.

Yuk, Berpartisipasi Mewujudkan Inklusi Keuangan

Inklusi keuangan yang terus diupayakan Negara akan pasti tercapai jika banyak pihak yang terlibat atau berpartisipasi. Praktik inklusi keuangan bagi keuangan pribadi dapat menumbuhkan sikap positif dalam mengelola keuangan. Anda bisa memulai dengan membuka tabungan, pilih tabungan yang sesuai dengan tujuan Anda, apakah itu menabung di bank, menabung saham, emas ataupun tabungan pensiun.

Pahami dan miliki akses keuangan untuk kehidupan yang lebih baik pada masa depan. Tak perlu ragu lagi, ada banyak sumber informasi keuangan yang bisa dipelajari, misalnya melalui cermati.com. Tempat di mana Anda bisa mendapatkan akses informasi keuangan terkini secara gratis.

Baca Juga: Mengelola Keuangan Saat Kondisi Ekonomi Memburuk