Bisnis Permen ‘Zollipops’ Antarkan Alina Morse jadi Remaja Kaya Raya

Yuk, mari kita flashback sebentar ke masa remaja. Coba ingat kembali, apa yang kamu lakukan pada masa itu? Pada umumnya, setiap anak yang masih berada di usia remaja memang kegiatan yang dilakukan adalah belajar dan bermain.

Namun, ada sebagian anak yang tak hanya melakukan dua kegiatan tersebut, melainkan mereka juga sudah mulai berbisnis. Bahkan, berkat bisnis yang dijalankannya itu bisa mengantarkan mereka menjadi remaja kaya raya, seperti halnya dengan Alina Morse yang kini sedang diperbincangkan.

Dilansir dari entrepreneur.com, Alina Morse menjadi jutawan muda berkat bisnis permen anti rusak gigi yang diberi nama ‘Zollipops’. Bagaimana tidak, diusianya yang masih 13 tahun sudah meraup keuntungan yang sangat besar mencapai Rp28 miliar per tahunnya.

Masih kecil kok bisa sesukses itu ya? Agar rasa penasaran hilang, yuk simak kisah si pebisnis cilik yang menjadikannya sebagai remaja kaya raya.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Ide Muncul dari Sebuah Pertanyaan

Sebuah ide bisa datang dari mana saja, bahkan dengan waktu yang tidak terduga. Misalnya saja saat berada di jalan, sedang makan, ngobrol sama teman dan sebagainya. Nah, ini sama halnya dengan yang dialami Alina Morse.

Saat usianya 7 tahun, Alina pernah ditawari permen dari seorang teller bank tapi ditolaknya karena ayahnya melarang makan permen yang sudah pasti mengandung gula tinggi dan bisa merusak gigi.

Dari situ, munculah rasa penasaran gadis kecil yang berujung pada sebuah pertanyaan untuk ayahnya ‘apakah kita bisa membuat permen yang sehat tanpa merusak gigi?’. Ini membuat ayah terus memikirkan pertanyaan tersebut. Akhirnya untuk memecahkan rasa penasaran Alina dan ayahnya, melakukan percobaan pertama kalinya.

Baca Juga: 10 Generasi Millenial Indonesia Masuk daftar 30 under 30 Asia Forbes 2018

2. Lakukan Uji Coba Ratusan Kali

Tak sekali coba langsung jadi, karena untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan butuh waktu yang panjang saat uji coba. Banyak hal yang Alina dan ayahnya lakukan, mulai dari penelitian bahan utama gigi bersih, konsultasi ke dokter gigi dan ahli kebersihan, menentukan tanaman yang sangat baik dijadikan bahan.

Perjuangan yang mereka lakukan tidaklah sia-sia. Setelah ratusan kali melakukan uji coba dengan menggunakan oven, kompor, microwave yang ada di rumah, akhirnya mereka berhasil menciptakan permen yang selama ini diinginkan, yaitu permen sehat dan baik untuk gigi.

Permen tersebut bebas dari gula atau pemanis buatan lainnya, bahan yang digunakan hanya menggunakan xylitol dan erythritol sebagai pemanis alami yang mampu mengurangi plak pada gigi dan bakteri di area mulut.

Testimoni pertamanya Alina dapatkan dari Lola, sosok adik yang kebetulan pemilih terhadap makanan atau minuman yang akan dikonsumsinya. Lola mengakui kalo permen buatan kakak dan ayahnya itu enak dan punya rasa yang hebat, tanpa berpikir panjang langsung menamainya ‘Zollipops’. Tak hanya itu saja, teman-teman Alina yang mencoba permen buatanya mengakui kalau permennya sangat enak.

3. Dukungan Kuat dari Orang Tua dan Keluarga

Setiap orang yang menjalankan sebuah bisnis tentu perlunya ada dukungan yang kuat. Sebab, dukungan tersebut mengandung nilai yang sangat positif terhadap diri sendiri, misalnya saja menjadi lebih semangat mengejar mimpi. Nah, dukungan ini bisa didapatkan dari orang-orang terdekat di sekeliling kita, baik itu dari orang tua, saudara, teman dan sebagainya.

  • Tabungan Keluarga menjadi Modal Zollipops

Hal ini juga dirasakan Alina, sejak awal melakukan percobaan hingga sukses seperti sekarang ini berkat dukungan kuat dari keluarga, terutama ayah dan ibunya. Dukungan yang diberikan tak hanya dari bentuk nasihat dan masuka positif saja, tapi keluarganya juga memberikan dana sebagai modal memulai Zollipops sebesar Rp105 Jutaan.

  • Ayah dan Ibu Turut menjadi karyawan Zollipops

Sama seperti pada umumnya sebuah perusahaan bisnis, yakni memiliki tim kerja untuk memajukan perusahaannya. Zollipops juga memiliki tim yang sangat solid, sehingga sekarang ini terbukti bisnis permen ramah gigi sukses dan semakin berkembang.

Sekarang ini Zollipops memiliki enam karyawan penuh waktu, 2 diantaranya adalah orang tua Alina sendiri. Ayah sebagai manajer sekaligus co-salesman, sedangkan ibu tercinta sebagai penata gaya dan penyusun agenda kegiatan Alina. Selain itu juga ada beberapa kontraktor independen yang juga berperan penting dalam pengembangan Zollipops.

Baca Juga: Inspirasi Bisnis dari 5 CEO Brand Terkenal yang Tak Populer

4. Mulai dari Proyek, Zollipops jadi Bisnis Besar

Dibilang sulit tapi tidak juga, sebab fokus menjadi poin utama untuk menjalankan Zollipops. Setelah berhasil dalam uji coba, Alina dan ayahnya melanjutkan fokus pada perancangan kemasan yang simple. Kemudian mereka membagi tugas saat melakukan penawaran kepada pengecer.

Pada presentasi penawaran dan pemberian sample pertamanya kepada Whole Foods Market, berhasil diterima dan langsung diperjualbelikan. Kini, Zollipops sudah tersedia di retail besar Amerika Serikat, seperti Whole Foods, Walmart, Kroger, dan Amazon.

Alina juga menghasilkan tiga jenis permen yang berbeda, di antaranya Zollipops, Zolli Drops dan Zaffi Taffy. Ketiganya juga tersedia dalam berbagai rasa seperti stroberi, nanas dan jeruk.

Uniknya, kondisi bisnisnya yang sudah besar seperti sekarang ini tak membuat Alina menjadi sombong, justru gadis remaja ini membuat keputusan terhadap perusahaannya bahwa 10% dari keuntungannya disumbangkan untuk mendukung program tunjangan kesehatan mulut di sekolah-sekolah dan organisasi yang memenuhi syarat.

5. Mampu Membagi Waktu dengan Cerdas

Walau gadis asal Amerika ini sudah sukses diusianya yang masih remaja tapi Alina tidak lupa dengan pendidikan. Baginya pendidikan menjadi sesuatu yang diprioritaskan dalam hidupnya, bahkan Alina juga ingin merasakan pendidikan hingga ke bangku kuliah. Menurutnya, dengan kuliah bisa mendapatkan ilmu lebih banyak lagi untuk dipraktikan langsung di perusahaannya, sehingga Zollipops bisa berkembang lebih besar.

Untuk menjalani semua kegiatan, mulai dari sekolah, belajar di rumah, bermain dan bisnis memang tidaklah mudah. Menyoal ini, Alina dibantu oleh ibu tercinta dalam mengatur waktu. Dalam sehari Alina dan ibunya membagi waktu untuk tiga kegiatan sekaligus, seperti setelah pulang sekolah, sepertiga waktu dimanfaatkan untuk melakukan pekerjaan rumah, sepertiga waktu kemudian untuk bisnisnya dan sepertiga waktunya lagi mengatur waktu bermain bersama adik.

Kenali Bisnis Sejak Dini, Yakinlah Mimpi bisa Tercapai

Usia tidak bisa dijadikan sebuah patokan untuk meraih kesuksesan seseorang. Baik kamu yang masih berusia sangat muda atau sudah beranjak dewasa bisa mencapai hal-hal besar termasuk impian. Banyak bidang yang bisa dirintis hingga menuju sukses. Bila menjadi pebisnis sukses adalah sebuah impianmu, maka tak ada salahnya kenali bisnis sejak dini. Fokus pada setiap pembelajaran yang dipadat dari siapapun juga perlu dilakukan.

Apapun kendalanya, teruslah hadapai dengan tenang. Bila kendala kamu adalah menyoal kurang modal, kamu bisa ajukan KTA online buat modal usaha. Jangan khawatir, yang terpenting jaga pengelolaan keuangan dengan baik agar cicilan KTA tetap lancar dan pastinya usaha juga makin untung. Dengan begitu, akan membuat tekad kamu semakin bulat untuk mengapai mimpi.

Baca Juga: 7 Pengacara Kondang Indonesia yang Bisa Jadi Inspirasimu