Belanja di 'Mall' Bikin Boros, Ternyata 7 Trik Berjualan Andalan Retail inilah Penyebabnya

Banyak dari kamu memilih untuk berbelanja di mall karena kenyamanan, banyak pilihan barang dan merek. Tapi sadar atau tidak, alasan tersebut seringkali membuat pengeluaranmu semakin bertambah lho! Belum lagi dengan trik-trik yang ditetapkan oleh retail yang ada di mall untuk menumbuhkan niat berbelanja.

Kamu yang awalnya ingin melihat-lihat atau membeli satu buah barang saja, tiba-tiba malah memborong empat hingga lima barang di toko. Jika hal ini sering menimpamu, itu artinya retail tersebut sukses menerapkan triknya saat berjualan.

Agar hal ini tidak terulang kembali, kamu perlu mengetahui trik-trik apa saja yang ditetapkan retail saat berjualan di mall. Dengan begitu, kamu bisa menahan diri untuk tidak berbelanja berlebihan. Berikut kumpulan trik-trik berjualan andalan retail di mall yang telah Cermati.com rangkum dari berbagai sumber.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Trik Berjualan Retail yang Bikin Boros

mewah
Trik berjualan retail

1. Penempatan keranjang belanja di pintu masuk

Keranjang belanja selalu ditempatkan di dekat pintu masuk. Kira-kira apa tujuannya? Tak lain adalah untuk menarik minatmu untuk berbelanja pada retail yang bersangkutan. Ukuran keranjang belanja yang ditawarkan oleh retail juga tidak kecil, melainkan sedang atau malah besar sehingga ruang untuk menaruh barang belanjaan lebih luas.

Akibat ukuran keranjang belanja yang besar ini, kamu semakin terdorong untuk belanja dalam jumlah yang banyak. Kalau tidak, maka aktivitas belanja dirasa kurang memuaskan. 

Padahal barang yang dibeli belum tentu barang yang benar-benar dibutuhkan. Terkadang aktivitas membeli hanya sekedar memenuhi keinginan semata untuk menghindari overthinking atau kepikiran karena tidak jadi membelinya. 

2. Pemberian diskon besar-besaran

Retail yang ada di mall seringkali memberikan diskon untuk menarik minat konsumen saat berbelanja. Pemberian diskon juga tidak tanggung-tanggung, terutama menjelang hari-hari besar seperti idul fitri, imlek, hari natal dan sebagainya. Tapi sadarlah kalau diskon semacam ini menjadi cikal-bakal terjadinya pemborosan.

Adanya diskon membuatmu tertarik untuk belanja lebih dengan asumsi “selagi murah, sebelum harganya kembali normal”. Masih mending kalau barang yang dibeli bisa tahan sampai berminggu atau berbulan-bulan. Kalau tidak, yang ada kamu bisa rugi karena ujung-ujungnya barang tersebut tidak bisa digunakan lagi.

Parahnya lagi kalau semisal retail memberi diskon bersyarat, seperti diskon apabila pembelian mencapai jumlah minimum. Mau tidak mau, kamu harus belanja sesuai jumlah minimum yang ditetapkan demi mendapat diskon.

3. Pemberian produk ‘tester’ 

Produk yang dibeli di retail tentu saja produk-produk yang sudah kamu kenal atau pernah pakai sebelumnya. Kalau tidak, pasti tidak akan dibeli karena takut produk tersebut mengecewakan dan tidak sesuai ekspektasi. 

Inilah alasan kenapa retail sering membagi-bagikan produk tester kepada konsumen. Tujuannya agar konsumen tahu bentuk, rasa, varian, dan manfaat dari produk tersebut. Apabila produk dirasa sesuai, ujung-ujungnya pasti dibeli juga. Benar, tidak?

Produk tester adalah trik atau jebakan halus yang harus kamu waspadai. Jika kamu tidak ingin pengeluaran bertambah, sebaiknya hindari segala bentuk tester seperti makanan, minuman, minyak wangi dan sebagainya yang diberikan oleh sales meskipun produk tester tersebut kelihatan menarik. 

Baca Juga: 10 Tempat Belanja Termurah di Jakarta

4. Tersedianya fasilitas ‘fitting’

Trik ini khusus untuk retail yang menjual pakaian agar konsumen tahu seberapa bagusnya pakaian tersebut di badan. Model baju atau celananya yang menarik, kemudian langsung dicoba dan dirasa cocok langsung dibeli. Apabila pakaian tidak sesuai, maka konsumen bisa mencari model lain yang dirasa pas dan cocok untuk badan. Begitu seterusnya. 

Coba bayangkan kalau retail tidak memperbolehkan konsumen untuk fitting pakaian, pasti pakaian tidak akan laku. Konsumen akan berpikir ulang untuk membeli pakaian tersebut karena takut merasa dirugikan apabila terdapat ketidaksesuaian saat pakaian menempel di tubuh.

Bagi kamu yang sering mampir ke retail atau toko pakaian, sebaiknya hindari fitting. Apalagi kalau tujuan utamamu hanya untuk melihat-lihat koleksi terbaru dari retail tersebut. Percayalah, cara ini akan membuat keuanganmu tetap aman dan sehat.

5. Produk baru berada di posisi terdepan

Produk-produk baru biasanya diletakkan di posisi paling depan. Tujuannya agar konsumen notice atau tahu kalau produk tersebut adalah produk terbaru. Hal ini akan membuat pengunjung muncul ketertarikan untuk mencoba produk baru tersebut, apalagi kalau produknya memiliki harga yang terjangkau.

Ketertarikan konsumen untuk mencoba produk baru akan semakin besar apabila produk yang dijual retail adalah produk berkualitas. Konsumen pasti tidak akan meragukan khasiat dan manfaat produk tersebut. Karena produk yang pernah dipakainya dulu sama sekali tidak mengecewakan.

Setelah beberapa lama, produk baru akan dipindahkan ke tempat yang berbeda dan digantikan dengan produk yang sudah ada sebelumnya, sehingga konsumen selalu beranggapan retail tersebut selalu menawarkan produk baru. 

Baca Juga: 6 Cara Hemat Dengan Belanja Pintar

6. Penataan produk yang rapi

Penataan juga menjadi faktor penting yang selalu diperhatikan retail saat menjual produk. Penataan yang baik tidak hanya membuat produk enak dipandang, tetapi juga menimbulkan keinginan untuk melihat, mengamati, hingga akhirnya memutuskan untuk membeli.

Pada umumnya, produk ditata sejajar dengan pandangan mata konsumen. Tujuannya tak lain agar produk tersebut semakin mudah ditemukan, khususnya untuk produk-produk yang limited edition

Maka dari itu, jangan mudah terkecoh dengan penataan yang rapi seperti ini. Tetap pertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan untuk mencegah membengkaknya pengeluaran. Jika kamu merasa barang tersebut tidak penting, lebih baik tidak perlu dibeli.

7. Adanya ‘reward’ dari penukaran poin

Tidak hanya kartu kredit saja yang memberlakukan poin dari setiap transaksi yang dilakukan oleh nasabah, tetapi juga kartu keanggotaan yang dikeluarkan oleh retail tertentu. Tujuannya hampir sama yaitu untuk mendapatkan reward tertentu dari poin yang berhasil ditukarkan. 

Proses pengumpulan poin hampir sama dengan kartu kredit. Perbedaannya terletak pada jenis reward yang ditawarkan, cara mendapatkan poin, dan jumlah minimum poin yang bisa ditukarkan. 

Pemberlakuan poin seperti ini akan mempengaruhi aktivitas belanja secara otomatis. Jika kamu termasuk tipikal orang yang suka berburu reward dari pengumpulan poin, kamu mesti hati-hati saat mendaftarkan keanggotaan pada retail tertentu. Jika tidak cermat, maka kartu keanggotaan ini dapat merusak kondisi finansialmu.

Belanja dengan Cermat Biar Keuangan Aman

Kapanpun dan di manapun kamu ingin berbelanja, cobalah untuk selalu bersikap cermat. Ketahui trik-trik yang ditetapkan oleh suatu retail yang dapat membuatmu boros. Sehingga kamu tahu bagaimana cara menyiasati trik-trik ini untuk mendapatkan finansial yang sehat setiap waktu. 

Di samping itu pula, selalu utamakan kebutuhan bukan keinginan untuk mencegah timbulnya arus pengeluaran yang tidak perlu. Agar keuangan lebih aman lagi, sebaiknya catat belanjaan terlebih dahulu di note pada smartphone, kemudian bawalah uang yang sesuai dengan kisaran total harga belanjaan kamu.

Baca Juga: Daftar Belanja yang Tepat Bisa Bikin Belanja Lebih Hemat