Apakah Keuangan Anda Sehat? Cek di Sini

Melakukan cek kesehatan finansial merupakan salah satu langkah yang penting untuk dilakukan. Untuk memastikannya, lakukan pengecekan secara berkala dalam keuangan Anda.

Kesehatan keuangan Anda tentu akan sangat berpengaruh pada kehidupan secara keseluruhan. Sehingga, sangat tepat jika Anda memang memiliki agenda tetap untuk melakukan cek keuangan ini. Tujuannya, yang pasti adalah untuk bisa mengetahui kondisi mutakhir keuangan Anda.

Ini diperlukan guna membantu Anda mengambil keputusan, serta menangani berbagai masalah yang terjadi di dalam keuangan tersebut. Jika Anda mengetahui keadaan keuangan secara jelas, maka berbagai keputusan yang akan diambil mengenai keuangan juga akan lebih tepat sasaran.

Hal ini tentu akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan mengambil keputusan tanpa melihat secara jelas keadaan keuangan secara keseluruhan. Jika melihat bagaimana pentingnya manfaat cek kesehatan keuangan, maka tentu akan sangat diperlukan untuk tidak diabaikan.

Untuk mengetahui dan memastikan kondisi keuangan Anda sehat, perhatikan hal-hal berikut:

Anda Bingung Cari Produk Kredit Multi Guna Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KMG Terbaik! 

1. Kapan Waktu Cek Kesehatan Keuangan Harus Dilakukan?

Keuangan Sehat
Lakukan cek kesehatan keuangan Anda secara rutin

Pada dasarnya, kesadaran masyarakat Indonesia untuk melakukan cek kesehatan keuangan ini masih relatif cukup rendah, walau sebenarnya ini sangat penting dan memberikan banyak manfaat. Tentu, hal ini sangat disayangkan, terutama bagi mereka yang mengalami masalah keuangan cukup serius dan membutuhkan penanganan khusus dalam waktu cepat.

Lakukan cek kesehatan keuangan Anda setidaknya 4 kali dalam setahun. Artinya, melakukan review kondisi keuangan secara berkala setiap 3 bulan sekali. Ini akan memudahkan untuk segera melakukan perubahan alokasi jika diperlukan, dan permasalahan keuangan tidak berlarut-larut.

Namun, ada kalanya Anda perlu melakukan cek keuangan di luar periodik tersebut, namun pada saat momen-momen tertentu seperti pasca melangsungkan pernikahan, musibah, kenaikan gaji, bahkan setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), dan masih banyak lagi.

Dalam menghadapi beberapa peristiwa di atas, cek kesehatan keuangan sangat perlu dilakukan dengan segera, agar berbagai tindakan, penyesuaian dan juga keputusan yang penting di dalam keuangan dapat segera dilakukan dengan tepat.

Baca Juga: 4 Tipe Kepribadian dalam Mengelola Keuangan

2. Data Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Cek Kesehatan Keuangan?

Gaji
Ilustrasi menerima gaji setiap bulannya

Dalam melakukan cek kesehatan keuangan, Anda tentu akan membutuhkan data yang lengkap terkait dengan keuangan Anda secara keseluruhan. Berbagai komponen data inilah yang akan menjadi dasar pemeriksaan kondisi keuangan Anda. Beberapa data yang harus dilengkapi saat akan melakukan cek kesehatan keuangan adalah:

  • Jumlah pendapatan

Hal yang pertama sebagai alat untuk cek keuangan adalah besaran pendapatan yang diperoleh setiap bulannya. Data dari penghasilan Anda ini sangat diperlukan karena dari sinilah hitungan itu dimulai. Data dari pendapatan ini meliputi dari besaran gaji atau penghasilan dari hasil usaha, maupun pendapatan lainnya berupa Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus.

  • Aset yang dimiliki

Data pendukung cek kesehatan keuangan berikutnya adalah nilai aset yang Anda miliki. Setidaknya, Anda harus tahu berapa banyak jumlah harta kekayaan yang ada, baik itu aset lancar maupun aset tidak lancar dan juga aset dari investasi Anda. Perhitungan jumlah keseluruhan aset ini akan sangat penting untuk melihat kondisi dan juga kemampuan keuangan terkini yang Anda miliki.

  • Apa tujuan keuangan yang ditetapkan

Tujuan keuangan yang Anda pilih juga menjadi komponen dalam melakukan cek kesehatan keuangan. Sebab, seperti apa tujuan keuangan yang sudah ditetapkan sejak awal, nantinya akan mempengaruhi kondisi keuangan Anda. Selain itu, kondisi keuangan Anda saat ini tentunya juga harus disesuaikan untuk bisa mencapai berbagai tujuan keuangan yang Anda tetapkan itu.

  • Berapa utang yang ada

Data yang diperlukan untuk cek kesehatan keuangan lainnya adalah besaran utang yang Anda miliki. Ini penting karena utang merupakan kewajiban yang harus dikembalikan, dan itu tentunya mengambil sejumlah uang dari pendapatan yang diterima. Ada banyak utang yang harus dimasukkan dalam komponen cek kesehatan keuangan ini, seperti KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), KTA (Kredit Tanpa Agunan), kartu kredit, dan utang lain di luar perbankan, misalnya pinjam ke saudara, teman, dan lainnya.

  • Besaran pengeluaran

Di dalam data ini, semua pengeluaran tercatat secara detail, yang sangat menunjang pengecekan keuangan dengan baik. Catatan pengeluaran ini meliputi berbagai pos, seperti biaya kebutuhan pokok bulanan, biaya tagihan rutin misalnya listrik, air, dan lainnya, kemudian biaya Pendidikan anak, kesehatan atau asuransi, dan biaya-biaya pengeluaran lainnya. Oleh karena itu, data pengeluaran ini sifatnya wajib dipenuhi untuk mengecek keuangan.

Baca Juga: Tujuan Keuangan: Bagaimana Cara Menyusunnya?

3. Bagaimana Perhitungkan Kesehatan Keuangan Anda?

Kredit Rumah
Berapa rasio cicilan Anda?

Setelah beberapa komponen penunjang yang dibutuhkan untuk cek kesehatan keuangan, maka berikutnya adalah bagaimana cara memperhitungkan kesehatan keuangan tersebut. Setelah beberapa data di atas lengkap dan diketahui dengan jelas jumlahnya, maka Anda bisa dengan mudah memeriksa kondisi kesehatan keuangan Anda.

Simak beberapa perhitungan kesehatan keuangan didasarkan pada rasionya untuk mengetahui kondisi keuangan Anda:

  • Rasio utang konsumtif

Rasio utang konsumtif adalah semua bentuk pinjaman (utang) yang timbul di dalam keuangan Anda dengan tujuan konsumtif dan tidak menghasilkan apa-apa. Misal, tagihan belanja bulanan dari kartu kredit, berbagai cicilan produk elektronik, tagihan dana liburan, dan masih banyak lagi.

Nah, perhitungan rasio ini akan menunjukkan perbandingan antara nilai keseluruhan utang konsumtif Anda dengan nilai keseluruhan pendapatan tetap Anda per bulannya. Jadi, perhitungannya adalah total utang konsumtif dibagi total pendapatan bulanan.

Contoh: utang konsumtif Rp2.000.000 : total pendapatan bulanan Rp10.000.000 = Rasio utang konsumtif 0,2. Maka, kondisi keuangan ini cukup sehat karena rasio utang konsumtif baik.

  • Rasio cicilan

Rasio cicilan ini akan menghitung perbandingan antara jumlah keseluruhan cicilan bulanan dengan jumlah keseluruhan pendapatan tetap bulanan. Cicilan ini meliputi berbagai kebutuhan, seperti cicilan rumah (KPR), cicilan kendaraan motor/mobil (KKB), dan lainnya. Besaran cicilan ini maksimum 30% dari total penghasilan tetap bulanan Anda. Artinya, jika Anda memiliki total cicilan lebih dari 30% penghasilan bulanan, maka kondisi keuangan tidaklah sehat.

Perhitungannya adalah Total cicilan bulanan : Total pendapatan tetap bulanan x 100%

Misal, Rp3.000.000 : Rp10.000.000 x 100% = 0,3% Maka rasio cicilan Anda cukup sehat.

  • Rasio dana darurat

Rasio dana darurat akan menghitung perbandingan antara jumlah aset lancar dengan jumlah biaya tetap bulanan Anda. Aset lancar merupakan bentuk aset yang mudah dicairkan atau diuangkan, misal dana tunai, deposito, tabungan, emas, dan lainnya.

Sedangkan biaya tetap bulanan adalah jumlah pengeluaran tetap yang Anda butuhkan untuk menopang hidup Anda selama sebulan penuh, misal kebutuhan pokok, tagihan listrik, biaya Pendidikan anak, dan lainnya.

Nah, nilai rasio untuk Anda yang masih berstatus lajang adalah 6, sedangkan untuk Anda yang telah menikah dan memiliki tanggungan adalah 12. Artinya, aset lancar yang tersedia harus bisa menghidupi Anda selama 6 bulan bila lajang dan 12 bulan jika sudah menikah.

Perhitungannya adalah Total aset lancar : Total biaya tetap bulanan

Misal, Rp100.000.000 : Rp5.000.000 = 20, maka rasio dana darurat Anda sangat aman.

  • Rasio biaya terhadap pendapatan

Rasio ini akan menghitung perbandingan antara jumlah keseluruhan biaya bulanan dengan jumlah keseluruhan pendapatan tetap bulanan Anda. Ini akan menunjukkan kemampuan keuangan Anda dan juga cara Anda mengelola pengeluaran serta keuangan itu sendiri.

Perhitungannya adalah Totall biaya tetap bulanan : Total pendapatan tetap bulanan

Misal, Rp5.000.000 : Rp10.000.000 = 0,5, artinya kemampuan keuangan Anda cukup baik.

Rutinlah Cek Kesehatan Keuangan dan Jadilah Merdeka Finansial

Melakukan cek kesehatan keuangan adalah salah satu langkah yang bisa Anda tempuh untuk membantu serta mengelola keuangan dengan cara yang tepat. Hal ini juga akan membantu Anda dalam mengambil berbagai keputusan penting di dalam keuangan Anda. Lakukan cek keuangan ini secara rutin, sehingga keuangan bisa terkendali dengan baik, dan jadikan diri Anda merdeka finansial.

Baca Juga: Inilah Pentingnya Punya Perencanaan Keuangan