Asuransi Pendidikan vs Reksa Dana, Mana yang Terbaik untuk Investasi Pendidikan?

Mempersiapkan dana pendidikan anak butuh persiapan yang benar-benar matang. Mengingat dana ini terbilang cukup besar. Hampir semua orang akan berpendapat demikian untuk soal yang satu ini. Mereka selaku orang tua dengan segala pertimbangan akan mempersiapkan dana pendidikan sejak jauh-jauh hari.

Dibandingkan dengan mempersiapkannya ketika anak sudah mendekati masa kuliah nanti maka pilihan untuk mempersiapkan dana ini sejak anak masih sangat kecil akan jauh lebih tepat. Atau bahkan sejak mereka masih berada di dalam kandungan. Anda akan memiliki waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkannya bila dilakukan sejak awal. Dengan begitu, Anda lebih dimungkinkan untuk mempersiapkan dana ini dalam jumlah yang tepat. Sebagai orang tua, Anda pasti tidak menginginkan anak Anda mengalami kendala dalam pendidikannya karena biaya, bukan?

Bukan hanya Anda saja, sebagian besar orang tua lainnya juga memiliki pandangan yang sama. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang memutuskan untuk melakukan investasi sejak awal agar sejumlah dana pendidikan tersebut dapat dipersiapkan dengan sangat baik. Namun, kegiatan investasi ini juga tentu harus dilakukan dengan pertimbangan yang sangat matang. Mengingat hampir semua jenis investasi akan memiliki sejumlah risiko yang cukup besar.

Anda juga pasti sudah paham bahwa semua jenis investasi yang memberikan return besar akan memiliki risiko yang juga besar. Semakin besar return yang dihasilkan instrumen investasi maka semakin besar pula risiko yang dimilikinya.

Baca Juga: Tabungan Pendidikan VS Asuransi Pendidikan, Mana yang Lebih Unggul?

Ketahui Jumlah Dana Pendidikan yang Dibutuhkan Sejak Awal

Dana Pendidikan

Menghitung Dana Pendidikan via usnews.com

 

Sebelum mengambil keputusan untuk melakukan investasi, langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah menghitung jumlah dana yang akan dibutuhkan anak untuk pendidikannya nanti. Hal ini akan membantu Anda untuk dapat lebih mudah menemukan dan memilih salah satu instrumen investasi yang paling tepat. Selain itu, Anda dapat menjamin ketersediaan dana tersebut akan dapat mencukupi kebutuhan pendidikan anak dengan baik. Tentu akan sulit bagi Anda untuk memilih salah satu instrumen investasi yang tepat. Terlebih Anda belum mengetahui dengan tepat besaran dana pendidikan yang akan dibutuhkan anak

Pada umumnya di dalam mempersiapkan dana pendidikan, para orang tua akan lebih fokus untuk mempersiapkan biaya kuliah anak. Mengingat pendidikan yang satu ini menyedot biaya paling besar di antara yang lainnya. Uang pangkal yang sangat besar, uang semester yang mencapai angka jutaan, bahkan belasan juta rupiah. Hal inilah yang menjadi pertimbangan banyak orang dalam mempersiapkannya sejak awal.

Namun, ada juga orang tua yang memang terbiasa dalam mempersiapkan dana pendidikan anaknya dari jenjang TK hingga SMA dengan menginvestasikannya setiap bulan. Hal ini biasanya akan dimasukkan ke dalam kebutuhan bulanan keluarga. Dengan begitu, tidak terlalu membebani keuangan karena terasa seperti kebutuhan wajib lainnya yang harus selalu dipenuhi setiap bulan.

Mulailah melakukan perhitungan dengan melihat besaran rata-rata biaya pendidikan saat ini. Perhitungkan juga berapa besar biaya yang akan dibutuhkan pada masa yang akan datang. Hal ini bisa dihitung dengan melihat kenaikan rata-rata inflasi yang terjadi. Saat ini rata-rata inflasi untuk biaya pendidikan sekitar 15-20% per tahunnya. Kalau telah mengetahui besaran estimasi biaya pendidikannya nanti, Anda dapat mulai mempertimbangkan jenis investasi apa yang paling tepat untuk kebutuhan tersebut.

Pilih Investasi Pendidikan yang Paling Tepat

Investasi Pendidikan

Pilih Investasi yang Sesuai dengan Rencana Pendidikan via business.financialpost.com

 

Baik asuransi pendidikan maupun reksa dana, keduanya tentu memiliki imbal hasil yang berbeda. Namun, sebagian besar orang cenderung memilih asuransi pendidikan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Hal ini mungkin saja diakibatkan karena kekurangpahaman mereka pada berbagai hal di dalam produk tersebut. Dan juga sebagian besar orang memang tidak ingin mengambil risiko atas sejumlah dana yang diinvestasikan. Sementara pada kenyataannya, baik asuransi pendidikan maupun reksa dana, tentu memiliki risiko yang cukup tinggi.

Hampir semua produk asuransi pendidikan adalah asuransi unit link. Sejumlah dana/premi yang disetorkan nasabah akan digunakan sebagai dana investasi oleh perusahaan asuransi. Hal inilah yang kemudian memungkinkan nasabah untuk mendapatkan sejumlah penghasilan/keuntungan pada masa yang akan datang. Namun, sebagaimana dikatakan sebelumnya, setiap investasi yang dilakukan pasti akan memiliki sejumlah risiko, termasuk dalam produk asuransi pendidikan ini. Bisa saja pada waktu-waktu tertentu pasar sedang lesu dan nasabah kembali harus membayar sejumlah premi atas asuransi tersebut meskipun seharusnya berdasarkan ketentuan awal, yang bersangkutan telah bebas premi.

Selain itu, asuransi pendidikan juga tidak memungkinkan Anda untuk menyesuaikan besaran dana pendidikan yang akan dibutuhkan anak pada masa depan nanti. Produk ini dihitung berdasarkan jumlah premi yang Anda bayarkan, bukan jumlah kebutuhan. Anda juga tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal atas investasi ini karena Anda dikenakan sejumlah biaya pengelolaan yang cukup besar dari perusahaan asuransi.

Jika memilih untuk melakukan investasi pendidikan anak dalam reksa dana, Anda akan berpotensi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Nilainya akan ditentukan jenis reksa dana yang Anda pilih. Investasi ini bahkan lebih spesifik. Sebab Anda memiliki kesempatan untuk menyesuaikan jumlah investasi Anda dengan jumlah kebutuhan dana pendidikan anak pada masa yang akan datang. Anda leluasa dalam mengaturnya, termasuk dalam mengatur jangka waktu/masa investasi itu sendiri. Hal ini akan lebih memudahkan dan memberi Anda keleluasaan untuk mengatur target investasi Anda agar tepat sasaran.

Reksa dana memungkinkan Anda untuk memilih jenis investasi yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak. Bila Anda akan mempersiapkan dana pendidikan anak untuk masuk SD empat tahun mendatang, Anda bisa memasukkannya ke dalam investasi jangka pendek (< 5 tahun). Artinya, pilihan instrumen investasi yang paling tepat untuk kebutuhan tersebut adalah reksa dana pasar uang. Sementara untuk kebutuhan pendidikan anak pada masa 5-10 tahun mendatang, Anda dapat memilih reksa dana campuran untuk investasi waktu jangka menengah. Kalau kebutuhan dana ini masih dalam waktu jangka panjang (>15 tahun), Anda dapat memilih reksa dana saham yang bisa memberikan keuntungan yang lebih besar.

Berbeda dengan asuransi yang menerapkan biaya yang cukup tinggi, yakni sekitar 15-30%, reksa dana bahkan menawarkan biaya yang jauh lebih kecil dari nilai tersebut, yakni hanya sebesar 0,5-2% saja. Ini tentu akan memengaruhi nilai investasi dana pendidikan yang Anda lakukan. Sebab dana investasi tersebut tentu lebih menguntungkan kalau dialokasikan ke dalam instrumen reksa dana.

Pada kenyataannya, hampir semua ahli keuangan menyarankan untuk mempersiapkan dana pendidikan melalui instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktu pencapaiannya. Dan reksa dana lebih memenuhi kriteria tersebut. Meskipun saat ini anak Anda telah memasuki usia SD, Anda masih mungkin untuk merencanakan biaya pendidikannya dengan baik dan tepat. Lakukan sekarang agar masa depan anak terjamin nantinya.

Baca Juga: Dana Pendidikan Anak: Bagaimana Cara Mempersiapkannya?

Rencanakan dan Segera Persiapkan

Dana pendidikan anak adalah salah satu kebutuhan yang cukup besar dan baru akan digunakan pada masa yang akan datang. Hal inilah yang membuat sebagian besar orang selalu mengupayakan untuk mempersiapkannya sejak awal agar jumlah dan waktu penggunaannya memang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Andai ternyata belum mempersiapkan dana ini untuk kebutuhan si kecil, ada baiknya Anda mulai merencanakannya dan tidak menunda-nunda untuk segera melakukan investasi persiapan dana pendidikan ini. Semua ini demi tercapainya pemenuhan pendidikan yang baik bagi anak-anak.

Baca Juga: Asuransi Pendidikan : Penjelasan dan Cara Memilihnya