Belajar Sukses Bisnis Online dari Presiden Bukalapak Muhamad Fajrin Rasyid

Pastinya nama Bukalapak sudah tidak asing lagi di telinga kamu yang sering belanja online. Tahun 2018 bisa dibilang tahun gemilang untuk Bukalapak. Secara resmi, marketplace yang digawangi Achmad Zaky ini masuk dalam jajaran unicorn nomor 4 di Indonesia. Unicorn merupakan bisnis rintisan atau startup dengan valuasi mencapai 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp15 triliun (kurs Rp15.000 per dolar AS).

Selama ini, orang hanya mengenal Achmad Zaky sebagai tokoh utama yang mendirikan Bukalapak. Kerap wara wiri di media, menjadi pembicara di berbagai acara, bahkan wajahnya sering nongol di iklan Bukalapak. Tapi tahukah kamu, ternyata ada tangan dingin lain yang berjasa membesarkan Bukalapak sejak tahun 2011. Dialah Muhamad Fajrin Rasyid, Co-Founder sekaligus Presiden Bukalapak.

Meski berstatus sebagai pendiri, karier Fajrin di Bukalapak dimulai dengan mengurusi keuangan perusahaan sebagai Chief Financial Officer (CFO). Pekerjaan tersebut dilakoninya selama 7 tahun, sebelum akhirnya resmi didapuk menjadi Presiden pada Juni 2018 lalu.

Memimpin perusahaan bersama sang sahabat Achmad Zaky, Fajrin ingin terus mengembangkan sistem dan layanan Bukalapak sehingga menjawab kebutuhan konsumen dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Inilah target lulusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan predikat Summa Cum Laude itu dalam mewujudkan visi perusahaan menjadi online marketplace nomor 1 di Indonesia. Tentunya tanpa melupakan misi Bukalapak untuk memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Tanah Air. Jadi siapapun dapat membuka toko online di Bukalapak. 

Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Cermati.comMuhamad Fajrin Rasyid membeberkan mulai dari perjalanan membangun bisnis, resep sukses Bukalapak menjadi salah satu marketplace raksasa di Indonesia, sampai rencana pengembangan yang akan dilakukan tahun depan. Berikut petikan wawancaranya.

Baca Juga: Nurhayati Subakat Siap Bawa Wardah Masuk Jajaran 5 Besar Merek Dunia

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Bisa diceritakan latar belakang Anda mendirikan Bukalapak?

Sebelumnya saya sempat bekerja menjadi konsultan (Boston Consulting Group/BSG). Ketika Bukalapak pertama kali ada, Bukalapak bukan satu-satunya produk Informasi Teknologi (IT) yang kami kembangkan. Kami nyambi juga mengerjakan proyek membuat website perusahaan lain sebagai IT konsultan. (Dari produk IT lain) ternyata Bukalapak yang tumbuh pesat, sehingga kami memutuskan fokus mengembangkan Bukalapak.

Alasan kami mendirikan Bukalapak, karena kami melihat fenomena di luar ada Amazon, Alibaba, dan sebagainya. Sedangkan di Indonesia belum ada. Jadi kenapa tidak mencoba membuatnya (marketplace). Terinspirasi dari mereka (luar negeri), tapi disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

2. Apa saja pencapaian Bukalapak di tahun ini?

Pertumbuhan (transaksi penjualan) kami sampai tiga digit, di atas 100% tahun ini. Ekspansi di berbagai layanan, tidak hanya marketplace saja. Untuk diketahui, jumlah merchant atau Usaha Kecil Menengah (UKM) yang buka toko online, jualan di tempat kami mencapai 4 juta merchant.

3. Apa rencana Anda sebagai Presiden untuk mengembangkan Bukalapak dan targetnya di 2019?

Presiden Bukalapak
Presiden Bukalapak

Pastinya, kami akan tetap fokus pada konsumen. Jadi layanan apapun yang bisa meningkatkan kepuasan pelanggan, pasti kami akan consider. Salah satu yang baru kami launching adalah warung (Mitra Bukalapak). Itu salah satu fokus kami di tahun depan, supaya banyak lagi (pengusaha) warung yang bekerja sama dengan Bukalapak. Dan layanan fintech, keuangan digital salah satu yang cukup banyak di tahun ini, dan kemungkinan di tahun depan juga begitu.

Sementara target ingin menjaring berapa UKM yang bekerja sama dengan Bukalapak di 2019 belum kami bicarakan persisnya. Tapi kami targetkan dalam jumlah yang lebih banyak lagi dari sekarang. Karena mudah-mudahan di tahun depan masih akan seperti itu (pertumbuhan transaksi tiga digit).

Baca Juga: Mengintip Gebrakan Bos JNE Hadapi Arus Digitalisasi Lewat Transformasi Bisnis

4. Apa mungkin nilai pasar e-commerce Indonesia akan mencapai 65 miliar dolar AS atau hampir Rp1.000 triliun pada 2022, berdasarkan laporan McKinsey?

Potensi bisnis e-commerce di Indonesia masih sangat besar. Jadi mungkin saja (bisa mencapai perkiraan McKinsey). Tentu saja dengan dukungan semua pihak ya, kerja sama dari pelaku bisnis dan government dengan aturan yang ada bisa kondusif. Karena trennya ke depan masih akan sama, bertumbuh dengan cepat. Jadi harus ada kolaborasi dari seluruh pihak.

5. Apa rahasia sukses Anda merintis Bukalapak dari nol?

Seperti bisnis pada umumnya, kami berupaya semaksimal mungkin mendengarkan apa kata konsumen. Membuat bisnis startup, apalagi (di bidang) teknologi, bukan karena kami bisa. Sebab banyak orang jago, misalnya programmer mau bikin sistem yang canggih, tapi sebenarnya yang penting adalah bagaimana membuat sistem yang bisa menjawab kebutuhan konsumen. Kami juga harus selalu menyesuaikan dengan pertumbuhan tadi.

6. Apa tantangan bisnis e-commerce di Indonesia?

Kami masih mau membesarkan Bukalapak. Sekarang sih sudah besar, tapi masih banyak target yang belum kami capai. Tapi untuk menjalankan bisnis ini, pasti ada tantangannya. Kalau sekarang, kondisi pembayaran, dan logistik di Indonesia belum sepenuhnya lancar. Jadi bagaimana kami ikut mengembangkan sistem yang mendukung hal tersebut. Termasuk membuat sistem pembayaran yang aman untuk konsumen.

Ubah Tantangan Jadi Peluang

Siapa menyangka Bukalapak akan sebesar saat ini. Semua karena kejelian membaca peluang pasar, dan menjawab apa yang dibutuhkan konsumen. Kamu juga bisa sesukses para pendiri Bukalapak dengan ketekunan, keuletan, dan selalu berinovasi. Jangan takut duluan dengan tantangan yang menghadang, karena dari tantangan tersebut, kamu akan menemukan peluang-peluang usaha baru. Sukses akan datang kepada orang-orang yang gigih berusaha. Semoga menginspirasi.

Baca Juga: Modal Nekat, Ini Kisah Sukses Raam Punjabi Raja Sinetron Indonesia