Bisa Kok Lapor SPT Pajak Pakai Ojek Online, Begini Syaratnya

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki banyak cara bagi Wajib Pajak (WP) untuk lapor Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh). Selain lewat online atau dikenal dengan e-Filing, penyampaian SPT kini bisa dilakukan via ojek online. Tinggal pesan di aplikasi ojek online, kirim deh SPT ke kantor pajak.   

Masa pelaporan SPT Tahunan Pajak untuk WP Orang Pribadi sampai dengan 31 Maret, sementara WP Badan batas akhirnya hingga 30 April. Buat Anda yang ingin mencoba cara baru, ada nih lapor SPT pakai Go-Jek, Go-Send, atau Grab Bike. Ya, jasa pengiriman barang berbasis aplikasi daring alias ojek online.  

Sebelum menggunakan jasa ojek online untuk menyampaikan SPT Tahunan, sebaiknya ketahui dan pahami dulu beberapa hal berikut ini:

Baca Juga: Cara Isi dan Lapor SPT Pajak Online atau E-Filing 1770 SS

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Dikategorikan Lapor Manual atau Langsung

Lapor Pajak via Ojek Online
Dikategorikan Lapor Manual atau Langsung

Dikutip dari situs resmi DJP, pelaporan SPT melalui mitra ojek online bisa digolongkan dengan penyampaian SPT secara langsung. Berdasarkan Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), selama ini penyampaian SPT dikenal dengan tiga cara. Pertama, disampaikan langsung oleh WP ke kantor DJP. Kedua, dikirimkan melalui pos dengan tanda bukti pengiriman surat. Ketiga, dengan cara lain yang diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.

Penyampaian dengan cara lain itu dilakukan lewat perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman surat atau melalui saluran tertentu yang ditetapkan oleh DJP sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Saluran tertentu sebagai sarana penyampaian SPT adalah:

1. laman DJP;

2. laman penyalur SPT elektronik;

3. saluran suara digital yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak untuk WP tertentu;

4. jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara DJP dengan WP; dan

5. saluran lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.

Perlu dicatat, mitra ojek online bukan merupakan perusahaan yang memiliki izin usaha jasa ekspedisi atau jasa kurir sebagaimana telah diatur dalam Pasal 2 Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-518/PJ./2000, sehingga penyampaian SPT yang dilakukan via ojek online bukan merupakan penyampaian SPT melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir.

Oleh karena itu, penyampaian SPT yang dilakukan melalui mitra ojek online tidak dapat digolongkan sebagai penyampaian SPT melalui saluran tertentu. Tetapi dikategorikan secara langsung.

2. Kirim SPT Langsung ke Kantor Pajak

KPP
KPP Pratama via pajak.go.id

Karena sifatnya langsung, maka SPT yang dikirim dari WP pakai ojek online, seperti Go-Jek, Go-Send, Grab Bike diantar untuk diserahkan ke:

  • Tempat Pelayanan Tertentu (TPT) pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Wajib Pajak terdaftar
  • Tempat lain, berupa layanan pajak di luar kantor yang disediakan KPP (pojok pajak, mobil pajak, atau tempat khusus penerimaan SPT Tahunan) atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi (KP2KP) tempat WP terdaftar.
  • WP SPT Tahunan PPh dalam bentuk kertas maupun dokumen elektronik ke KPP dengan menggunakan ojek online.

Baca Juga: Bagaimana Cara Melaporkan Amnesti Pajak?

3. Menggunakan Surat Penunjukkan

Pajak

Penting nih buat WP yang ingin pakai ojek online untuk lapor SPT. Si mitra ojek online harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Syarat tersebut antara lain:

  • WP yang memakai jasa mitra ojek online harus menyerahkan surat penunjukan kepada mitra ojek online.
  • Surat penunjukkan ini semacam surat kuasa yang menyatakan WP mempercayakan atau menunjuk si driver ojek online untuk menyampaikan SPT-nya.
  • Mitra ojek online yang ditunjuk pun harus paham betul akan kewajiban dan konsekuensi dari penunjukan tersebut.

Isi surat penunjukan atau surat kuasa ini juga harus memenuhi syarat, yaitu:

  • Di dalamnya harus memuat penunjukan kepada mitra ojek online untuk menyampaikan SPT ke KPP, menerima kembali berkas SPT dan menyampaikan kembali SPT kepada WP apabila SPT dinyatakan tidak lengkap oleh KPP. Selain itu, juga mitra ojek online harus menyampaikan Bukti Penerimaan Surat dari KPP ke WP bila SPT dinyatakan lengkap.
  • Jika mitra ojek online tidak dapat menunjukkan surat penunjukan seperti di atas, maka penyampaian SPT secara langsung melalui mitra ojek online tidak dapat diterbitkan Bukti Penerimaan Surat.

“Pakai surat penunjukkan dulu dari WP kepada mitra ojek online. Untuk saat ini, form bakunya belum ada, tapi kurang lebih seperti surat kuasa,” Kepala KPP Pratama Subang Pudi Riana saat dihubungi Cermati.com, baru-baru ini.

4. Persiapkan Dokumen

Pajak
Bukti Potong Pajak via Slideshare

Melaporkan SPT Tahunan Pajak secara langsung ke KPP, WP harus melampirkan sejumlah dokumen atau berkas pada SPT yang akan dikirim oleh mitra ojek online.

“Untuk SPT dan kelengkapannya sama seperti kalau menyampaikan langsung, hanya saja ditambah dengan form penunjukkan (surat kuasa). Karena nanti tetap melalui mekanisme sama persis dengan (SPT) disampaikan langsung, yaitu diteliti terlebih dahulu,” Pudi menjelaskan.

Nah jangan sampai deh ya si abang ojek online suruh balik lagi oleh Account Representative (AR) DJP gara-gara dokumen atau berkas WP kurang atau enggak lengkap. So, cek dulu kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk lapor SPT via ojek online:

SPT Tahunan PPh

 

Formulir 1770 SS

Formulir 1770 S

Formulir 1770

 

Isi dan cetak SPT dalam bentuk kertas maupun dokumen elektronik

 
 

Bukti potong 1721 A1 (Pegawai Swasta)

Bukti potong 1721 A1 (Pegawai Swasta)

Bukti potong A1/A2

 

Bukti potong 1721 A2 (PNS)

Bukti potong 1721 A2 (PNS)

Neraca dan laporan laba rugi (pembukuan)

 
 

Untuk WP dengan status PH atau MT, Lembar Perhitungan PPh Terutang

Rekapitulasi bulanan peredaran bruto dan biaya (norma)

 
 

Untuk WP dengan status PH atau MT, Lembar Perhitungan PPh Terutang

 
     
   

Penghasilan lain di luar pekerjaan

 

PH : Pisah Harta
MT : Memilih Terpisah

Lampiran Tambahan

NPWP

NPWP

NPWP

Daftar harta (tabungan, rumah, kendaraan dan lainnya)

Bupot (bukti potong) PPh Pasal 23 untuk penghasilan

Daftar harta (tabungan, rumah, kendaraan, dan lainnya

Daftar utang

Bupot PPh ayat 2 untuk sewa tanah dan bangunan

Daftar utang

Jika ikut amnesti pajak, siapkan laporan amnesti pajak yang telah diisi lengkap

Daftar penghasilan

Lembar perhitungan (bila pisah harta dengan pasangan)

 

Daftar harta (buku tabungan, sertifikat tanah atau bangunan, dan utang (rekening utang)

Bukti pembayaran zakat atau sumbangan lain

 

Daftar tanggungan keluarga

Daftar tanggungan keluarga

 

Bukti pembayaran zakat atau sumbangan lain

 
 

Lembar perhitungan (bila pisah harta dengan pasangan)

 


Untuk melihat penjelasan lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi laman http://www.pajak.go.id/lapor-tahunan

Lebih Mudah via e-Filing

Era digital serba online seperti sekarang ini, sebetulnya enggak perlu repot lagi lapor SPT Tahunan PPh pakai kertas. Gunakan saja e-Filing atau SPT elektronik dari laptop maupun ponsel Anda. Lebih mudah, praktis, aman, dan bisa dilakukan di manapun dan kapanpun. Yuk segera lapor SPT pajak.

Baca Juga: Cara Mengisi dan Lapor SPT Pajak Online atau E-Filing 1770 S