Asuransi Kesehatan 99 tahun, Pilih Unit Link atau Jiwa?

Baik asuransi jiwa maupun unit link keduanya cocok untuk orang yang sudah lanjut usia. Sebagai nasabah Anda harus memahami perbedaan keduanya agar bisa mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan. Secara definitif ada perbedaan mendasar diantara keduanya yaitu:

  • Asuransi jiwa merupakan asuransi yang bertujuan menanggung  terhadap kerugian finansial tidak terduga yang disebabkan karena tertanggung meninggal terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama.
  • Asuransi unit link adalah produk perusahaan asuransi jiwa yang memiliki fungsi proteksi dan investasi. Asuransi jenis ini juga memberikan manfaat tambahan (rider) dalam bentuk perlindungan terhadap risiko kesehatan.

Jadi manfaat asuransi jiwa baru bisa dirasakan saat tertanggung meninggal dunia sedangkan asuransi unit link bisa dirasakan selama peserta ikut program asuransi. Asuransi unit link sendiri sebenarnya juga dalam bentuk asuransi jiwa dengan tambahan manfaat proteksi kesehatan. Perbedaan lainnya adalah:

  • Manfaat asuransi jiwa dapat diambil setelah tertanggung mencapai usia 99 tahun atau meninggal sebelum usia itu. Dengan kondisi seperti ini maka uang tunai tabungan bisa diambil.
  • Manfaat asuransi jiwa bisa didapatkan sesuai dengan ketentuan di atas, sedangkan manfaat lain bisa diambil tidak harus ikut ketentuan di atas.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Pahami Produk dengan Baik agar Tidak Menimbulkan Salah Paham

Pahami Produk Asuransinya sebelum Memutuskan Menggunakannya

Pahami Produk Asuransinya sebelum Memutuskan Menggunakannya

Dalam formulir permohonan yang diajukan agen asuransi akan diberi gambaran jangka waktu atau lama pembayaran polis beserta jangka waktu pertanggungan. Apabila berminat, minta agen asuransi menjelaskan secara detail. Faktanya, sebagian klien yang mengambil layanan tambahan tersebut kurang memahami apa arti pertanggungan dan cakupan perlindungan dari fitur ini.

Biasanya saat memilih polis asuransi dengan pembayaran premi selama 10 tahun kebanyakan dari kita akan berfikir kita akan ter-cover dalam urusan kesehatan selamanya. Pada kenyataanya perlindungan tersebut memiliki batas waktu tertentu. Silahkan baca kembali ketentuan polis asuransi yang Anda ambil.

Besarnya uang premi yang dibayarkan perbulannya akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Semakin tua maka, semakin meningkat hal tersebut didasarkan pada kemungkinan penyakit atau risiko yang menyerang usia lanjut lebih besar.

Nominal uang premi untuk pembayaran asuransi kesehatan biasanya berubah secara berkala. Biasanya akan ada negosiasi kembali antara nasabah dengan agen dalam merencanakan pembayaran premi. Dalam memilih asuransi unit link atau asuransi kesehatan tanyakan pada agen asuransi seputar fitur tambahan yang akan Anda ambil, seperti perlindungan kecelakaan dan sakit keras.

Ilustrasi Asuransi sampai 99 Tahun, Asuransi Jiwa dan Asuransi Unit Link

Produk asuransi memang paling kreatif dan banyak modelnya. Jangan sampai bingung dan salah dalam memilih produk sesuai kebutuhan. Salah satu produk yang dipasarkan dan sering membuat bingung adalah asuransi 99 tahun, asuransi jiwa dan unit link. Konsep produk ini seperti dijelaskan di atas. Untuk lebih mudah memahaminya, berikut ini ilustrasinya:

Seorang bapak mengambil produk asuransi kesehatan murni. Karena asuransi kesehatan murni maka jika terjadi risiko meninggal misalnya, maka tidak ada uang pertanggungan yang dibayarkan ke nasabah tersebut atau dengan kata lain tidak ada warisan yang diberikan bapak tersebut ke anaknya jika meninggal. Bapak tersebut juga harus membayar asuransi kesehatannya seumur hidup.

Jika bapak tersebut ingin mendapatkan proteksi sekaligus menabung, maka bisa menggunakan jenis asuransi jiwa dengan manfaat tambahan berupa perlindungan kesehatan. Asuransi jenis ini dinamakan unit link dengan bahasa pemasaran memberikan proteksi kesehatan sampai usia 99 tahun. Setelah usia 99 tahun manfaat uang yang ditabung tersebut bisa diambil.

Baca Juga: Ini yang Sangat Penting Diketahui dari Sistem Rujukan BPJS Kesehatan

Tips Memilih Produk Asuransi yang Tepat

tips memilih asuransi kesehatan
Tips Memilih Asuransi Kesehatan

Masih bingung mau memilih produk asuransi apa yang tepat? Banyaknya jumlah produk asuransi membuat Anda harus jeli. Untuk memudahkan beberapa tips di bawah ini bisa membantu Anda memilih asuransi kesehatan yang tepat.

1. Sesuaikan Kebutuhan

Semakin banyak produk dan fitur asuransi kesehatan kerap membuat kita bingung. Pahami kembali kebutuhan beserta kemampuan finansial masing-masing.

Contoh paling mudah biasanya menggunakan fasilitas kamar yang sesuai dengan kebutuhan klien (misal, kamar kelas I fasilitas kamar, obat dan visit dokter dalam satu hari di RS tertentu sebesar Rp200.000) setelah itu pilih asurani yang sesuai.

2. Pertimbangkan Manfaat yang Anda Terima

Pertimbangkan manfaat balik dari asuransi untuk Anda. Contoh : adanya ketersediaan dana dalam jumlah besar dan selalu siap setiap waktu untuk memfasilitasi pembayaran perawatan. Pastikan persyaratan saat mengambil dana tersebut juga mudah. Sebagai contoh : melampirkan beberapa kwitansi, KTP dan bukti otentik terkait.

3. Mengetahui Cakupan Kerjasama Lembaga Kesehatan dengan Pihak Asuransi

Pilih asuransi yang jelas-jelas menyediakan layanan yang mudah dijangkau atau berada di sekitar tempat tinggal. Karena tidak semua asuransi bekerjasama dengan lembaga layanan kesehatan. Pahami pula jenis perawatan yang diberikan pihak pelayanan kesehatan. Umumnya ada dua jenis perawatan yang ditawarkan asuransi

  • Rawat inap
  • Rawat jalan
  • Persalinan dan perawatan gigi (*asurasni tertentu. Contoh : BPJS)
  • Dan layanan lainnya

4. Sesuaikan dengan Keadaan Keuangan

Sama dengan penjelasan di artikel sebelumnya. Pembayaran premi yang baik adalah 10% dari penghasilan perbulan. Beberapa premi murah tidak sepenuhnya memberikan pertanggungan penuh.

5. Perhatikan Kredibilitas Perusahaan

Cari tahu seputar pengalaman perusahaan asuransi-asuransi yang kita minati dalam meng-handle jasa asuransi kesehatan pada klien-klien sebelumnya. Jangan cepat-cepat tertarik dengan premi murah. Setiap perusahaan memiliki kebijakan masing-masing dalam memberikan fasilitas kesehatan yang disesuaikan dengan kisaran besar premi klien.

6. Pastikan Kemudahan Mengajukan Klaim

Hati-hati dengan tawaran premi harga miring karena pihak perusahaan asuransi tersebut biasanya memakai sistem reimbursement saat klien mengajukan klaim yang membuat klien membayar biaya pengobatan di awal. Terkadang jika tidak memakai sistem tersebut, klien sedikit dipersulit saat mengajukan klaim dalam suatu waktu. Dalam kasus ini banyak konsumen yang kurang memahami. Teliti kembali sebelum bertindak

7. Bandingkan Kembali dengan Produk Asuransi dari Perusahaan Lain

Banyaknya perusahaan asuransi tersedia membuat kita tertuntut untuk cermat memilih asuransi. Jangan tergiur dengan tawaran dari satu objek saja. gali sedetail mungkin informasi setiap perusahaan dan bandingkan dengan perusahaan lainnya.

Bandingkan kisaran premi bulanan, jenis perawatan, sistem klaim, provider atau layanan penyedia layanan kesehatan yang bekerja sama dalam cakupan asuransi beserta fitur-fitur lain dari pihak asuransi kesehatan.

8. Hindari Perusahaan Asuransi yang Menyediakan Layanan Sebatas Tele-Marketing

Selayaknya salesman atau salesgirl yang menawarkan produk mereka secara langsung dengan para konsumen. Agen asuransi juga melakukan hal tersebut. Ada pula pihak perusahaan yang menghubungi klien melalui telepon atau tele marketing. Karena keterbatasan waktu, seringkali penjelasan tentang produk-produk asuransi kurang mendetail sehingga berakibat dengan kekecewaan klien terhadap layanan yang tidak sesuai.

Cek kembali keamanan dan privasi perusahaan. Pastikan Anda tidak sedang “ditipu” mengingat asuransi juga merupakan aset masa depan dengan nominal yang tidak sedikit.

9. Pilih Asuransi Kesehatan Murni* (Opsional-Jika Anda Hanya Ingin Fokus pada Pembiayaan Berobat Anda)

Apabila membutuhkan manfaat asuransi yang komperhensif dengan anggaran yang “ramah” di kantong, alangkah baiknya Anda memilih asuransi kesehatan murni. Selain premi asuransi yang ringan, fokus asuransi ini ada pada masalah kesehatan Anda. Konsultasikan terlebih dahulu dengan pakar keuangan Anda atau kerabat yang lebih berpengalaman seputar asuransi.

10. Memahami Jenis Produk yang Difasilitasi Asuransi Kesehatan

Secara umum ada dua jenis produk yang sering ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan penyedia asuransi kesehatan.

  • Hospital Benefit

Produk ini memberikan penggantian biaya secara detail dan rinci terhadap seluruh biaya yang kita gunakan untuk berobat di layanan kesehatan. Seperti rumah sakit.

Sistem klaim yang digunakan adalah non-reimbursement atau cashless yakni biaya pengobatan akan langsung diganti pihak asuransi biasanya pembayaran klien dilakukan dengan cara menggesek kartu asuransi kesehatan oleh pihak rumah sakit atau pelayanan kesehatan sejenis.

  • Hospital Cash Plan

Produk asuransi yang memberikan penggantian terhadap nominal yang sesuai  dengan kesepakatan di awal pendaftaran polis asuransi ini. Contoh : jika memilih nominal sebesar Rp250.000 per hari untuk perawatan di rumah sakit. Maka jumlah tersebut yang akan diberikan, tanpa memperhatikan kisaran biaya yang keluar hari itu. Dengan kata lain Anda hanya menerima Rp250.000 setiap harinya.

Sistem klaim yang digunakan adakah reimbursement yakni nasabah membayar biaya perawatan atau berobatnya terlebih dahulu secara mandiri dan setelah itu akan diganti oleh pihak asuransi setelah klien mengajukan surat pengajuan reimbursement.

Baca Juga: Selain BPJS, Asuransi Kesehatan dan Unit Link Bisa Jadi Pilihan Ideal

Sesuaikan dengan Kebutuhan

Setelah mendapatkan gambaran lengkap mengenai produk asuransi apa yang seharusnya Anda ambil. Hal terpenting selanjutnya adalah pilih dengan teliti dan putuskan secara pasti. Keputusan yang bijak tidak dilakukan secara terburu-buru. Tanyakan kembali pada diri Anda, produk apa yang benar-benar Anda butuhkan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Asuransi Jiwa dari Premi Murah sampai Bisa sebagai Tabungan

de