Bagaimana Cara Melaporkan Amnesti Pajak?

Tak hanya SPT Tahunan Pajak saja yang harus dilaporkan, tapi bila Anda sebelumnya mengikuti amnesti pajak, juga wajib melaporkannya. Program pengampunan pajak (tax amnesty) berlangsung pada 28 Juni 2016 hingga 31 Maret 2017 lalu.

Pengertian Amnesti Pajak adalah pengampunan atau kesempatan yang diberikan pada wajib pajak untuk membayar pajak dengan jumlah tertentu atau tarif pajak yang rendah, termasuk penghapusan bunga, penghapusan denda, dan tidak dipidana.

Jangan Lupa, Terakhir Lapor SPT Pajak 31 Maret!

loader
Sudahkah Anda melaporkan SPT Pajak?

Kembali mengingatkan, batas penyampaian SPT Tahunan Pajak akan berakhir sepekan lagi. Terakhir penyampaian SPT Tahun Pajak 2018 adalah 31 Maret 2019 yang jatuh pada hari Minggu.

Jadi, waktunya sudah cukup mepet, bukan? Jangan ditunda-tunda lagi. Bila nunggu nanti-nanti melaporkannya pas di hari akhir, khawatir menghadapi kendala.

Tentu saja, jika semua orang berpikir nanti-nanti saja melaporkan SPT Pajak, maka tidak menutup kemungkinan adanya risiko server overload karena banyak yang mengakses secara bersamaan.

Akibatnya, bisa saja proses pelaporan SPT Pajak Anda gagal karena sistem error dan akhirnya Anda terlambat lapor. Tentu saja, Anda tidak ingin mendapat masalah bila terlambat menyampaikan SPT Pajak, bukan?

Baca Juga: Punya Investasi Reksa Dana? Ini Cara Lapor Reksa Dana dalam SPT Pajak

Sembari Lapor SPT Pajak, Sampaikan Juga Pelaporan ‘Tax Amnesty’

loader
Segera laporkan amnesti pajak Anda

Kembali lagi bicara soal amnesti pajak yang pernah diikuti, Anda wajib melaporkannya, sama seperti pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) yang disampaikan setahun sekali.

Bedanya, jika amnesti pajak, wajib dilaporkan secara berkala setahun sekali selama 3 tahun berturut-turut saja. Pelaporan pertama pada 2018, kedua dilaporkan pada tahun 2019, dan pelaporan terakhir adalah pada 2020.

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dalam keterangan resminya belum lama ini juga menegaskan bahwa: Peserta amnesti pajak wajib menyampaikan laporan tambahan, baik laporan penempatan harta tambahan, ataupun laporan pengalihan dan realisasi investasi harta tambahan.

Jadi, Anda harus melaporkannya, sama seperti menyampaikan SPT Tahunan Pajak, apabila pada waktu mengikuti amnesti pajak akan melakukan repatriasi harta.

Repatriasi adalah Anda menyetujui untuk membawa pulang kembali harta ke Tanah Air (dalam negeri) yang sebelumnya disimpan di luar negeri.

Harta hasil repatriasi wajib diinvestasikan di dalam negeri selama 3 tahun sejak dilaihkan dalam bentuk:

  • SBN (Surat Berharga Negara) RI
  • Obligasi Negara (Obligasi BUMN/Badan Usaha Milik Negara)
  • Obligasi lembaga pembiayaan milik pemerintah
  • Investasi keuangan pada Bank Persepsi (Bank rekanan yang ikut menyelenggarakan atau menampung dana amnesti pajak)
  • Obligasi perusahaan swasta yang perdagangannya diawasi OJK
  • Investasi infrastruktur yang dikerjasamakan antara pemerintah dan badan usaha
  • Investasi sektor riil yang didasarkan pada prioritas yang ditentukan pemerintah
  • Investasi dalam bentuk lainnya yang sah dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan

Pengusaha Kecil atau UMKM Tak Wajib Lapor ‘Tax Amnesty’

loader
Ilustrasi UKM

Namun, penyampaian Amnesti Pajak ini tidak berlaku bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Jadi, bila Anda pengusaha kecil atau menengah yang ikut Amnesti Pajak, tidak wajib dilaporkan.

Artinya, pelaporan amnesti pajak itu hanya wajib dilakukan oleh mereka yang melakukan repatriasi harta, baik pengusaha besar maupun perorangan.

Begini bunyi ketentuan dari Ditjen Pajak terkait UMKM yang tak wajib lapor amnesti pajak dalam SPT Pajak:

Penyampaian laporan amnesti pajak tidak diwajibkan bagi Wajib Pajak UMKM, dan/atau Wajib Pajak yang harta tambahannya semata-mata berada di luar negeri dan tidak dialihkan ke dalam wilayah Indonesia (deklarasi luar negeri).

Lalu, bagaimana cara melaporkan amnesti pajak? Berikut Cermati.com ulas langkah-langkah pelaporan Amnesti Pajak secara elektronik.

Langkah-Langkah Cara Melaporkan Amnesti Pajak di Situs DJP Online

loader
Halaman pelaporan SPT Pajak maupun Amnesti Pajak secara elektronik

Dalam melaporkan Amnesti Pajak yang pernah diikuti, sama seperti melaporkan SPT Tahunan Pajak yang dilakukan secara elektronik, yakni sama-sama melalui situs resmi DJP Online.

  1. Buka situ resmi Ditjen Pajak di DJP Online
  2. Ketikkan NPWP, Password, Kode Captcha, dan klik Login
  3. Lalu muncul halaman baru, jika Anda mengisis SPT maka yang diklik adalah e-Filing, tapi karena Anda mau mengisi Amnesti Pajak, maka yang diklik adalah Amnesti Pajak E-Reporting
  4. Jika e-Reporting belum muncul, klik Profil Lengkap, centang e-Reporting Amnesti Pajak, lalu klik Ubah Akses
  5. Lalu pilih Pelaporan > Buat Laporan
  6. Pilih Deklarasi Dalam Negeri atau Repatriasi (bisa dilihat dari Surat Pernyataan Harta Tax Amnesty)
  7. Klik Choose File, kemudian pilih file excel (Softcopy validasi pelaporan harta dalam negeri.xls untuk deklarasi dalam negeri, atau softcopy validasi laporan harta repatriasi.xls untuk repatriasi). File softcopy sudah disediakan DJP dan bisa diunduh di situs Ditjen Pajak
  8. Lalu klik Tambahkan Data
  9. Klik Simpan
  10. Kemudian akan muncul pop up yang berbunyi: Apakah Anda Yakin Akan menyimpan?
  11. Lalu kilk OK
  12. Setelah itu akan muncul pop up lagi berbunyi: Simpanan Sukses
  13. Klik OK
  14. Klik Kirim
  15. Klik Kirim Token
  16. Klik OK
  17. Lanjutkan dengan membuka e-mail dari efiling@pajak.go.id
  18. Salin Kode Verifikasi
  19. Paste/Tempel Kode Verifikasi itu pada Token
  20. Klik Submit Laporan
  21. Setelah itu Anda akan menerima e-mail Bukti Penerimaan Elektronik

Baca Juga: Cara Mengisi SPT bila Pindah Kerja di 2 Perusahaan dalam Setahun

Tak Sulit, Ikuti prosedur dan Segera Laporkan Amnesti Pajak Anda

Nah, setelah mengetahui langkah-langkah dalam penyampaian Amnesti Pajak, segeralah melaporkan Amnesti Pajak sebagaimana ketentuan yang berlaku sebelum batas waktu yang ditentukan berakhir, yakni 31 Maret, sama seperti batas waktu pelaporan SPT Tahunan Pajak. Sebelum melakukan pelaporan, karena dilakukan secara online, maka pastikan jaringan internet Anda tidak ada hambatan, agar penyampaian Amnesti Pajak bisa berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kurang Bayar dan Lebih Bayar saat Lapor SPT Pajak Online