Berencana Ajukan KPR? Ini Prospek Bunga Kredit di 2018

“Kapan ya enaknya mulai beli rumah? Ambil KPR sekarang, atau nanti?” Mungkin pertanyaan ini yang selalu saja berputar-putar di kepala saat mau memutuskan untuk memiliki hunian yang diimpikan.

Ada banyak cara untuk memiliki rumah. Bagi yang punya banyak uang, mungkin itu bukan hal sulit didapatkan. Tapi bagaimana yang keuangannya ternyata pas-pasan? Tentu yang jadi pilihan adalah dengan cara kredit.

Tapi, kita semua tahu bahwa ada banyak yang biasanya menjadi pertimbangan untuk memutuskan kapan waktu yang tepat untuk membeli rumah secara KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Mengingat, bertahun-tahun kita bakal menanggung cicilan dan biaya bunga kredit.

Untuk itu, mengetahui besaran bunga kredit sejak awal dan perkiraan ke depannya ini sangat penting. Dan seperti apa tren bunga KPR ini juga sangat tergantung atau terpengaruh dari tingkat suku bunga bank sentral Indonesia (BI 7-Day Repo Rate).

Lalu, Seperti Apa Perkiraan Tingkat Bunga Kredit Sepanjang Tahun 2018?

Sebelum berlanjut ke perkiraan bunga kredit tahun ini supaya bisa memutuskan apakah akan mengambil KPR atau tidak, simak bagaimana prospek tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) 7-Day Repo Rate tahun 2018 terlebih dahulu.

Ini penting, sebab tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh BI ini menjadi acuan dari bunga perbankan, yakni bunga kredit maupun bunga simpanan. Nah, bunga KPR ini berkaitan erat dengan pelayanan jasa perbankan, bukan?

Terbaru, 15 Februari 2018, BI telah memutuskan suku bunga 7 Day Repo Rate tetap di level 4,25%. Angka ini dipertahankan sejak September 2017 lalu, turun 100 basis poin (bps) dari Agustus 2016 yang masih berada di 5,25%, yakni pertama kalinya penetapan suku bunga acuan menggunakan BI 7-Day Repo Rate dari sebelumnya adalah BI Rate.

Sementara itu, dengan tingkat suku bunga BI tersebut, dalam setahun terakhir, bunga kredit perbankan seperti KPR misalnya, rata-rata sekitar 11-12% per tahun.

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Ada Potensi Kenaikan Suku Bunga BI, Tapi Kecil

BI
Suku bunga bank sentral Indonesia via khtinusantara.com

Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Akhmad Akbar Susamto, kepada Cermati.com bahwa tidak menutup kemungkinan ada kenaikan suku bunga acuan BI di tahun ini. Setidaknya, ada 4 hal yang bisa memengaruhi perubahan suku bunga BI tersebut, yakni kondisi inflasi, neraca transaksi berjalan, kondisi eksternal khususnya kebijakan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve), dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Ia memperkirakan, hingga paruh pertama tahun ini suku bunga BI 7-Day Repo Rate masih akan bertahan di 4,25% dan akan mengalami kenaikan di akhir tahun ini.

Namun, poin besaran kenaikannya diperkirakan masih relative cukup kecil. Pun demikian, naik tidaknya suku bunga itu masih tergantung dari faktor eksternal, yakni rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika (Fed Fund Rate).

Akan tetapi, untuk potensi suku bunga BI turun di tahun ini, menurut dia, sangatlah tidak mungkin, karena tingkat suku bunga bank sentral Indonesia sekarang ini sudah cukup rendah.

Baca Juga: Tertarik Tinggal di Hunian TOD: Ini Cara, Biaya dan Prosedurnya!

Apa Pengaruh Suku Bunga Acuan BI dengan Bunga Kredit Perbankan?

Bank Indonesia
Bank sentral Indonesia

Yup, antara suku bunga acuan yang di tetapkan BI dengan tingkat bunga kredit perbankan ini sangat berkaitan erat. Sebab bagaimanapun juga, baik perbankan, pasar uang, maupun sektor riil, dalam transaksionalnya mengacu pada operasi moneter yang dilakukan BI.

Jadi, jelas bahwa peran BI sebagai lembaga penjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan ini juga bertujuan untuk menghindari pencegahan terhadap permasalahan yang berpotensi timbul di bank. Sehingga perbankan mengacu pada bank sentral Indonesia dalam transaksional atau perdagangannya.

Maka, tak heran bila bunga deposito maupun bunga kredit perbankan bisa saja berubah kapan pun, karena mengikuti pergerakan tingkat suku bunga acuan bank sentral, yang saat ini menggunakan BI 7-Day Repo Rate sebagai kebijakan baru untuk menguatkan kerangka operasi moneter.

Semakin tinggi suku bunga acuan BI, maka makin naik pula bunga kredit maupun deposito. Begitu juga sebaliknya, bila suku bunga BI turun, maka bunga kredit dan deposito juga akan mengikuti.

Sebelumnya, suku bunga acuan bank sentral didasarkan pada BI Rate. Namun, per 19 Agustus 2016 bank sentral Indonesia memutuskan mengubah ke BI 7-Day Repo Rate sebagai suku bunga acuannya. Harapannya, suku bunga acuan BI yang baru ini agar suku bunga kebijakannya bisa lebih cepat memengaruhi pasar uang, perbankan, dan sektor riil.

Karena kita tahu, selama ini kecenderungannya bunga perbankan (kredit dan deposito) sulit turun kendati suku bunga BI sudah diturunkan. Walaupun pada akhirnya bunga kredit turun, namun penurunannya sangat lambat. Artinya tidak serta merta menyesuaikan penurunan suku bunga BI.

Kapan Waktu yang Tepat Ajukan KPR?

Suku Bunga
Ilustrasi memantau suku bunga dari waktu ke waktu

Jika bunga kredit perbankan tergantung atau mengacu dari berapa tingkat suku bunga acuan BI, maka yang jadi pertanyaannya, kalau begitu kapan waktu yang tepat buat ambil KPR? Apakah tahun ini adalah waktu yang pas? Apakah benar bunga kredit perbankan tahun 2018 relatif masih cukup terjangkau dan ramah buat kantong?

Nah, sebaiknya kita lihat dulu bagaimana pergerakan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate 2 tahun terakhir dari data bank sentral Indonesia berikut:

Tahun

Bulan

BI 7-Day Repo Rate

 2018

Februari

4,25%

 

Januari

4,25%

2017

September - Desember

4,25%

 

Agustus

4,50%

 

Januari - Juli

4,75%

2016

Oktober - Desember

4,75%

 

September

5,00%

 

Agustus

5,25%

Sementara itu, sebelumnya bank sentral Indonesia masih menggunakan suku bunga acuan BI Rate dengan pergerakan dalam 11 tahun terakhir berdasarkan data Bank Indonesia sebagai berikut:

Tahun

Bulan

BI Rate

2016

Juni - Juli

6,50%

 

Maret - Mei

6,75%

 

Februari

7,00%

 

Januari

7,25%

2015

Februari - Desember

7,50%

 

Januari

7,75%

2014

Januari - Desember

7,50%

2013

Nopember - Desember

7,50%

 

September - Oktober

7,25%

 

Agustus

7,00%

 

Juli - Agustus

6,50%

 

Juni

6,00%

 

Januari - Mei

5,75%

2012

Februari - Desember

5,75%

 

Januari

6,00%

2011

Nopember - Desember

6,00%

 

Oktober

6,50%

 

Februari - September

6,75%

 

Januari

6,50%

2010

Januari - Desember

6,50%

2009

Agustus - Desember

6,50%

 

Juli

6,75%

 

Juni

7,00%

 

Mei

7,25%

 

April

7,50%

 

Maret

7,75%

 

Februari

8,25%

 

Januari

8,75%

2008

Desember

9,25%

 

Oktober - Nopember

9,50%

 

September

9,25

 

Agustus

9,00%

 

Juli

8,75%

 

Juni

8,50%

 

Mei

8,25%

 

Januari - April

8,00%

2007

Desember

8,00%

 

Juli - Nopember

8,25%

 

Juni

8,50%

 

Mei

8,75%

 

Maret - April

9,00%

 

Februari

9,25%

 

Januari

9,50%

2006

Desember

9,75%

 

Nopember

10,25%

 

Oktober

10,75%

 

September

11,25%

 

Agustus

11,75%

 

Juli

12,25%

 

Mei - Juni

12,50%

 

Januari - April

12,75%

2005

Desember

12,75%

 

Nopember

12,25%

 

Oktober

11,00%

 

September

10,00%

 

Oktober

11,00%

 

Agustus

8,75%

 

Juli

8,50%

Nah, pada periode setahun terakhir, dengan tingkat suku bunga acuan BI tersebut, bunga kredit perbankan di Indonesia berada dikisaran rata-rata di atas 10% untuk bunga KPR.

Tingkat bunga kredit rumah ini berangsur turun dari tahun- tahun sebelumnya yang sempat mencapai sekitar 11-12% di 2014, bahkan jauh lebih rendah dibanding bunga KPR tahun 2005 yang pernah di atas 16%.

Artinya, jika melihat pergerakan suku bunga acuan BI selama ini, dan proyeksi potensi tingkat suku bunga setahun ke depan, maka bunga KPR tahun 2018 diperkirakan masih akan relative sama dengan tahun 2017 yang berada di kisaran 10%, kendati ada kemungkinan kenaikan suku bunga BI 7-Day Repo Rate.

Meski ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga KPR single digit, namun itu bukanlah angka yang berlaku selamanya. Melainkan pada periode waktu tertentu sebagai promosi untuk rata-rata sekitar 2-5 tahun saja.

Baca Juga: Merasa Tak Boros Tapi Uang Selalu Habis: Berapa ‘Latte Factor’ Anda?

Manfaatkan Promo Bunga KPR Rendah dari Bank

Beli Rumah
Jangan ragu untuk membeli rumah

Biasanya, bank memberikan penawaran menarik untuk produk tertentu seperti KPR dengan bunga yang lebih rendah dari biasanya pada momen perayaan hari jadi (Ulang Tahun) perusahaan tersebut.

Tak tanggung-tanggung, bunga rendah yang ditawarkan disertai dengan jangka waktu hingga beberapa tahun ke depan secara rata (flat).

Jadi, keuntungan yang ditawarkan menjadi berlipat. Nah, bagi Anda yang kebetulan bisa memanfaatkan fasilitas promo tersebut, tentu akan lebih diuntungkan, bukan?

Contoh, di ulang tahunnya yang ke-60, BCA (Bank Central Asia) menawarkan KPR suku bunga 6,0% eff.p.a Fix 2 tahun pertama dan KPR dengan suku bunga 6,88% eff.p.a Cap 3 tahun selanjutnya dengan minimal jangka waktu kredit 60 bulan.

Artinya, suku bunga KPR yang diberikan sebesar 6,0% itu secara efektif (eff) per tahun (p.a/per annum) Fix (tetap) selama 2 tahun pertama, dan 3 tahun selanjutnya dengan suku bunga 6,88% eff.p.a Cap (batas tertinggi).

Misal, Harga Rumah Rp500 juta, Uang Muka (DP) 20% maka pokok utang menjadi Rp400 juta, bunga tetap 6,0% per tahun untuk 2 tahun pertama. Tenor KPR yang diambil 10 tahun (120 bulan).

Perhitungannya:

= (Utang Pokok + <Utang Pokok x Bunga x Tahun>)/Bulan

= Rp400 juta + <Rp400 juta x 6,0% x 10 tahun>)/120 bulan

= Rp540 juta/120 bulan

= Rp5.333.333 per bulan (cicilan yang harus dibayar)

Namun, karena ketentuan Fix 2 tahun, maka besaran cicilan per bulan Rp5.333.333 itu hanya berlaku selama 24 bulan saja.

Berikutnya, di 3 tahun selanjutnya dikenakan cicilan dengan suku bunga 6,88%, dengan perhitungan:

= Rp400 juta + <Rp400 juta x 6,88% x 10 tahun>)/120 bulan

= Rp675 juta/120 bulan

= Rp5.626.667 per bulan (cicilan yang harus dibayar)

Maka, setelah mendapatkan cicilan dengan suku bunga fix di 2 tahun pertama, 3 tahun berikutnya besaran cicilan sebesar Rp5.626.667, dan sisa bulan selama tenor cicilan dibayarkan sesuai suku bunga pasar nantinya.

Jangan Tunda Rencana KPR Anda dan Miliki Rumah Impian

Dengan melihat pergerakan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia dan tren bunga kredit rumah, maka tak perlu takut dan khawatir mulai mengajukan KPR di tahun 2018 ini. Sebab bunga KPR masih akan relative stabil di kisaran angka yang ada, setidaknya setahun terakhir. Tunggu apalagi, ajukan KPR sekarang juga dan miliki rumah impian Anda.

Baca Juga: Tips Capai Target Punya Rumah Saat Masih ‘Single’