Batas Bebas Bea Masuk Belanja Online dari Luar Negeri Turun, Ketahui Fakta-Fakta Ini

Apakah kamu hobi belanja online dari luar negeri alias impor? Jika ya, kamu wajib tahu nih, batas nilai pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) barang kiriman lewat e-commerce turun dari USD100 atau sekitar Rp1,4 juta (kurs Rp14.800 per USD) menjadi USD75 atau sekitar Rp1,1 juta. Artinya jika belanja lebih dari Rp1,1 juta, maka akan dikenakan aneka pajak tersebut.

Setelah mengerek Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas impor 1.147 barang, pemerintah makin garang melawan serbuan barang-barang dari luar negeri secara online. Jurusnya dengan meluncurkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.04/2018 tentang Perubahan PMK Nomor 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman.

Isi aturannya menurunkan nilai pembebasan (de minimis value) bea masuk dan PDRI atas barang kiriman menjadi USD75 per orang per hari dari sebelumnya USD100. Meski nilainya makin rendah, tapi kan sebetulnya kamu masih bisa impor barang via online. Apalagi masih ada waktu, karena ketentuan ini berlaku mulai 10 Oktober 2018.

Baca Juga: Pajak Impor 1.147 Barang Naik, Pakai Cara Ini Agar Bebas Dari Bea Cukai

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Simulasi Perhitungan Pajak Belanja Online Dari Luar Negeri

Hitung Pakai Kalkulator Bea Cukai
Hitung Pakai Kalkulator Bea Cukai

1. Setiap pengiriman barang impor dari e-commerce sampai dengan USD75 bebas dari bea masuk, PPh, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor

2. Apabila melebihi batas tersebut, contohnya:

  • Nilai impornya Rp2.000.000
  • Bea Masuk 7,5% = 7,5% x Rp2.000.000 = 150.000
  • PPN 10% = 10% x (Rp2.000.000 + Rp150.000) = Rp215.000
  • PPh Pasal 22 = 10% (Rp2.000.000 + Rp150.000) = Rp215.000 (Ada NPWP)
  • Sedangkan tanpa NPWP 20% (Rp2.000.000 + Rp150.000) = Rp430.000
  • Maka Total Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) yang harus dibayar Rp150.000 + Rp 215.000 + Rp215.000 = Rp580.000 (Ada NPWP)
  • Tanpa NPWP Rp150.000 + Rp215.000 + Rp430.000 = Rp795.000

3. Jika si A belanja online, lalu dikirim via perusahaan jasa kiriman 3 kali transaksi dalam sehari. Contoh transaksi I = USD50, transaksi II = USD20, dan transaksi III = USD40. Maka transaksi I dan II bebas dari bea masuk dan pajak impor karena kalau ditotal masih di bawah USD75. Namun yang transaksi ke-III sebesar USD40 akan dikenakan bea masuk dan pajak impor tersebut.

Hitung Sendiri Pajak Impor Lewat Kalkulator Bea Cukai

Bila membeli barang impor kiriman via e-commerce, kamu bisa mengetahui rincian perhitungan bea masuk dan pajak impor yang harus dibayar. Caranya dengan unduh aplikasi CEISA Mobile (Bea Cukai) di ponsel. Jadi semacam kalkulator CEISA.

Cara Menggunakan Kalkulator CEISA  (Bea Cukai):

  • Buka aplikasi CEISA dan pilih menu Duty Calculator.
  • Pilih jenis impor kategori Barang Kiriman
  • Pilih jenis barang (misalnya, jam tangan)
  • Pilih valuta: sesuaikan dengan jenis kurs harga barang saat dibeli (misalnya USD)
  • Isilah Free On Board (FOB), Biaya Kirim (Freight), dan Asuransi. Kolom ini wajib di isi dan jangan pisahkan angka ribuan dan atau jutaan dengan tanda titik/koma
  • Isi pertanyaan punya NPWP? Ya atau Tidak. Tidak memiliki NPWP dikenai PPh (20%), Ada NPWP (10%)
  • Klik Count, maka perhitungan bea masuk dan pajak impornya otomatis muncul.

Baca Juga: Bea Masuk Barang Impor, Seperti Inilah Perhitungannya

Alur Distribusi Barang Kiriman Dari Luar Negeri

Alur Distribusi Barang Kiriman Dari Luar Negeri
Alur Distribusi Barang Kiriman Dari Luar Negeri 

Kalau kamu doyan belanja online barang impor, harus tahu juga nih mengenai alur distribusi barang kiriman dari luar negeri dan bagaimana cara membayar pajaknya:

1. Barang diantar dari jasa kiriman di luar negeri ke dalam negeri

2. Barang dibongkar dari sarana pengangkut

3. Barang selanjutnya dipindahkan ke gudang

4. Lalu barang dibuka oleh pihak perusahaan jasa kiriman atau kurir

5. Di sinilah peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu). Barang akan diperiksa petugas Bea Cukai dan disaksikan kurir

6. Barang dengan nilai sampai dengan USD75 per orang per hari, bebas bea masuk dan pajak impor. Selanjutnya barang akan dikemas dan diantar ke alamat penerima atau konsumen

7. Tapi kalau lebih dari nilai USD75, ada kewajiban pembayaran pajak impor

“Pembayaran (pajak impor) dilakukan melalui perusahaan jasa titipan sebelum barang dikeluarkan dari bandara,” kata Kepala Seksi Humas DJBC, Devid Yohannis Muhammad saat berbincang dengan Cermati.com, baru-baru ini

8. Dengan kata lain, misalnya DHL, FedEx, atau perusahaan jasa kiriman lainnya membayar lebih dulu alias nalangin kewajiban pembayaran bea masuk dan pajak impor tersebut dengan transfer uang ke kas negara. Tentunya berkoordinasi dengan konsumen, apakah memiliki NPWP atau tidak untuk perhitungan pajaknya

9. Selanjutnya, perusahaan jasa kiriman itu yang akan menagih ke konsumen sebelum mengambil barang

10. Sementara untuk Pos Indonesia beda perlakuan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini tidak perlu membayar kewajiban pajak impor dulu ke kas negara. Tapi langsung ke konsumen dengan mengirimkan pemberitahuan bahwa barang sudah tiba, beserta tagihan ke alamat penerima. Penerima diminta melunasi kewajibannya di kantor Pos terdekat. Setelah dibayar, barulah barang impor kiriman itu bisa diboyong pulang.

Mendukung Industri dan Produk Dalam Negeri

Kebijakan memangkas batas nilai pembebasan barang impor kiriman lewat online ternyata untuk menciptakan kesetaraan atau level playing field antara produk buatan Indonesia dengan produk impor. Industri kecil dan menengah (IKM) domestik saja membayar pajak, masak barang kiriman impor dari e-commerce tidak. Ini kan menimbulkan ketidakadilan.

“Aturan ini tidak melarang orang membeli barang dari luar negeri, tapi untuk menciptakan level playing field, menghindari penyalahgunaan nilai pembebasan untuk tujuan komersial, dan mendorong produksi lokal,” tegas Devid.

Dengan aturan yang baru ini, tujuannya untuk menekan modus culas importasi barang yang tidak membayar bea masuk dan pajak impor, menciptakan persaingan sehat antara retailer offline dan online, mendorong penggunaan produk dalam negeri, serta menciptakan keadilan sesama pelaku usaha. 

Penurunan tersebut merupakan rekomendasi dari World Customs Organization (WCO). Lagipula nilai USD75 per orang per hari yang berlaku di Indonesia, masih lebih tinggi dibanding Thailand dan Kanada yang masing-masing memberikan nilai pembebasan bea masuk dan pajak impor atas barang kiriman online sebesar USD28 dan USD15.

Jadilah WNI yang Taat Aturan

Nah sudah tahu kan mengenai ketentuan impor barang kiriman, perhitungan bila melebihi batas nilai pembebasan bea masuk dan pajak impor sebesar USD75, serta alur distribusinya. Buat kamu yang suka banget beli barang impor dari toko online, cuma ada dua pilihan. Pertama, kalau kamu benar-benar ingin bebas merdeka dari bea masuk dan pajak impor, harus ikuti aturan, jangan melanggar batas nilai yang sudah ditetapkan. Kedua, jika melewati ketentuan, siap-siap dipungut pajaknya. Simpel kan.

Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik, jangan pakai modus-modus untuk lari dari pajak. Kalau banyak importir atau masyarakat mengakali nilai pembebasan ini dengan berbagai cara, impeknya akan mengganggu industri dalam negeri dan produksi lokal. Parahnya lagi bisa merugikan negara dalam jumlah besar. Yuk, jadi WNI yang taat aturan dan bayar pajak.

Baca Juga: Pajak Barang Mewah, Hal-Hal yang Mesti Anda Ketahui