Asuransi Umum vs Asuransi Jiwa, Apa Perbedaannya?

Asuransi, istilah ini cukup ramah kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan zaman yang disertai kemajuan di bidang pendidikan membuat sebagian orang sadar akan pentingnya asuransi bagi kehidupan mereka. Manfaat asuransi rata-rata menekankan pada keamanan atau perlindungan klien terhadap adanya risiko yang bisa memberi dampak buruk terhadap keuangan.

Tak ayal, perusahaan-perusahaan asuransi berinovasi dalam memasarkan produk-produk terbaru mereka. Beberapa klien terkadang mengeluh karena produk asuransi tidak sesuai yang mereka harapkan. Kejadian tersebut tidak sepenuhnya kesalahan dari perusahaan asuransi. Bisa jadi klien sendiri tidak mengerti tentang produk asuransi perusahaan tersebut.

Ada dua produk asuransi yang umumnya sering ditawarkan. Apa saja itu? Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: Manfaat Asuransi Secara Umum dan Khusus

Asuransi Jiwa dan Asuransi Umum

Asuransi Jiwa Terbaik

Pilihlah Asuransi Sesuai Kebutuhan via forbes.com

 

Di Indonesia terdapat lebih dari 300 perusahaan penyedia asuransi. Penting bagi Anda untuk mengetahui lebih detail tentang produk asuransi yang ditawarkan. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai asuransi jiwa dan asuransi umum beserta kelebihan dan kekurangannya.

1. Asuransi Jiwa

Produk asuransi yang satu ini berfokus pada perlindungan klien atau nasabah. Jika suatu waktu klien meninggal (diakibatkan adanya kecelakaan atau masalah kesehatan), pihak keluarga akan menerima sejumlah biaya yang sesuai dengan skema tanggungan pada awal kesepakatan.

Asuransi jiwa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

a) Asuransi Seumur Hidup (Whole Life)

Asuransi jiwa ini memberikan perlindungan hingga usia klien mencapai 99 tahun. Keunggulan asuransi ini berada pada nominal tunai yang terus bertambah sekalipun masa pembayaran premi telah usai atau habis.

b) Asuransi Berjangka (Term Life)

Satu-satunya asuransi yang tidak memiliki nominal tunai dan memiliki tenggat waktu tahunan. Kekurangannya, uang premi tidak dapat diambil jika periodenya habis. Selain itu, asuransi berjangka merupakan satu-satunya yang tidak memiliki fitur tabungan dibandingkan tiga jenis asuransi jiwa lainnya.

Meskipun demikian, asuransi berjangka memiliki keunggulan, yaitu:

    • Premi yang Terjangkau

Akibat sifat premi yang dapat hangus, harga asuransi ini sangat terjangkau.

    • Nominal Pertanggungan yang Dibayarkan Cukup Besar

Nominal yang dibayarkan asuransi ini hampir menyerupai dengan asuransi jenis lainnya.

    • Masa Proteksinya Bebas dan Bisa Disesuaikan

Tenggat waktu perlindungannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien. Mulai dari 1-70 tahun. Yang harus diingat saat menentukan tenggat waktu, pertimbangkan proteksi risiko yang diutamakan ketika usia Anda mulai memasuki masa produktif dalam bekerja.

c) Asuransi Dwiguna (Endowment)

Asuransi yang memberi manfaat dalam bentuk pembayaran tunai dalam jangka waktu yang ditetapkan menurut perjanjian yang disepakati. Contohnya, asuransi pendidikan dan asuransi dana pensiun.

2. Asuransi Umum

Sebenarnya, asuransi umum tidak terlalu berbeda dengan asuransi jiwa. Hanya saja objek yang dilindungi lebih luas, tidak hanya terbatas pada kematian saja. Selain itu, dari segi pembayaran asuransi terhadap klien, dikenakan dalam bentuk uang dan ada pula dalam bentuk penggantian kerugian.

Pada asuransi umum, Anda tidak hanya terbatas pada proteksi kehidupan, tetapi harta atau objek tak hidup juga dapat diasuransikan, semisal kendaraan, bangunan, dan lain-lain. Berdasarkan objeknya, asuransi umum dibedakan menjadi dua:

a) Asuransi Udara dan Laut

Memberi jaminan pertanggungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi di darat dan di laut.

b) Asuransi Non Udara dan Laut

Meliputi asuransi harta benda, asuransi kecelakaan diri, asuransi kesehatan, asuransi kebakaran, asuransi kendaraan, asuransi konstruksi atau bangunan, asuransi tempat tinggal, asuransi bencana alam, dan sebagainya.

Asuransi Online

Asuransi Online Terpercaya

Lebih Cermat Bila Ingin Mengambil Asuransi secara Online via technode.com

 

Keberadaan internet dilihat sebagai hal positif oleh perusahaan asuransi. Produk-produk asuransi kini banyak dipasarkan secara online. Hal ini menguntungkan bagi yang ingin mengambil asuransi. Sebab dengan mudahnya mereka bisa mengetahui atau mendapatkan info seputar produk asuransi tanpa perlu tatap muka atau ke perusahaan asuransi.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk mendaftarkan diri secara online untuk memiliki asuransi.

1. Pemeriksaan Jaminan Keamanan dan Privasi

Tidak hanya online shop yang berjubel. Website asuransi juga banyak ditemukan. Anda harus benar-benar tahu seberapa baik perusahaan asuransi tersebut menjaga keamanan dan privasi nasabahnya. Pasti tidak ada satu pun klien yang ingin identitasnya dapat diakses secara mudah oleh orang-orang yang tidak dikenal. Pilih beberapa asuransi lalu bandingkan satu-persatu bagaimana mereka menjaga keamanan dan privasi.

2. Tinjau Kebijakan-Kebijakan Berkaitan dengan Asuransi

Jika Anda sudah menemukan perusahaan asuransi yang sesuai, langkah selanjutnya adalah meninjaunya lewat email berkaitan dengan informasi yang berhubungan dengan kebijakan asuransi secara terperinci. Sejumlah situs asuransi sudah pasti akan meminta alamat email Anda untuk memberikan akses terhadap informasi tertentu, termasuk produk, promo, atau artikel-artikel informatif.

3. Perkaya Informasi Terkait Perusahaan Asuransi Tersebut

Langkah terakhir, usahakan mengetahui tentang kekurangan perusahaan asuransi yang Anda pilih (berkaitan dengan hal-hal yang tidak ditanggung). Selain mengakses informasi terkait, Anda bisa berkonsultasi dengan rekan Anda atau lewat hotline perusahaan tersebut.

Tips Memilih Produk Asuransi bagi Pemula

Tips Memilih Asuransi

Ikuti Tips-Tips yang Membantu untuk Menemukan Asuransi yang Tepat via pasonatquila.com

 

Bagi Anda yang masih awam mengenai produk asuransi, beberapa tips ini bisa membantu Anda dalam memilih asuransi.

1. Pertimbangkan Besarnya Nilai Tanggungan

Ada langkah sederhana untuk menentukan besarnya uang pertanggungan, yakni melalui life value method dengan cara menghitung penghasilan Anda saat ini dikalikan dengan uang yang disiapkan untuk pertanggungan keluarga atau benda yang diasuransikan.

Contoh: Anda memiliki penghasilan Rp8.000.000 dan menginginkan biaya pertanggungan sebesar Rp1.000.000 per bulan dengan tenggat waktu 3 tahun.

Jadi, nilai pertanggungan keseluruhan = Rp1 juta x 12 bulan x 3 tahun = Rp36 juta. Hasil akhir itulah yang harus Anda siapkan.

2. Perhatikan Kemampuan Finansial dalam Melakukan Pembayaran Premi

Anda harus benar-benar yakin bisa melunasi tanggungan premi Anda. Jangan sampai premi tersebut hangus karena Anda tidak mampu membayar cicilan tiap bulannya. Tidak perlu menginginkan nominal yang besar. Cukup perhatikan kemampuan finansial Anda dan sisihkan dengan cermat. Secara umum, kisaran premi yang baik adalah 10% dari penghasilan Anda per bulan (boleh lebih besar).

3. Pahami Syarat dan Ketentuan Perusahaan

Terkadang karena sudah tergiur dengan produk asuransi, kita akan melewatkan instruksi untuk membaca syarat dan ketentuan yang berlaku. Langkah sepele yang fatal jika tidak dilakukan. Pahami secara menyeluruh karena akan berguna suatu waktu bila melakukan komplain terhadap hal yang tidak sesuai atau mengecewakan Anda terkait dengan fitur asuransi. Pastikan perusahaan asuransi yang Anda pilih berlisensi atau berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Jiwa Yang Tepat

Sesuaikan dengan Kebutuhan dan Kemampuan Keuangan

Mencari asuransi bisa dibilang susah-susah gampang. Banyak hal yang mesti diperhatikan dengan cermat dalam asuransi. Mulai dari produk asuransi, syarat, ketentuan, kelebihan, kekurangan, hingga profil perusahaan asuransi. Ulasan yang diterangkan di atas bisa dijadikan referensi dalam mendapatkan asuransi. Yang paling utama sesuaikan produk asuransi dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan agar Anda benar-benar merasakan keuntungan sesungguhnya dari asuransi.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Asuransi Kesehatan