Berminat Beli Saham IPO? Inilah Tips Memilih dan Membelinya

Bagi kebanyakan orang, memiliki sebuah perusahaan adalah impian tersendiri. Tapi, tentu membangun sebuah perusahaan bukan semudah bermimpi pada waktu tidur. Ada tantangan yang luar biasa berat. Mulai dari mempersiapkan modal serta sumber daya, memilih bidang usaha yang akan digarap, serta yang terakhir tentunya berkaitan dengan badan hukum serta perizinan.

Dari sekian banyak tantangan dan kerumitan yang harus di hadapi terkait dengan pendirian sebuah perusahaan hingga dapat dikenal produknya oleh publik, sebenarnya, ada cara lebih mudah untuk mendirikan sebuah perusahaan sendiri. Tentu ini bukan sekadar angan. Memiliki sebuah perusahaan secara cepat bukanlah sekadar impian. Syaratnya perlu kekuatan modal di dalamnya.

Apa dan bagaimana caranya? Membeli saham sebuah perusahaan yang sudah IPO adalah cara praktis memiliki perusahaan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Saham yang Wajib Diketahui Investor Pemula

IPO, Solusi Perusahaan agar Semakin Berkembang

loader
Ilustrasi Saham IPO

Initial Public Offering (IPO) adalah sebuah mekanisme bagi perusahaan guna menaikkan level perusahaan menjadi perusahaan publik yang lebih terbuka dan akuntabel. Dengan kata lain, IPO merupakan penawaran saham perdana sebuah perusahaan kepada publik.

Mekanisme ini menjadi suatu mekanisme yang win-win solution bagi perusahaan karena lebih banyak pihak yang terlibat berarti permodalan menjadi lebih stabil  dengan kemungkinan perbaikan manajerial dari waktu ke waktu. Dengan cara seperti itu, keberlangsungan perusahaan juga lebih terjaga. Di sisi lain, publik juga akan punya lebih banyak alternatif instrumen investasi yang menjanjikan dan pasti.

Membaca ilustrasi di atas tentu banyak orang tergiur untuk terlibat dalam instrumen investasi saham IPO. Akan tetapi, Anda harus memahami dengan benar seluk beluknya apalagi bila masih tergolong newbie (pemula) dalam bisnis ini.  

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Keuntungan dan Risiko Bermain Saham IPO

Bisnis saham sama seperti bisnis lainnya. Perlu dipelajari secara mendalam. Membeli saham IPO bisa jadi langkah awal. Sebab saham IPO biasa dijual pada saat kondisi pasar sedang bullish (mengalami tren naik). Tapi, sebelum itu, pahami lebih dulu lebih dan kurangnya membeli saham IPO berikut ini agar tak salah dalam melangkah.

  1. Keuntungan Membeli Saham IPO
    • Saham IPO bersifat longgar karena harga sudah ada patokan. Berbeda dengan kondisi di bursa di mana pemain sendiri yang harus tahu akan beli di harga berapa.
    • Kemungkinan keuntungan saham IPO tinggi karena ditawarkan pada saat kondisi bullish. Demikian berarti kemungkinan harga akan tinggi pada saat pembukaan.
    • Khusus saham IPO, analisis bisa dilakukan sebatas kisaran animo pasar saja, berbeda dengan saham di bursa efek. Pemain harus memahami betul analisis dan strategi apa yang akan diterapkan.
    • Kelonggaran masa pembelian juga bisa jadi kelebihan lainnya, berbeda dengan saham di bursa efek. Pemain atau pembeli sendiri yang akan menentukan tanggalnya.
  1. Risiko Membeli Saham IPO
    • Lot atau jatah pembelian saham IPO sudah ditentukan. Sebagai ilustrasi, si A membeli 100 lot saham IPO, tetapi ternyata hanya mendapatkan 1 lot. Ini adalah hal biasa sebab jumlah lot ditentukan penerbit, bukan pembeli.
    • Ada rentang seminggu sebelum withdrawal (penarikan dana). Artinya, harus rela menunggu lebih kurang sepekan sebelum waktu refund

Bila kelebihan dan kerugian membeli saham IPO sudah diketahui, pertanyaan berikutnya biasa berkisar terkait dengan harus membeli saham IPO yang mana? Jawabannya sama dengan yang ada pada kelebihan saham IPO itu sendiri. Peminat tak perlu menganalisis. Cukup mengetahui mana saham yang sedang diminati.

Namun demikian, ada kemungkinan keuntungan sebesar 10-30% pada hari pertama pembukaan perdagangan. Saham IPO juga berpotensi dorman atau menjadi saham tidur. Hal ini biasa dikenal dengan istilah saham IPO “bodong”. Ketahui lebih lanjut tentang hal tersebut, terlebih bila masih menjadi trader pemula.

Baca Juga: Cara Mudah untuk Mendapatkan Saham Terbaik

Kenali Indikator Berikut untuk Menghindari Pembelian IPO “Bodong”

loader
Ilustrasi Indikator Saham

Para pemain saham (trader) berpengalaman tahu. Meskipun di awal perdagangan, saham IPO bisa sangat menguntungkan karena tawarkan keuntungan 10-30%, saham IPO juga bisa dorman atau tidur dan tak jarang tak ada indikasi bangkit kembali.

Salah satu kelebihannya adalah sangat mudah untuk mengenalinya dari tingginya animo pasar. Tetapi, tak sedikit pula investor yang harus mengalami kerugian karena membeli saham IPO yang tiba-tiba dorman pada suatu waktu dan tak lagi mengalami kebangkitan pada sesi perdagangan berikutnya.

Ini disebabkan banyak perusahaan yang melepaskan saham IPO sebagai bagian dari kepentingan untuk mendapatkan permodalan. Modal ini tentu bisa dimaksudkan sebagai bagian dari ekspansi usahanya serta di sisi lain bisa jadi adalah bagian dari cara untuk mengembalikan utang internal perusahaan.

Bila membeli saham IPO dari perusahaan yang menjual saham IPO karena maksud yang kedua tentu saja bukan capital gain yang bisa didapatkan malahan blunder dari segi investasi dengan macetnya modal yang telah dikeluarkan. Indikator berikut bisa jadi dasar untuk menganalisis sebelum membeli saham IPO.

  • Jumlah lot pembelian saham IPO yang karena ditentukan penerbit adalah indikator pertama. Dengan mengetahui persentase jumlah slot yang dilepas, sangat mungkin trader bisa mendapatkan lot sebanyak yang dikehendaki. Ini maksudnya bila pada saat kondisi tertentu ternyata berbalik, penjualan setidaknya bisa mengembalikan modal yang telah dikeluarkan.
  • Persentase untuk investor lokal dan asing juga perlu diketahui. Perusahaan yang melepaskan saham IPO berkualitas dan jauh dari kondisi akan dorman. Biasanya menerapkan alokasi investor asing dan lokal seimbang.
  • Sebuah perusahaan yang akan menjual saham IPO sudah barang tentu akan diaudit dari segi prospek dan kinerjanya. Pembandingan dengan perusahaan dengan bidang yang sejenis juga akan dilakukan.
  • Capital Gain adalah salah satu tujuan yang ingin dicapai investor. Saham IPO yang bagus biasanya bisa dideteksi dari besaran animo pada hari penawaran perdana. Meski demikian, tidak ada salahnya untuk menambahkan dengan melakukan analisis secara individu.
  • Meski timing pembelian sudah menjadi lot dari pihak penerbit. Membeli saham IPO tetap harus memperhitungkan sentimen pasar. Sebab meski kondisi saham sedang bagus dari perusahaan dengan kinerja dan produktivitas tinggi, bisa jadi bila dijual saat kondisi pasar sedang bearish (sentimen negatif) bisa jadi harganya akan ikut anjlok. Mengetahui perbedaan pasar saat sedang bullish (sentimen positif) perlu agar bisa menemukan timing pembelian yang pas.
  • Dalam bermain saham, seorang trader atau investor harus kenal dengan istilah Price Earning Ratio (PER). Ini berguna agar seorang investor mengenali apakah harga saham yang dibelinya mahal, murah, atau wajar.

Sebaiknya, tak membeli saham bila PER-nya di atas pesaingnya. Sementara itu, ada juga Price to Book Value (PBV). Ini perlu untuk diketahui apakah di bawah, di atas, atau rata-rata di antara pesaingnya.

Kapitalisasi pasar juga perlu diketahui. Ini terkait antara persentase harga dan jumlah saham yang dilepas. Semakin besar kapitalisasinya akan semakin baik prospek saham IPO tersebut.

Sangat Menguntungkan Jika Jeli Membaca Prospektus dan Punya Pengalaman yang Cukup

Membeli saham IPO punya keuntungan sendiri bila dibandingkan dengan membeli di bursa efek. Namun, bermain saham, baik IPO maupun lewat bursa efek, tetap harus berpijak pada analisis. Sebab meski saham IPO punya kebaikan dari segi keuntungan saat pembukaan di perdagangan awal, tetapi sangat mungkin jeblok pada tengah perdagangan hingga tak lagi bangkit hingga penutupan dan hari selanjutnya.

Selain itu, salah satu tujuan dari perusahaan menawarkan sahamnya melalui IPO adalah untuk menambah permodalan. Permodalan ini tentu berkaitan dengan dua hal, apakah ekspansi bisnis atau dengan tujuan sebagai bagian dari cara untuk menutup utang perusahaan. Kondisi ini bisa dianalisis dari prospektus yang ditawarkan perusahaan pada calon investor secara langsung.

Membeli saham IPO sama halnya dengan memiliki perusahaan. Sebagai pemilik, tentu mengharapkan pertumbuhan dan bisa membawa keuntungan. Kerugian tentu bukan sesuatu yang diharapkan bagi seorang pemilik perusahaan. Oleh karena itu, tetaplah melakukan analisis prospektus dari perusahaan yang jadi incaran. Makin banyak jam terbang Anda, biasanya akan semakin peka terhadap perusahaan baru yang akan go public.

Baca Juga: Saham Blue Chips: Saham Incaran yang Menguntungkan