Bandung akan Derek Mobil Parkir Liar, Apa Kabar Derek Parkir Liar di Jakarta?

Cermati.com - Kebijakan derek mobil yang diparkir secara liar atau dikenal dengan sebutan ‘derek parkir liar’ memang bukan hal baru lagi di sejumlah kota besar, terutama Ibu Kota Jakarta, yang sudah dilakukan sejak lama. Namun apa kabarnya kini?

Jika dulu Dinas Perhubungan DKI Jakarta, secara masif melakukan penertiban jalan dengan menderek mobil-mobil yang terpakir secara liar di sepanjang tepi jalan, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, bakal melakukan hal sama.

Lebih jelasnya seperti apa aturan dan pelaksanaan penertiban kendaraan-kendaraan yang terparkir di pinggir jalan secara liar selama ini, simak ulasan Cermati.com berikut ini seperti dikutip dari berbagai sumber.

Bingung cari asuransi mobil terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Beli Asuransi Mobil Terbaik Sekarang!  

Bandung Lagi Kaji Aturan Derek Parkir Liar

Derek Mobil Liar
Ilustrasi derek mobil parkir liar

Pemkot Bandung belum lama ini mengungkapkan tengah siapkan aturan derek kendaraan yang diparkir liar. Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bandung, Asep Kuswara, seperti diberitakan media massa nasional, penindakan awal dari penertiban kendaraan parkir liar ini sudah pernah dilakukan.

Penindakan awal dari kendaraan parkir liar ini diantaranya:

  • Menempelkan stiker
  • Penggembosan ban
  • Pencabutan pentil mobil atau motor

Namun berbagai penindakan tersebut tidak memberikan efek jera. Untuk itulah Pemkot Bandung menyiapkan rancangan peraturan daerah (Raperda) derek kendaraan yang parkir sembarangan. Dishub Kota Bandung akan mengangkut motor dan menderek mobil parkir liar ke kantor Dishub Leuwi Panjang, Bandung.

Besar Denda Parkir Liar di Bandung

Dengan adanya aturan tersebut, motor dan mobil bukan hanya diderek dan diangkut saja, tapi pemilik mobil dan motor yang memarkir kendaraannya secara liar juga akan dikenakan sejumlah denda sebesar:

Pelanggar kendaraan roda dua:

  • Denda untuk motor Rp245.000 per tindakan
  • Ditambah biaya inap Rp136.000 per malam

Pelanggar kendaraan roda empat atau mobil:

  • Denda untuk mobil Rp525.000 per tindakan
  • Ditambah biaya inap Rp304.000 per malam

Pelanggar kendaraan yang lebih dari roda empat:

  • Denda untuk kendaraan lebih dari roda empat Rp1.050.000 per tindakan
  • Ditambah biaya inap Rp124.000 per malam

Namun angka denda ini masih dalam perkiraan saja, dan untuk angka pastinya masih menunggu Raperda Kota Bandung disahkan.

Bayar Denda ke Bank dan Urus Tebusan Pakai Aplikasi

Pemkot Bandung ternyata juga sudah mengantisipasi kemungkinan adanya penyimpangan dari kebijakan penindakan atas penertiban kendaraan di Kota Kembang ini. Kabarnya pembayaran denda tidak diberikan kepada petugas, akan tetapi pelanggar akan membayar denda itu ke salah satu bank yang nantinya ditunjuk, yakni BJB.

Begitu juga dengan pengurusan tebusan atau pengambilan kendaraan yang telah diderek atau diangkut oleh Dishub Bandung. Pemilik harus mengurus pengambilan kendaraan yang diderek itu melalui sebuah aplikasi khusus.

Baca Juga: Ini Asuransi yang Cocok untuk Mobil Pribadi saat Mudik Lebaran

Derek Parkir Liar di Jakarta Berujung Gugatan

Menang Gugatan
Ilustrasi menang gugatan

Masih ingatkah ujung dari penertiban kendaraan yang diparkir liar di Jakarta beberapa tahun lalu? Tepatnya tahun 2019, Pemerintah DKI Jakarta harus membayar ganti rugi sebesar Rp186 juta karena derek mobil parkir.

Perkaranya begini,

sebagaimana dilansir dari MetroTempo, Dishub DKI Jakarta menderek mobil yang terparkir di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada November 2015. Pemilik kendaraan itu bernama Mulyadi yang seorang advokat, mengaku diarahkan petugas untuk memarkir di Jalan Gajah Mada lantaran parkir di dalam area gedung penuh.

Kemudian petugas Dishub DKI menderek mobil tersebut karena dianggap parkir liar. Namun Mulyadi mengaku tidak mendapatkan surat pemberitahuan atas tindakan penderekan tersebut, sehingga ia sempat membuat laporan kehilangan mobil ke kantor polisi.

Pemilik kendaraan ini pun menggugat Pemerintah DKI Jakarta dan menang di tingkat pertama. Lalu DKI melakukan banding atas putusan tersebut tapi ditolak. Kemudian DKI mengajukan PK (Penunjauan Kembali) yang hasilnya tetap ditolak, dan membuat DKI harus membayar sejumlah ganti rugi ke pemilik kendaraan tersebut sebesar Rp186 juta.

Baca Juga: Supaya Mobil Terbakar Aksi Kerusuhan Ditanggung Asuransi, Pilih Jenis Asuransi ini!

Aturan Parkir Kendaraan di Jakarta

Parkir Kendaraan
Ilustrasi parkir kendaraan

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, semua ketentuan soal kendaraan didasarkan pada Perda No. 5 Tahun 2014 tentang Transportasi, dan secara teknis denda serta tindakan diatur dalam peraturan lain yang berkaitan meliputi:

Biaya Penderekan Parkir Sembarangan

Besar biaya penderekan dari parkir sembarangan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah, mengatur tentang:

  • Kendaraan akan diderek dan dikenakan biaya retribusi penderekan serta penyimpanan sebesar Rp500.000 per hari
  • Pembayaran denda disetorkan langsung ke Bank DKI
  • Pengaduan di 021-3457471, SMS di 085799200900
  • Format: PARKIR(spasi)No.Kendaraan

Tindakan Lain Terhadap Parkir Liar

Pelanggaran ini didasarkan pada ketentuan parkir Ps. 287 UU.22 Tahun 2009 Jo. Ps.95 Huruf C PP No.43 Tahun 1993 Jo. Ps.55 (2) Perda 12 Tahun 2003, yakni:

  • Denda maksimal Rp5.000.000
  • Atau pidana kurungan paling lama 3 bulan
  • Ban kendaraan dikunci
  • Kendaraan diderek dan dipindahkan ke tempat penyimpanan
  • Pentil ban dicabut
  • Pengambilan pentil di Dishub Provinsi DKI Jakarta, Jl. Taman Jatibaru No.1, Cideng, telp. 021-3457471

Besar Denda Parkir Liar

Sesuai dengan UU No.22 Tahun 2009 tentang lalu Lintas dan Angkutan jalan, ketentuannya adalah:

  • Besar denda dari parkir kendaraan liar sebesar Rp500.000
  • Dilakukan tilang slip biru yang dikeluarkan oleh kepolisian
  • Pembayaran denda melalui Bank BRI

Pihak yang Berhak Penderekan

Berdasarkan Perda No.5 Tahun 2012 tentang Perparkiran, pihak yang berhak melakukan penderekan kendaraan parkir sembarangan hanya boleh dilakukan oleh petugas Dishub DKI Jakarta. Dan biaya penderekan ditanggung oleh pelanggar atau pemilik kendaraan.

Jalanan itu Milik Umum, Jangan Parkir Sembarangan!

Parkir Mobil Liar
Ilustrasi mobil yang diparkir sembarangan

Ingat, jalanan atau jalan raya diperuntukkan bagi semua masyarakat. Oleh karena itu, jangan merasa jalan umum itu milik pribadi atau warisan dari nenek moyang sendiri, sehingga seenaknya saja memarkir kendaran. Ujungnya malah bikin jalanan jadi semrawut dan menimbulkan kemacetan.

Tak sedikit hal itu menimbulkan kecelakaan seperti kendaraan saling terserempet dan menimbulkan lecet. Jadi, jangan hanya bangga bisa punya mobil saja, ya? Tapi juga harus sadar soal aturan.

Jadilah warga cerdas dan berbudaya dengan tertib dalam berkendara dan paham aturannya. Ngomong-ngomong soal mobil, sudahkah Anda mengasuransikan kendaraan? Jika belum, buruan ajukan asuransi mobil di sini, tinggal klik, pilih, dan temukan Asuransi Mobil terbaik di SINI.

Baca Juga: Pilih Jenis Asuransi ini biar Mobil Kena Banjir Ditanggung Asuransi