Ayah, Ketahui dan Pahami 3 Hal Penting saat Ibu Hamil Muda

Momen-momen selama kehamilan hingga kelahiran buah hati sangatlah mengesankan, terutama bagi pasangan ayah dan ibu. Pahit dan manis selama proses tersebut tentunya akan menjadi hal yang sulit untuk dilupakan.

Ketika hamil muda, pastinya pasangan suami istri akan cukup kerepotan jika tidak mengetahui hal-hal apa saja yang penting dan perlu dipahami atau dilakukan selama kehamilan. Mempelajari sesuatu tentang kehamilan agar prosesnya bisa berjalan dengan baik bukan hanya tugas seorang ibu, loh. Ayah pun perlu belajar mengenai kehamilan.

Mengapa demikian? Penting untuk diketahui bahwa ayah tentunya akan selalu terlibat dalam segala hal yang terjadi selama proses kehamilan. Carilah informasi mengenai kehamilan, sehingga bisa diandalkan ketika ibu perlu mendiskusikan sesuatu hal yang sekiranya penting untuk sang buah hati.

Nah, untuk membantu para ayah yang mungkin masih bingung apa saja yang perlu diketahui selama ibu sedang hamil muda, berikut cermati.com berikan beberapa informasinya yang telah dirangkum dari beberapa sumber.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. Trimester Pertama Kehamilan

  trisemester
Trisemester pertama kehamilan

Trimester pertama berlangsung dari minggu pertama sampai minggu ke-12. Umumnya, dalam rentang waktu ini ibu hamil akan sering mengalami pusing dan mual. Meski mengalami begitu, ibu masih bisa makan dan minum walau hanya doyan beberapa saja.

Namun, jika lebih dari dua belas minggu mual tidak berkurang, nafsu makan menurun drastis, dan kondisi badan si ibu melemah, perlu segera konsultasikan dengan dokter karena keadaan seperti ini bisa mengindikasikan ketidaknormalan pada proses kehamilan.

Selain itu, seringkali ibu juga mengalami mood swing atau perubahan suasana hati yang kadang membuat ayah bingung bagaimana menyikapinya. Perubahan sikap dan perilaku ibu tersebut dapat disebabkan karena berubahnya hormon dan kondisi tubuh.

Tidak jarang pula, dimulai dari mood swing, ibu bisa memiliki rasa khawatir terhadap beberapa hal seperti ketidaklancaran saat proses persalinan nanti atau kemungkinan adanya penyakit yang bisa menjangkit ibu dan juga janin.

Jika kekhawatiran tersebut tidak segera teratasi, maka tidak menutup kemungkinan ibu akan mengalami baby blues, atau keadaan dimana ibu merasa depresi seusai bersalin.

Untuk menghindari masalah tersebut, ayah tentunya berperan penting agar mood swing ibu tidak sampai berujung pada baby blues. Meski kadang ikut terbawa perasaan ibu dan bingung harus menyikapi seperti apa, sebaiknya ayah selalu sabar dan tetap memberikan dukungan karena perubahan sikap sangat normal bagi ibu hamil.

Baca Juga: 5 Tips Cerdas Menangani Biaya Persalinan Caesar yang Mahal

2. Bantu Pekerjaan Ibu di Rumah

membersihkan rumah
Bantu pekerjaan ibu di rumah

Ketika hamil muda, umumnya ibu perlu beradaptasi dengan perubahan fisik maupun emosi yang seringkali membuat tubuh cepat lelah meski hanya melakukan pekerjaan yang tidak terlalu berat.

Belum lagi jika ibu merupakan wanita karir yang bekerja di luar rumah. Lelahnya bisa dua kali lipat karena memiliki tanggung jawab di luar atau kantor dan di dalam rumah.

Sebagai seorang suami yang siap siaga, tentunya sudah menjadi kewajibannya untuk menjaga dan melindungi istri dan juga buah hatinya. Agar ibu tidak sampai kecapaian dan dapat membahayakan kesehatan dirinya dan juga sang bayi, lebih baik ayah membantu untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci dan mengepel atau hal lain yang bisa ayah kerjakan.

Baca Juga: Agar Bayi Lahir Sehat Walafiat, Ini 7 Tips yang Harus Dipraktikan Ibu Hamil

3. Berikan Dukungan

pasangan
Berikan dukungan

Hal terpenting ketika mendampingi ibu ketika hamil yaitu selalu memberikan dukungan. Jangan sampai ibu merasa bahwa ia harus menjalani semua prosesnya sendirian.

Memberikan dukungan dapat dilakukan dengan banyak cara. Misalnya saja, saat menghadapi ibu yang suasana hatinya sedang labil, jangan menyikapinya dengan kasar. Sebaliknya, dengarkan keluhan-keluhannya dan katakan bahwa perasaan-perasaan seperti mudah tersinggung atau mudah marah yang dialaminya memang normal dialami oleh ibu hamil.

Selain itu, dampingi selalu ibu ketika menjalani tes kehamilan, konsultasi, atau kontrol kehamilan. Selain membuat ibu merasa tenang karena ditemani, dengan mendampingi ibu selama proses tersebut bisa memberikan kesempatan untuk ayah supaya mengetahui secara langsung keadaan ibu dan juga bayi yang dikandungnya.

Ketika ibu mulai mengeluhkan tentang kekhawatirannya akan masalah-masalah yang mungkin terjadi saat hamil, beri dukungan dengan memberikan motivasi bahwa ibu dan bayinya akan baik-baik saja hingga prosesnya selesai. Ingatkan pula agar ibu selalu menjaga kesehatan agar kehamilan tidak mengalami kendala serius.

Sesekali, ayah juga bisa memberikan ibu hadiah-hadiah kecil seperti bunga atau snack kesukaannya. Bagi ibu hamil, mendapatkan hadiah tentunya akan sangat membantu suasana hatinya menjadi lebih baik, sehingga mengurangi kemungkinan mengalami rasa khawatir akan kehamilannya, dan bisa menghindarkan ibu dari marah, lelah, atau perasaan-perasaan tidak menyenangkan lainnya.

Jaga Keharmonisan Hubungan saat Masa Kehamilan

Akan ada banyak hal penting lainnya yang perlu diketahui dan dipahami oleh suami yang nantinya akan menjadi seorang ayah seperti pengelolaan keuangan untuk persalinan, tes-tes kehamilan yang perlu dijalani, dan lain-lain. Agar bisa menjadi ayah yang baik dan bertanggung jawab, pastikan selalu ada untuk ibu dan tetap memberikan dukungan agar kehamilan dapat berjalan normal, serta hubungan bisa tetap terjaga keharmonisannya untuk menyambut kehadiran si buah hati.

Baca Juga: Wow! 9 Hal Tentang Kehamilan Ini Ternyata Hanya Mitos