Ayo Bebas Finansial Sejak Masih Mahasiswa! Ini Dia Panduannya

Bebas finansial diartikan lebih ke arah mampu membiayai kebutuhan sehari-hari khususnya untuk Anda yang masih menempuh pendidikan perguruan tinggi dan masih mendapatkan bantuan biaya dari orang tua. Dalam budaya masyarakat di Indonesia saat ini hampir semua mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan di perguruan tinggi (kuliah)  mendapatkan biaya kuliah dari orang tuanya. Kalaupun mereka mendapatkan beasiswa, tetap saja hal tersebut terasa masih saja kurang untuk kebutuhan sehari-hari. Belum lagi jika kiriman orang tua terlambat. Jadi, rencana Anda bisa tertunda akibat uang tak ada.

Untuk menghindari hal seperti itu, tak ada salahnya mulai belajar mandiri dari sekarang. Uraian panduan bebas finansial berikut ini bisa menjadi referensi yang baik untuk dilakukan:

1. Tulis dan Analisa Biaya dan Pengeluaran Bulanan

logo analisa biaya.jpg

Tulis Analisa Biaya dan Pengeluaran Bulanan via www.businessplanlibrary.com

 

Bagi Anda mahasiswa baru, ada baiknya mulai belajar mengatur keuangan. Poin penting dalam mengatur keuangan adalah mencatat semua biaya dan pengeluaran dalam satu bulan. Untuk pendapatan, biasanya mahasiswa baru sudah mendapatkan jatah bulanan dari orang tuanya. Hal-hal kecil seperti ngopi, begadang bersama dengan teman dan beberapa hal kurang penting lainnya mulai Anda catat dan analisa untuk diukur seberapa perlu itu dilakukan. Jika tidak banyak manfaatnya, hilangkan saja agenda tersebut sehingga dapat menghemat biaya. Untuk memudahkan analisa, Anda bisa mencari aplikasi mengatur keuangan yang banyak ditawarkan melalui aplikasi Android.

2. Terapkan Rumus 50/20/30

Rumus simpel ini banyak membantu orang untuk mengatur keuangan mereka. Dengan rumus ini, Anda jadi tahu  ke mana dan dimana Anda sebaiknya menghabiskan uang Anda karena sudah banyak ahli anggaran yang merekomendasikan rumusan ini. Anda mungkin pernah mendengar tentang hal itu, untuk lebih gampangnya, rumusan ini menempatkan anggaran Anda ke dalam tiga kategori sederhana.

  • 50 Persen dihabiskan untuk Kebutuhan Primer yang meliputi semua kebutuhan pokok seperti  biaya kost, makan sehari-hari, dan tagihan lain seperti pulsa handphone, uang kuliah dan sebagainya.
  • 20 Persen untuk ditabung dan melunasi pinjaman atau hutang (jika ada)
  • 30 Persen untuk keperluan pribadi diluar kebutuhan pokok seperti biaya untuk internet, sesekali makan bersama teman-teman atau kebutuhan ringan lainnya.

3. Cari Biaya Kost yang Murah

Bagi seorang mahasiswa, tinggal di kost bukanlah untuk mencari kebebasan atau kemewahan tapi sebagai tempat tinggal sementara. Ingat, memutuskan tinggal di kost adalah untuk menghemat biaya perjalanan yang jauh. Jadi, jangan sampai biaya kost ini mengambil porsi yang signifikan dan menguras anggaran Anda. Banyak ahli keuangan merekomendasikan untuk menghabiskan tidak lebih dari 30 persen dari jatah kiriman orang tua untuk sekedar biaya kost atau kontrak rumah.

 4. Pertimbangkan untuk Kost Sekamar Berdua

logo sharing rooms.jpg

Sharing Rooms via az616578.vo.msecnd.net

 

Kost dengan sistem sekamar berdua bisa menghemat biaya sewa bagi mahasiswa. Hal ini sudah umum terjadi di banyak kampus. Jika rata-rata jatah kiriman dari orang tua sebesar  Rp1.000.000, maka dengan sewa kost Rp500.000 bisa dibagi berdua dengan teman sekamar. Tentu saja biaya ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan dibayar full sendiri. Walaupun memiliki teman sekamar mungkin tidak ideal, namun bagi yang sudah terbiasa, sekamar berdua justru lebih membuat Anda mudah bergaul dan banyak teman.

 5. Kurangi Biaya Makan di Luar

Makanan adalah sebuah kebutuhan, tapi sering pergi keluar untuk makan bisa menghabiskan banyak biaya, apalagi jika Anda adalah mahasiswa yang mengandalkan kiriman orang tua. Kalaupun harus makan keluar bersama teman-teman kuliah, sebaiknya bayar sendiri-sendiri dan di tempat makan yang khusus kelas mahasiswa. Itupun sebaiknya hanya dilakukan sekali dalam seminggu saja. Jangan setiap hari. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, sebaiknya cari makan di warung hemat sekitar kost atau masak sendiri.

6. Manfaatkan Apa yang Kita Punya

Godaan mahasiswa biasanya datang dari gaya hidup teman-temannya, mulai dari yang paling kecil seperti handphone baru (bahkan sekarang ada yang bisa dicicil dengan harga terjangkau), sampai godaan kelas tinggi seperti motor baru. Jika Anda sudah memiliki handphone dan motor dan itu masih layak digunakan, manfaatkan saja yang Anda punya, tidak perlu tergoda dengan merek baru yang belum tentu Anda membutuhkan selain untuk sekedar mengikuti gaya hidup hura-hura.

Baca Juga : Kartu Kredit Mahasiswa, Apa Syarat dan Manfaatnya?

7. Mencari Penghasilan Tambahan

logo freelance.jpg

Penghasilan Tambahan via egyptianstreets.com

 

Memang sebagai seorang mahasiswa, kewajiban utama Anda adalah menimba ilmu di kampus dengan sebaik-baiknya. Untuk persoalan uang kebutuhan sehari-hari, sebagai mahasiswa tentu tidak perlu pusing-pusing memikirkannya, karena orangtua masih akan menanggung sepenuhnya. Tapi masalahnya, uang saku yang diberikan orangtua itu seringkali kurang mencukupi kebutuhan bulanan. Disini Anda dituntut untuk bisa mandiri.

Oleh karena itu, Anda perlu berusaha sendiri untuk menambah pundi-pundi uang di dompet Anda. Cara paling mudah dan praktis adalah dengan bekerja paruh waktu sebagai freelancer. Banyak pekerjaan yang bisa didapatkan secara freelance, seperti menjadi guru privat, menjadi penulis naskah, atau mengerjakan proyek online sesuai skill dan bidang yang kita pelajari, misalnya desain grafis atau pemrograman komputer. Dengan cara ini, Anda tak perlu keluar dari kamar dan menghabiskan biaya transportasi. Bahkan Anda bisa dapat tambahan penghasilan dari pekerjaan freelance tersebut.

Baca Juga : 18 Peluang Bisnis yang Cocok Bagi Mahasiswa

Bebas Finansial dimulai dari Berhemat atau Menambah Pendapatan

Selain berhemat, sebenarnya Anda juga bisa lebih kreatif dengan menambah penghasilan. Ada banyak cara untuk menambah penghasilan yang bisa dilakukan oleh seorang mahasiswa sekalipun. Kuncinya, Anda harus kreatif dan punya tekat yang kuat.

Baca Juga :  Empat Jenis Pembagian Biaya Kuliah di Tahun 2016? Ini Rinciannya