Bingung Siapkan Dana Pensiun? Pakai 5 Tips Ini

Sering kali banyak yang melupakan bahwa bekerja pada usia produktif bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, juga sangat perlu untuk melakukan persiapan hari tua. Salah satunya ialah dengan merencanakan dan menyiapkan pensiun dini dengan baik.

Umumnya kebanyakan orang memiliki dana pensiun karena dipersiapkan tempatnya bekerja atau menyimpannya dalam bentuk deposito. Selain itu, sebagian juga menyimpannya dalam bentuk properti, reksa dana, obligasi, saham, ataupun asuransi unit link. Beberapa lainnya mengandalkan warisan. Tentunya pilihan terakhir bukanlah yang paling ideal.

Nah, agar tidak bingung dalam mempersiapkan dana pensiun, berikut ini beberapa tips menyiapkan dana pensiun. Tips ini juga pas dijalankan bagi yang ingin pensiun dini. Dengan begitu, di kemudian hari tidak mengalami kesulitan finansial.

Baca Juga: Persiapan Dana Pensiun: Pilih BPJS, DPLK, atau Reksa Dana?

1. Siapkan Cadangan Dana Pensiun Sekalipun Sudah Disiapkan Perusahaan

Dana Pensiun Siapkan Dana Pensiun
Biar Hari Tua Makin Terjamin, Tak Ada Salahnya Punya Dana Pensiun yang Lain

Sering kali karyawan berpikir sudah cukup aman jika memiliki program pensiun dari perusahaan. Namun, perlu diketahui bahwa sistem pensiun yang diberikan perusahaan umumnya memiliki jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan besarnya gaji yang diterima saat ini. Bahkan, secara akurat kurang dari 10%.

Coba cermati lebih lanjut, biaya hidup seiring bertambahnya usia bukannya menurun, tetapi semakin meningkat. Karena itu, ada baiknya jangan hanya mengandalkan pensiun yang dijamin perusahaan. Sebab jumlahnya tidak akan mencukupi semua kebutuhan pada hari tua nanti.

Pikirkan dengan baik berapa nilai yang Anda butuhkan kelak setelah pensiun. Segera siapkan cadangan dana pensiun sehingga pada masa yang akan datang Anda tidak mengalami kesulitan finansial.

2. Masukan Alokasi Dana Pensiun dalam Budget Bulanan

Budget Bulanan Dana Pensiun Siapkan Dana Pensiun
Sertakan dalam Budget Bulanan Alokasi untuk Dana Pensiun

Banyak metode yang dipergunakan untuk menabung dana pensiun untuk persiapan hari tua. Namun, kebanyakan orang akan menyusun pengeluaran sesuai jumlah pemasukan bulanannya.

Pada akhir bulan, sisa yang didapat akan ditabungkan sebagai persiapan hari tua. Cara seperti ini tidak sepenuhnya salah, tapi kurang bijaksana. Sebab tentunya persiapan yang demikian tidak akan mampu memenuhi kebutuhan masa tua.

Langkah yang paling baik ialah dengan menabung pada awal bulan dan memasukkan komponen tabungan hari tua sebagai komponen kewajiban yang harus dipenuhi. Sering kali walaupun sudah demikian, terkadang uang yang ditabung digunakan untuk keperluan-keperluan mendesak lainnya. Karena itu, pilihlah autodebet rekening langsung ke rekening dana pensiun, baik dalam bentuk deposito maupun instrumen pasar modal.

Dengan menggunakan sistem autodebet, dana yang direncanakan akan dipindah secara otomatis menuju ke rekening pensiun. Dana tersebut tetap aman terjaga hingga tiba masa pensiun kelak.

Ditambah saat ini banyak bank yang menawarkan kemudahan iuran dana pensiun dengan beragam manfaat. Jumlah iuran bulanan juga dapat diatur sendiri sesuai kemampuan. Selain lebih mudah, juga lebih fleksibel.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

3. Tetapkan Persentase dalam Alokasi Pengeluaran ke Dana Pensiun

Persentase Alokasi Pengeluaran Dana Pensiun
Alokasikan 10% dari Pendapatan untuk Dana Pensiun

Sering kali kenaikan gaji tidak diiringi dengan kenaikan jumlah alokasi untuk dana pensiun. Justru kenaikan gaji malah memicu kenaikan kebutuhan. Ini merupakan paradigma yang salah.

Karena itu, pakailah angka persentase dalam menghitung alokasi ke kebutuhan, termasuk ke dana pensiun. Kenaikan gaji pastinya diiringi dengan peningkatan dana pensiun. Anda pun tak perlu repot dalam menghitung berapa besaran yang dialokasikan ke dana pensiun.

4. Miliki Dana Simpanan yang Lain Selain Dana Pensiun

Simpanan Lain Dana Pensiun
Alokasikan 10% Lagi dari Penghasilan untuk Simpanan Selain Dana Pensiun

Memisahkan dana pensiun dan dana darurat itu cukup perlu. Mengapa? Sebab sering kali orang salah dalam mengatur dana pensiunnya. Biasanya kebanyakan orang hanya membagi pemasukan menjadi dua: dana kebutuhan sehari-hari dan dana simpanan.

Dana simpanan ini tidak dirinci dengan jelas sehingga sewaktu-waktu saat diperlukan akan dipergunakan begitu saja. Inilah cara yang kurang bijaksana. Sebab dengan demikian, dana pensiun Anda bisa jadi lenyap begitu saja.

Oleh sebab itu, yang paling baik ialah mengalokasikan dana simpanan menjadi beberapa bagian. Salah satunya ialah untuk dana pensiun yang mana dana ini tidak digunakan untuk kebutuhan lain selain fokus untuk hari tua.

5. Hindari Gunakan Dana Pensiun untuk Beli Aset

Aset Properti Dana Pensiun
Jangan Sesekali Pakai Dana Pensiun untuk Beli Aset

Salah satu pemikiran kebanyakan orang ialah menggunakan dana pensiun untuk beli aset. Ini juga bukanlah pemikiran yang bijaksana. Beli aset itu sah-sah saja dilakukan. Namun, janganlah kaget jika aset Anda nantinya tidak memberi keuntungan. Bisa jadi aset yang Anda membuat Anda merugi. Jika demikian, dana pensiun bisa hilang karena dipakai untuk membeli aset.

Sebaiknya, jika hendak membeli aset dalam bentuk properti, gunakan dana yang memang dikhususkan untuk beli aset. Dana tersebut harus di luar dana pensiun. Memang ini bukanlah suatu langkah yang mudah. Namun, dengan mencoba untuk disiplin, tentunya hal tersebut adalah suatu hal yang mungkin.

Baca Juga: Dana Pensiun: Persiapkan Mulai dari Sekarang!

Siapkan Dana Pensiun Sebaik Mungkin

Menyiapkan dana pensiun seharusnya bukanlah hal yang sulit. Dengan beberapa tips menyiapkan pensiun di atas yang dapat Anda terapkan, tentunya dapat memulai Anda untuk menyiapkan dana pensiun.

Jika dana pensiun Anda siapkan sebaik dan sedetail mungkin, pada masa yang akan datang jaminan hari tua akan jauh lebih baik. Saat Anda sudah tidak bekerja atau tidak memiliki pemasukan tetap, kebutuhan sehari-hari setidaknya masih dapat tercukupi.

Baca Juga: Mempersiapkan Dana Pensiun, Pilih Deposito atau DPLK?