Asuransi Murah atau Mahal Tergantung Apa? Ini Jawabannya

Ciri dari finansial sehat itu adalah memiliki asuransi. Sebab dengan adanya asuransi, kondisi finansial terlindungi dari risiko-risiko yang bisa saja menggembosi pundi-pundi uang Anda. Pastinya tidak mau bukan karena satu sebab jadi akibat dari hilangnya sedikit demi sedikit uang hasil jerih payah Anda? Kalau situasi dilematis ini terus terjadi, pelan-pelan tapi pasti Anda menuju ambang kebangkrutan.

Mari coba bayangkan seandainya Anda mengalami kecelakaan lalu dibawa ke rumah sakit agar segera diberi pertolongan. Tanpa asuransi, berapa besaran biaya yang harus Anda bayar? Katakanlah Anda diharuskan menjalani operasi dan mesti menjalani rawat inap untuk beberapa hari. Dihitung-hitung sampai boleh pulang, Anda harus membayar semua biaya rumah sakit sebesar Rp10 juta.

Lain halnya kalau menggunakan asuransi, cukup membayar Rp1 juta maka urusan Anda dengan rumah sakit dianggap selesai. Bagaimana sisanya yang Rp9 juta? Perusahaan asuransi akan menanggung sisa pembayaran tersebut. Dari sini tampak jelas bahwa memakai asuransi itu penting karena meringankan beban biaya yang mesti Anda bayar.

Baca Juga: Lagi Cari Asuransi? Inilah Kriteria Perusahaan Asuransi Berkinerja Baik

Kalau Asuransi Penting, Mengapa Banyak yang Pilih BPJS?

BPJS Kesehatan
Idealnya, Hidup Makin Terjamin dengan Asuransi + BPJS via blogspot.com

Bicara data, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pada 2016, sekitar 11,8 persen masyarakat Indonesia menggunakan asuransi. Itu berarti sisanya 88,2 persen belum memiliki proteksi dari asuransi. Sementara sekitar 70 persen masyarakat Indonesia telah memiliki BPJS Kesehatan. Terlihat selisihnya yang lumayan besar antara asuransi dan BPJS Kesehatan.

Mengapa BPJS begitu diminati ketimbang asuransi? Kebanyakan orang yang tidak ambil asuransi beralasan premi asuransi yang mesti dibayarkan jika ingin jadi peserta asuransi terbilang mahal. Wajar saja mereka mengambil BPJS ketimbang asuransi. Namun, mereka juga menyadari BPJS punya kelemahan, yang kadang-kadang sampai diberitakan di media.

Nah, bila membanding-bandingkan keduanya, ada beberapa perbedaan antara asuransi dan BPJS. Dari sisi premi, jelas BPJS lebih murah. Dari sisi manfaat, cukup bayar iuran BPJS sesuai kelas maka peserta berhak atas manfaat yang diberikan secara lengkap. Berbeda dengan asuransi, makin besar premi yang dibayarkan makin lengkap manfaat yang diberikan.

Sementara dari sisi plafon, BPJS memang tidak memberlakukan limit seperti asuransi. Dari sisi alur proses, peserta BPJS harus ke Puskesmas (Faskes I) terlebih dahulu. Berbeda dengan asuransi di mana peserta asuransi dapat langsung ke rumah sakit (Faskes II). Dari sisi kemitraan dengan rumah sakit, asuransi memiliki mitra rumah sakit lebih banyak dibandingkan BPJS. Dari sisi penggunaan di luar negeri, asuransi lebih memungkinkan daripada BPJS (kecuali BPJS khusus TKI).

Memang alangkah baiknya memiliki kedua proteksi tersebut: asuransi dan BPJS. Misalnya, ada kendala dalam menggunakan BPJS, bisa beralih ke asuransi. Atau ingin cepat dan maunya ditangani langsung rumah sakit, tinggal pakai asuransi. Dengan begitu, proteksi yang dimiliki terasa lebih lengkap dan peserta asuransi sekaligus BPJS punya pilihan untuk memakai proteksi mereka.

Bagaimana Asuransi Bekerja?

Cara Kerja Asuransi
Dengan Premi yang Dibayar Tiap Bulan, Kekhawatiran Akan Masa Depan Sirna Sudah

Sebagaimana fungsinya sebagai perlindungan atau proteksi finansial, asuransi adalah perjanjian kontrak antara peserta dan perusahaan asuransi yang berisi persetujuan perusahaan asuransi untuk memberi pertanggungan biaya kepada peserta sesuai besaran premi yang dibayarkan. Sementara premi adalah jumlah uang yang wajib dibayarkan peserta asuransi dengan besaran yang telah diatur dalam polis asuransi.

Lalu, bagaimana asuransi bekerja? Karena bisnis asuransi adalah bisnis yang mengambilalih risiko dari peserta asuransi untuk ditanggung perusahaan asuransi, premi yang dibayarkan peserta tiap bulannya digunakan untuk mengganti kerugian yang dialami peserta asuransi. Namun, perlu diperhatikan, pertanggungan yang diberikan diambil dari akumulasi premi yang dibayarkan.

Akumulasi premi ini memungkinkan perputaran dana yang dilakukan perusahaan asuransi untuk membayarkan klaim yang diajukan peserta. Nah, akumulasi premi bisa dicapai bila perusahaan asuransi menarik banyak nasabah agar banyak premi yang terkumpul.

Perlu dicatat, asuransi menggunakan skema indeminity dalam pembayaran klaim. Indemnity adalah skema pemberian jaminan kesehatan sesuai plafon yang diterima peserta. Dengan skema indemnity, peserta asuransi mendapat hak untuk memilih dokter, berhak menemui secara langsung dokter umum, spesialis, ataupun laboratorium tanpa harus surat rekomendasi. Juga mendapat akses atas seluruh obat di rumah sakit.

Perusahaan asuransi juga sudah memperhitungkan setiap risiko dari nasabah dengan membuat statistik risiko. Sementara untuk mendapat untung, perusahaan asuransi menempatkan akumulasi premi ke instrumen investasi.

Bayar Premi Asuransi Bisa Murah, Asalkan Mempertimbangkan Faktor-Faktor Berikut Ini

Asuransi Murah
Siapa Bilang Asuransi Mahal? Ketahui Dulu Faktor-Faktornya maka Premi Murah Jadi Keniscayaan

Murah atau mahalnya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa tergantung sejumlah faktor. Baik faktor dari sisi calon peserta maupun dari sisi perusahaan asuransi memengaruhi perhitungan premi asuransi yang wajib dibayar peserta asuransi. Apa saja faktor-faktor tersebut?

Faktor dari Sisi Calon Peserta

Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhi besaran premi dari sisi calon peserta.

1. Besaran tanggungan

Salah satu faktor kenapa asuransi murah atau mahal karena besaran tanggungan yang ingin diterima peserta asuransi. Makin besar tanggungan perusahaan asuransi, makin besar premi yang dibayarkan.

2. Usia

Bicara usia, baiknya ambil asuransi selagi usia masih muda. Sebab usia jadi ukuran perusahaan asuransi dalam menentukan premi. Makin tua usia peserta, makin besar premi yang mesti dibayar.

3. Jenis kelamin

Adanya pembedaan berdasarkan jenis kelamin memang terkesan diskriminatif. Namun, ukuran ini tetap dipakai beberapa perusahaan asuransi di Indonesia. Sebab ada teori yang menyatakan usia wanita lebih panjang daripada pria. Karena itu, premi yang dibayarkan wanita lebih murah ketimbang pria.

4. Masa asuransi

Apabila peserta mengambil asuransi dengan masa yang terbilang lama, bersiaplah dengan mahalnya premi yang dibayarkan. Sebab makin lama jangka waktu asuransi yang diambil, makin besar risiko yang ditanggung perusahaan asuransi.

5. Tinggi dan berat badan

Ada risiko tersembunyi di balik tinggi dan berat badan seseorang. Makin tinggi dan makin berat badan seseorang maka rentan terhadap penyakit. Jangan heran bila peserta asuransi dengan tinggi dan berat badan berlebih akan diminta membayarkan premi lebih mahal.

6. Pekerjaan

Bermacam-macam pekerjaan, bermacam-macam pula risikonya. Pekerjaan yang berisiko besar membuat premi yang dibayarkan peserta asuransi makin besar. Sebagai gambaran, pekerjaan di luar ruangan berisiko lebih tinggi ketimbang di dalam ruangan.

7. Gaya hidup

Bertambah modernnya hidup masyarakat, khususnya masyarakat urban, berdampak pada gaya hidup masyarakatnya. Merokok, minum alkohol, ataupun melakukan hobi berisiko tinggi jadi faktor besarnya premi yang dibayar peserta asuransi.

8. Kondisi kesehatan

Sebelum diputuskan berapa premi yang dibayar, peserta asuransi harus menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check up). Premi yang dibayarkan akan mahal bila kondisi kesehatan peserta tidak baik atau buruk.

Faktor dari Sisi Perusahaan Asuransi

Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhi besaran premi dari sisi perusahaan asuransi.

1. Return investasi

Beruntunglah jika perusahaan asuransi yang dipilih baik dalam pengelolaan akumulasi premi, terutama dalam penempatan di instrumen investasi. Return investasi yang besar membuat premi yang dibayarkan jadi lebih murah.

2. Biaya-biaya yang dihitung

Biaya semisal pajak dan biaya-biaya lain juga memengaruhi besaran premi. Makin banyak biaya tersebut, makin besar premi yag dibayar.

3. Manfaat yang diberikan

Ambillah asuransi yang manfaatnya benar-benar Anda butuhkan. Beragamnya manfaatnya yang diberikan satu produk asuransi membuat premi yang Anda bayarkan lebih mahal.

Baca Juga: Asuransi dari Kantor Sudah Cukup? Kenali 4 Jenis Asuransi Jiwa untuk Karyawan

Alkisah Asuransi Murah

Asuransi Murah
Pengalaman Kadang Menggugah Pikiran Banyak Orang, termasuk Pengalaman Berasuransi

Sebagai gambaran bagaimana faktor-faktor di atas begitu memengaruhi, ada dua orang berbeda dari berbagai hal dan sudut penglihatan sebut saja Nardi dan Iskam.

Sebagai salah satu eksekutif muda nan stylish, Nardi begitu memberi perhatian lebih pada penampilan. Apalagi ia amat gandrung dengan apa pun yang kekorea-koreaan. Tak ada satu pun dari ujung rambut hingga ujung kuku jempol kaki yang bukan bertemakan Korea.

Kerennya Nardi makin menjadi-jadi sejak ia rutin nge-gym dan mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi tinggi cita rasa organik. Ditambah lagi Nardi emoh yang namanya alkohol apalagi rokok. Bagi Nardi, kedua produk peradaban yang hit zaman Baby Boomers tersebut tak ubahnya Mr. Mayhem di serial SOA, yang kapan saja siap mencabut nyawa. Nardi lebih suka menyeruput secangkir green tea di sore hari sambil mendengar relaxing music dengan tatapan ke matahari yang membenamkan diri di ufuk barat. Sungguh bagaikan kehidupan Hobbit di Shire kehidupan Nardi ini.

Di sinilah bedanya Iskam dengan Nardi. Iskam yang suka dengan yang menantang-nantang lebih suka kerja outdoor alias di luar ruangan. Begitu lulus kuliah ia lebih memilih berasyik-asyikan dengan ombak pantai sebagai trainer bagi bakal-bakal peselancar. Semua dimulai dari memori masa kecil dulu tentang serial Baywatch. "Machonya" si Mitch membuat Iskam bercita-cita mengabdikan jiwa raga di pantai. Kerja sekaligus hobi Iskam yang berisiko tinggi ini mengharuskan Iskam tahan sengatan matahari. Karena matahari, Iskam dapat julukan exotic trainer. Senangnya jadi Iskam yang dipuji-puji

Sayangnya, Iskam ini larut dalam gaya hidup muda-mudi pantai. Hampir tiap malam Iskam mampir ke klub di sekitaran pantai untuk sekadar minum 3-5 tenggak gelas penuh alkohol. Belum lagi Iskam suka sekali dengan rokok karena menurutnya aroma tembakau bercampur cengkih pada rokok yang dibakar bagaikan aromaterapi yang membawa batinnya moksa dari ingar bingar di sekelilingnya.

Melek akan informasi, termasuk informasi keuangan, membuat Nardi dan Iskam tertarik punya asuransi. Capek-capek kerja, masa hasil jerih payah tandas begitu saja? Begitu kira-kira yang mereka pikirkan sebagai angkatan yang terliterasi pikirannya akan keuangan. Bagi mereka, asuransi itu penting. Konglomerat tak jadi, setidaknya jangan kere lah. Karenanya asuransi mereka anggap sebagai benteng pelindung istana finansial mereka.

Karena kedua orang ini ogah yang namanya ribet sebagaimana millenial-millenial lainnya, diambilah asuransi kesehatan dengan manfaat yang sama dengan jangka waktu yang sama dari perusahaan yang sama secara online. Setelah melalui serangkaian proses singkat dengan mengisi data-data hingga akhirnya dipanggil untuk medical check up (MCU), keluarlah proposal asuransi kesehatan mereka berdua.

Senyum Nardi mengembang karena ia hanya membayar premi asuransi kesehatan Rp300.000/bulan. Baginya, premi segitu tidaklah membebani. Beda dengan Iskam yang mengeryitkan dahi sengeryit-ngeryitnya, hingga alis kiri dan kanannya bersatu, karena harus bayar premi Rp650.000/bulan. “Errgggghh... Mahal nih!” celetuk Iskam dalam hati.

Dari kasus Nardi dan Iskam teranglah sudah kalau faktor-faktor semisal pekerjaan dan gaya hidup begitu memengaruhi. Terlebih sesudah MCU, tertebaklah siapa yang rentan sakit dan gampang ditempel penyakit. Jadi, sebelum benar-benar ambil asuransi, benahi terlebih dahulu diri Anda jika gaya hidup sekiranya membuat premi mahal. Dengan begitu, tak ada lagi yang namanya asuransi itu mahal.

Bingung Tidak Jadi Alasan Kalau Tahu Cara Mudah Dapat Asuransi

Setelah tahu dan paham, kebanyakan orang tidak segera ambil asuransi. Biasanya menunggu momen jadi alasan untuk menunda punya asuransi. Kalau ditanya kenapa menunggu, rata-rata jawabannya masih bingung. Padahal, bingung tidak akan jadi alasan kalau tahu cara mudah untuk dapat asuransi.

Memang ada cara mudah dapat asuransi? Pada era yang serba high-tech sekarang ini, tinggal mengetikkan ‘daftar asuransi’ di browser smartphone Anda maka beragam tawaran asuransi akan tersaji. Nah, di sini pastinya butuh waktu untuk memilih mana yang recommended.

Tak usah pusing-pusing dan buang waktu untuk mencari, cobalah buka cermati.com. Beragam pilihan asuransi, baik asuransi kesehatan dan kendaraan, dari berbagai perusahaan bonafide bisa Anda pilih.

Caranya mudah kok. Cuma memasukkan data singkat terus klik ‘Cari Sekarang’, pilihan asuransi plus manfaat juga harganya ditawarkan kepada Anda. Mudah, bukan? Ajukan segera, dapatkan promonya sekarang.

Baca Juga: Keuntungan Memiliki Asuransi Kecelakaan Diri