Bagaimana Cara Mewariskan Reksa Dana kepada Ahli Waris ?

Memilih instrumen investasi yang paling tepat untuk keuangan terkadang menjadi sebuah pekerjaan yang tidak mudah, mengingat ada banyak ketentuan yang diterapkan di dalam investasi itu sendiri. Hal-hal seperti ini wajib Anda cermati dengan baik sejak awal, agar berbagai risiko dan masalah yang mungkin terjadi di kemudian hari bisa Anda atasi dengan tepat. Selain properti dan juga logam mulia, investasi dalam bentuk reksa dana banyak dijadikan sebagai pilihan.

Sama halnya dengan properti dan juga emas, reksa dana juga merupakan jenis investasi yang dapat diwariskan. Hal ini menjadi nilai lebih aset tersebut, sehingga tidak mengherankan jika selama beberapa tahun belakangan ini jumlah investornya semakin tinggi.

Reksa dana merupakan bentuk investasi yang bebas pajak, sehingga sebagian orang menganggapnya sebagai pilihan yang tepat untuk berbagai kebutuhan investasi mereka, seperti persiapan dana pensiun dan yang lainnya. Lalu, bagaimana jika aset yang satu ini diwariskan oleh pemiliknya?

Baca Juga: Bersiap-Siap Hadapi Turunnya Reksa Dana dengan Cara Ini

Ketentuan dalam Mewariskan Reksa Dana

Ketentuan dalam Mewariskan Reksa Dana
Ketentuan dalam Mewariskan Reksa Dana

Memiliki investasi dalam bentuk reksa dana, tentu membuat Anda harus memahami dengan baik berbagai ketentuan dalam investasi tersebut. Meski tidak diinginkan, namun selalu ada risiko kematian bagi setiap orang. Hal ini patut menjadi perhatian khusus, terutama terkait dengan prosedur pewarisan aset reksa dana yang Anda miliki, jika sewaktu-waktu risiko tersebut terjadi.

Meski hingga saat ini tidak ada ketentuan khusus yang mengatur proses pewarisan di dalam reksa dana, namun pada dasarnya investasi yang satu ini bisa diwariskan jika pemiliknya meninggal dunia. Hal ini tentu harus dilakukan sesuai dengan kebijakan standar yang diterapkan oleh manager investasi yang menangani reksa dana itu sendiri, sehingga bisa saja kebijakan satu perusahaan dengan perusahaan investasi lainnya akan berbeda-beda.

Hampir sama dengan bentuk aset lainnya, proses pewarisan yang dilakukan di dalam reksa dana juga akan dilakukan dengan cara pengalihan kepemilikan. Artinya, selaku pemilik reksa dana, bisa saja mewariskan sejumlah reksa dana Anda kepada seseorang yang menjadi ahli waris. Hal ini juga bisa dilakukan, jika mengalami risiko kematian.

Ada 2 cara yang dapat dilakukan dalam proses pewarisan reksa dana, antara lain:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Ahli Waris Menerima Waris dalam Bentuk Reksa Dana

Bagi ahli waris yang menginginkan hak warisnya tetap dalam bentuk reksa dana tanpa dicairkan, maka ahli waris harus memindahkan kepemilikan reksa dana tersebut menjadi atas namanya sendiri. Dalam hal ini, ahli waris harus melakukan pembaruan data nomor rekening yang akan menampung dana penjualan reksa dana tersebut (yang awalnya atas nama investor, menjadi atas nama ahli waris).

Proses pembaruan data ini tentu tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, sebab setiap manager investasi akan memiliki kebijakan standar terkait dengan hal ini. Bukan hanya itu saja, biasanya proses ini juga harus disertai degan kelengkapan dokumen pendukung, antara lain:

  • Surat keterangan hak waris.
  • Akta kematian investor (pemilik reksa dana).
  • Akta wasiat investor.
  • Serta bukti pendukung lainnya yang dianggap penting, sebagai alat bukti yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah ahli waris yang sah dari investor tersebut dan berhak atas reksa dana tersebut.

Jika proses pembaruan data di atas telah berjalan dengan baik, maka pengalihan reksa dana kepada ahli waris dapat dijalankan sesuai dengan prosedur. Pada dasarnya, proses ini dilakukan dengan cara menjual unit reksa dana yang dimiliki oleh investor sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan pembelian kembali reksa dana tersebut oleh investor yang baru (ahli waris).

Artinya, sejumlah dana penjualan reksa dana yang lama (atas nama investor sebelumnya), digunakan untuk membeli kembali reksa dana tersebut dengan mengatasnamakan investor yang baru (ahli waris). Semua proses transaksi ini akan berlangsung di hari yang sama, sehingga selisih harga jual dan harga beli reksa dana tersebut bisa dihindari.

Proses pengalihan ini juga akan mengubah SID pada reksa dana tersebut, yang awalnya menggunakan SID investor lama, diubah menjadi SID investor baru (ahli waris). Single Investor Identification (SID) adalah nomor identifikasi unik yang diterima oleh setiap investor reksa dana. Pada dasarnya, sejumlah SID ini disusun dengan mengacu pada nomor KTP masing-masing investor, sehingga nomor-nomor ini akan berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Jika melihat kebijakan ini, maka jelas proses jual beli reksa dana akan membutuhkan KTP dari investor yang bersangkutan, termasuk ahli waris yang akan menjadi investor baru setelah proses pewarisan dilakukan.

2. Ahli Waris Menerima Waris dalam Bentuk Uang Tunai

Selain dalam bentuk reksa dana, ahli waris juga bisa menerima hak warisnya dalam bentuk uang tunai. Dalam proses ini juga dibutuhkan sejumlah dokumen pendukung, tergantung pada kebijakan masing-masing manager investasi. Biasanya ahli waris harus melengkapi beberapa dokumen berikut ini:

  • Surat wasiat.
  • Akta kematian.
  • Surat keterangan hak waris.
  • Serta bukti pendukung lainnya yang dibutuhkan dan bisa menjadi bukti bahwa yang bersangkutan merupakan ahli waris yang sah dari investor tersebut.

Jika semua syarat tersebut dapat dipenuhi dengan baik, maka proses pewarisan reksa dana dapat dilakukan oleh manager investasi yang bersangkutan. Dalam proses ini, manager akan melakukan penjualan terhadap seluruh unit reksa dana dan menyetorkan seluruh dana penjualan tersebut ke dalam rekening investor (pemilik reksa dana yang mewariskan / meninggal).

Selanjutnya, ahli waris dapat menarik uang hasil penjualan reksa dana tersebut dari rekening investor. Proses penarikan dana ini tentu akan membutuhkan sejumlah syarat lainnya, tergantung dari kebijakan bank yang bersangkutan.

Pajak dan Sengketa dalam Mewariskan Reksa Dana

Pajak dan Sengketa dalam Mewariskan Reksa Dana
Pajak dan Sengketa dalam Mewariskan Reksa Dana

Berbeda dengan jenis investasi lainnya, reksa dana pada dasarnya memang tidak dikenai pajak apapun oleh pemerintah. Hal yang sama juga berlaku di dalam proses pewarisannya, di mana ahli waris tidak akan dikenai pajak dalam proses tersebut.

Sedangkan terkait dengan sengketa pewarisan reksa dana, seorang manager investasi dan APERT biasanya akan bersikap netral dan bukan menjadi pihak yang dapat memutuskan perkara sengketa tersebut. Dalam kasus seperti ini, manager akan meminta ahli waris (para pihak yang bersengketa) untuk memenuhi dokumen yang dibutuhkan dalam proses pewarisan, termasuk surat wasiat yang ditinggalkan oleh investor (jika bersedia).

Baca Juga: Mengenal Reksa Dana dan Profil Risikonya

Dokumen yang Lengkap dan Sesuai Kebutuhan

Reksa dana merupakan investasi yang dapat diwariskan, jika investor meninggal dunia. Sejumlah risiko mungkin saja terjadi setiap saat, maka ada baiknya untuk mempersiapkan surat wasiat serta dokumen yang lengkap untuk investasi yang satu ini. Hal tersebut akan mempermudah proses mewariskan reksa dana di masa yang akan datang, jika sewaktu-waktu investor mengalami risiko kematian.

Baca Juga: Rencanakan Warisan Anda Mulai Sekarang