Biang Keringat: Kenali Gejala, Penyebab Hingga Cara Mengobatinya

Biang keringat menjadi salah satu masalah kulit yang kerap mengganggu dan muncul pada bagian tubuh tertentu. Pada umumnya biang keringat ini timbul dalam bentuk ruam kecil kemerahan dan sedikit menonjol di permukaan kulit. 

Meski hanya tampak seperti gangguan kulit ringan saja, biang keringat ini akan menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman pada kulit. Dalam kondisi yang buruk, biang keringat bahkan bisa saja menimbulkan rasa perih atau menimbulkan sensasi rasa menyengat di kulit. 

Bukan hanya pada orang dewasa saja, biang keringat juga kerap timbul pada bayi dan anak-anak. Biasanya gangguan kulit ini akan banyak diderita oleh mereka yang tinggal di lingkungan dengan suhu lembab, namun pada saat kondisi cuaca cukup panas. 

Pada dasarnya biang keringat bisa saja muncul di semua area tubuh, terutama yang sering lembab. Namun kebanyakan biang keringat kerap ditemukan pada area leher, dada, punggung, paha, atau bahkan wajah. Biang keringat akan sangat mengganggu, terutama ketika cuaca sedang panas dan menimbulkan keringat yang berlebih pada penderitanya.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Jenis dan Gejala Biang Keringat

biang keringat
Jenis dan gejala biang keringat

Jika dilihat area timbulnya, biang keringat pada orang dewasa dan bayi memang terjadi pada area yang berbeda. Orang dewasa kerap mengalami biang keringat pada area tubuh yang memiliki lipatan dan biasanya sering bergesekan secara langsung dengan pakaian yang dikenakan. 

Sementara bayi justru kerap mengalami biang keringat ini pada beberapa area yang cukup lembab, seperti: selangkangan, lipatan siku, ketiak, leher, dan yang lainnya. Selain itu, biang keringat ini juga bisa dibedakan berdasarkan gejala yang terlihat pada area kulit.

Berikut beberapa jenis biang keringat yang dilihat berdasarkan tingkat keparahannya:

1. Miliaria kristalina

Biang keringat yang satu ini merupakan jenis paling ringan dan biasanya diderita oleh bayi. Miliaria kristalina pada umumnya hanya memberi pengaruh pada saluran keringat di lapisan kulit yang paling atas. 

Hal ini biasanya dapat dilihat dengan gejala munculnya bintil-bintil yang terisi cairan jernih dan mudah pecah. Jenis biang keringat yang satu ini juga menimbulkan rasa gatal dan juga rasa sakit.

2. Miliaria rubra

Miliaria rubra biasanya sering terjadi di kawasan lembab dengan suhu yang panas, di mana biang keringat ini terjadi di lapisan kulit dalam. Gejala yang kerap muncul adalah sensasi rasa gatal serta menyengat yang disertai dengan timbulnya bintil kemerahan. 

3. Miliaria pustulosa

Miliaria pustulosa merupakan hasil perkembangan miliaria rubra yang semakin parah. Dalam kondisi ini biang keringat sudah mengalami peradangan dari bintil kemerahan menjadi terisi oleh cairan nanah.

4. Miliaria profunda

Biang keringat ini merupakan jenis yang paling parah dan biasanya cukup jarang terjadi. Dalam kondisi ini, biang keringat sudah terjadi di dalam lapisan kulit terdalam dan memiliki sifat kronis (kambuhan). 

Miliaria profunda pada umumnya terjadi pada orang dewasa, yang gejalanya  terdapat bintil merah dengan tekstur yang keras dan ukuran yang lebih besar dari biasanya.

Selain itu, dalam kondisi yang semakin parah, biang keringat juga bisa menimbulkan peradangan yang serius, bahkan timbulnya infeksi dengan beberapa gejala seperti adanya pembengkakan kelenjar getah bening di area ketika atau bahkan leher, timbul demam yang menggigil dan rasa sakit yang semakin memburuk, keluarnya nanah dari bintil yang timbul.

Baca Juga: Infeksi Mungkin Terlihat Sepele, Ini Fakta Penyakit Infeksi yang Harus Diketahui

Penyebab Biang Keringat

Biang keringat timbul akibat adanya keringat yang tidak dapat keluar dan terjebak di dalam lapisan dalam kulit. Biasanya hal ini terjadi karena terhambat kelenjar keringat, sehingga keringat tidak dapat menguap dengan baik. Kondisi seperti ini akan membuat kulit mengalami peradangan, sehingga menimbulkan ruam di sekitar area kulit tertentu. 

Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan terhambatnya kelenjar keringat tersebut:

  • Iklim tropis: suaca yang panas pada lingkungan yang lembab.
  • Kondisi kepanasan: mengenakan pakaian yang tebal, memakai selimut yang terlalu tebal saat tidur.
  • Aktivitas fisik yang berat: olahraga, pekerjaan yang berat dan juga berbagai aktivitas fisik lainnya yang cukup berat.
  • Perkembangan kelenjar keringat yang belum sempurna: hal ini biasanya terjadi pada bayi yang dirawat di inkubator, sedang demam, menggunakan baju terlalu hangat, dan lainnya.
  • Terlalu lama bed rest: kondisi ini biasanya dialami oleh mereka yang harus beristirahat dalam kurun waktu yang panjang di ranjang. 

Baca Juga: Penyakit Musim Hujan Melanda, Antisipasi dengan Cara ini!

Cara Obati Biang Keringat

dokter
Pemeriksaan ke Dokter

Untuk biang keringat yang masih dalam kondisi normal atau ringan, biasanya tidak dibutuhkan perawatan medis. Gangguan kulit ini bisa diatasi dengan beberapa langkah mudah, seperti menghindari paparan sinar matahari langsung yang kerap menimbulkan banyak keringat, menjaga kondisi kulit agar tetap dingin, menghindari pakaian ketat dan bahan-bahan yang tidak menyerap keringat, minum cairan / air dalam jumlah yang cukup, berendam / mandi.

Sementara penanganannya dengan menggunakan obat-obatan tetap harus dilakukan sesuai dengan resep dokter. Ada beberapa pilihan obat yang lazim digunakan untuk mengatasi biang keringat, antara lain krim hidrokortison, tablet antihistamin, losion calamine dan yang lainnya.

Hindari Biang Keringat dengan Langkah yang Tepat

Biang keringat ini memang muncul secara tiba-tiba, namun timbulnya biang keringat masih bisa dihindarkan dengan langkah yang tepat sejak awal, terutama jika tahu kulit Anda atau anak sensitif terhadap keringat. Misalnya, gunakan baju dengan bahan yang mudah menyerap keringat, tidak terlalu lama berpanas-panasan, dan sebagainya. Jika kondisi biang keringat cukup parah, segera kunjungi dokter untuk penanganan yang lebih serius.

Baca Juga: Sakit Tenggorokan atau Tenggorokan Sakit? Cari Tahu Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahannya