Asuransi Pendidikan Tidak Tepat Digunakan? Ini Dia Jawabannya

Saat masih kecil anak adalah buah cinta yang menjadi perekat keharmonisan keluarga. Segudang impian disematkan orang tua buat sang buah hati agar kelak jika sudah besar akan sukses. Tak heran, jika seluruh daya upaya kedua orang tuanya dari sisi perencanaan keuangan selalu mengutamakan rencana pendidikan buat sang anak. Tanpa sadar harapan orang tua yang begitu besar pada masa depan anaknya telah membuat ceruk bisnis tersendiri dalam bidang perencanaan pendidikan anak.

Sayangnya orang tua seringkali tidak paham bagaimana cara menyiapkan pendidikan anak, khususnya terkait produk keuangan apa yang cocok untuk persiapan masa depan pendidikan anaknya. Hal ini diperparah dengan produk keuangan yang campur aduk menawarkan layanan tabungan, investasi, dan asuransi. Banyak muncul tawaran paket yang justru membuat kedua orang tua sebenarnya salah dalam menyiapkan dana pendidikan anak dan itu tidak disadarinya. Bagaimana ulasan detilnya? Simak uraian berikut ini:

Berapa Biaya Pendidikan Anak Anda kelak?

Biaya Pendidikan

Cari Tahu Biaya Pendidikan via blogspot.com

 

Sebelum membahas jauh mengenai produk keuangannya, kita bicarakan dulu mengenai perkiraan biaya pendidikan anak. Aslinya, biaya pendidikan anak di masa depan pada dasarnya susah untuk diprediksi. Mengapa susah? Beberapa pertimbangan berikut ini yang membuat biaya pendidikan anak relatif susah untuk dihitung:

  1. Anak Anda minatnya di bidang apa? Untuk pendidikan tingkat dasar sampai sekolah lanjutan hal ini relatif mudah diprediksi, namun saat kuliah bagaimana cara memprediksinya? Itu beda lagi, karena dia biasanya sudah memiliki tujuan cita-cita.
  2. Anak Anda kelak akan kuliah dimana? Apakah di dalam negeri atau di luar negeri? Apakah kuliah di kampus swasta atau bisa masuk kampus negeri?
  3. Berapa biaya kuliah anak Anda kelak? Biaya kuliah relatif susah diprediksi karena tergantung kebijakan masing-masing kampus.
  4. Bagaimana menghadapi kondisi di atas? Jalan yang bisa ditempuh adalah menyiapkan dana seusai dengan yang kita targetkan namun tetap harus diyakini bahwa dana tersebut pastilah kurang nantinya untuk biaya pendidikan anak.

Tabungan atau Asuransi Pendidikan Anak?

Pilihan Tepat

Pilihan yang Tepat via jobvine.co.za

 

Orang tua harus paham esensi bisnis tabungan dan asuransi. Tabungan adalah menyimpan dana di bank dengan imbal balik yang pasti, relatif tanpa risiko namun nilai bunganya kecil. Asuransi esensi bisnisnya adalah proteksi terhadap pihak tertanggung. Biasanya yang menjadi tertanggung adalah orang tua anak, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka anak tetap mendapatkan uang pertanggungan sesuai dengan yang sudah diperjanjikan dalam polis asuransi.

Nah, saat biaya pendidikan anak yang demikian susah diprediksi, produk apakah yang harus kita ambil? Apakah memilih tabungan atau asuransi? Jujur saja, keduanya bukanlah solusi yang tepat karena jika mengambil produk tabungan seperti tabungan anak, nilai bunga relatif kecil dan justru di bawah nilai inflasi. Sementara jika menggunakan produk asuransi pendidikan, dana Anda akan banyak digunakan untuk menutup biaya premi asuransi sehingga nilai imbal baliknya juga relatif kecil untuk menutup biaya pendidikan anak kelak.

Berbagai Macam Produk Asuransi Pendidikan

Banyak Pilihan

Ada Banyak Macamnya via business2community.com

 

Jika diamati, Asuransi pendidikan sendiri banyak macamnya dan di jual dalam bentuk paket kombinasi dengan tabungan dan investasi. Ada yang menyerupai asuransi unit link biasa, dan ada juga yang dipaketkan bersama asuransi jiwa si orang tua. Bahasa marketing yang biasa ditawarkan agen asuransi adalah bila orang tua atau penanggung biaya pendidikan meninggal, maka biaya pendidikan anak yang tertanggung akan dibayarkan oleh asuransi.

Asuransi pendidikan dalam bentuk unit link biasanya dikemas dalam bentuk bahasa pemasaran yang menarik bagi para orang tua. Dalam paket tersebut dijelaskan manfaat bagi orang tua terkait prediksi nilai imbal balik investasi dan jika terjadi sesuatu, masa depan anak tetap terjamin dengan perlindungan asuransi. Namun di situ jarang dijelaskan bahwa sebenarnya nilai imbal balik tersebut jauh di bawah nilai investasi murni tanpa gabungan produk asuransi. Hal ini disebabkan dana nasabah yang disetorkan lebih banyak untuk menutup biaya premi asuransi serta biaya bulanan produk asuransi, sehingga hasil yang diharapkan tidaklah optimal.

Asuransi pendidikan dalam bentuk tabungan biasanya merupakan produk tabungan biasa untuk tujuan persiapan biaya pendidikan anak di masa. Namun ada tambahan paket asuransi jiwa. Produk ini sebenarnya tidak menarik walaupun bahasa marketingnya dibuat semenarik mungkin. Anda bisa bayangkan bahwa tabungan saja sudah tidak cocok untuk persiapan dana pendidikan anak, tapi masih harus ditambah biaya premi asuransi jiwa.

Baca Juga: Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana? Cek Dulu Di Sini

Produk keuangan yang Paling Tepat

Pilihan Tepat

Jangan Salah Pilih via wordpress.com

 

Sebagai orang tua, Anda harus banyak belajar tentang perencanaan keuangan, sehingga untuk menutupi kebutuhan dana pendidikan anak di masa depan orang tua sudah punya pilihan produk yang tepat. Orang tua harus bisa memilih jenis investasi yang memberi hasil lebih tinggi dari inflasi biaya pendidikan. Untuk itu, salah satu produk yang paling tepat digunakan adalah reksadana saham. Mengapa reksadana saham? Berikut ini pertimbangan pemilihan produk tersebut:

  1. Perencanaan pendidikan biasanya merupakan berlangsung dalam jangka panjang, alias di atas 5 tahunan. Sementara produk reksadana dirancang untuk investasi jangka panjang, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati anda.
  2. Pilihan produk reksadana saham relatif minim risiko karena dikelola oleh manajer investasi. Orang tua tinggal menyesuaikan jenis reksadana dengan profil risiko yang ingin diambil
  3. Untuk persiapan dana pendidikan anak, silahkan ambil produk investasi murni seperti reksadana. Ada banyak pilihan produk reksadana sesuai dengan profil risiko, mulai dari reksadana pendapatan tetap sampai dengan reksadana saham. Semuanya bisa dinilai pada saat Anda mendaftar.

Baca Juga: 6 Strategi Menyimpan Uang Untuk Pendidikan Anak

Sesuaikan Dengan Kebutuhan Orang Tua

Namun, dari saran terakhir yang kami berikan, masih terselip satu masalah. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada orang tua, misalnya kematian atau ketidakmampuan mencari nafkah secara permanen saat anak belum memasuki jenjang kuliah? Apakah imbal balik reksadana cukup menutup risiko tersebut? Tentu saja tidak. Sebab, reksadana adalah produk investasi bukan proteksi.

Jika orang tua butuh proteksi maka harus mengambil paket asuransi. Kuncinya jangan ambil paket kombinasi dalam satu produk seperti asuransi pendidikan karena tidak akan memberikan hasil maksimal. Untuk melindungi orang tua dari risiko kematian atau ketidakmampuan tetap, ambil saja paket asuransi jiwa sehingga pada saat ada sesuatu yang yang tidak diinginkan terjadi dengan Anda. Keluarga Anda akan memperoleh dana yang dapat mereka pakai untuk aneka tujuan hidup, termasuk biaya pendidikan anak.

Selain itu, Sesuaikan produk keuangan yang diambil dengan tujuan keuangan. Jangan ragu untuk bertanya kepada orang lain untuk membantu Anda merencanakan hal ini. Jadi, yuk siapkan dana pendidikan anak sejak dini!

Baca Juga: Dana Pendidikan Anak: Bagaimana Cara Mempersiapkannya?