Buat Orangtua, Ini 5 Cara Cerdas Mengajarkan Anak Soal Uang

Setiap orangtua pasti tak ingin melewatkan masa-masa tumbuh kembang anak setiap hari. Semakin tumbuh besar, semakin tinggi pula minat sang anak menyerap pengetahuan, serta segala hal yang mereka lihat, dengar, maupun rasakan. Tugas orangtua mengajarkan hal-hal positif untuk buah hatinya, termasuk dalam urusan keuangan.  

Mau tidak mau, suka tidak suka, seiring perkembangannya, anak Anda suatu saat akan meminta suatu barang atau makanan misalnya di sebuah toko. Barang atau makanan itu bisa diperoleh dengan cara membeli. Membeli butuh uang. Dari situlah, Anda harus mulai mengajarkan anak tentang pengetahuan finansial, di mana pertama kalinya bersentuhan dengan uang.

Pengetahuan itu bakal lebih terasah saat anak Anda duduk di bangku sekolah. Mereka akan diajarkan mengenal angka dan cara berhitung. Pengurangan, penambahan, pembagian, dan perkalian secara sederhana. Tapi Anda sebagai orangtua juga mempunyai peran penting untuk mengajarkan anak soal uang. Bagaimana caranya?

Baca Juga: Ini 3 Ide Bisnis yang Cocok untuk Anak-anak

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. Ajak Anak Berbelanja

Ajak Anak Berbelanja
Ajak Anak Berbelanja

Mengajak anak pergi berbelanja adalah cara paling menyenangkan untuk mengajarkan anak soal uang. Tidak perlu jauh-jauh ke mal, cukup ke warung terdekat dari rumah Anda. Anda bisa mengatakan kepada anak, bahwa jika ingin membeli harus ada uang. Selain itu, membeli sesuatu harus mengutamakan kebutuhan dan tentunya sesuai bujet. Contohnya mau beli susu dan hanya membawa uang Rp3.000, pilih susu kotak yang seharga Rp3.000, dan jangan susu botol yang harganya Rp5.000.

Cara ini mengajarkan anak Anda berhitung uang mereka, apakah cukup untuk membeli barang yang mereka inginkan. Dengan begitu buah hati Anda akan merasa terlibat dan secara alamiah pelajaran tersebut akan masuk dan terekam dalam memori mereka.

2. Kenalkan Uang Lewat Permainan

Siapa yang senang main monopoli? Permainan tersebut punya manfaat bukan hanya sekadar menghibur, tapi juga bisa mengajarkan anak lebih mengenal uang. Memang sih uang sungguhan dan uang monopoli jauh berbeda. Akan tetapi, dari permainan monopoli, Anda dapat mengajarkan si anak mana kebutuhan dan mana keinginan. Jangan getol beli ini itu yang hanya akan membuat uang habis tanpa tabungan. Mengenalkan uang akan lebih menyenangkan lewat permainan online atau game online yang mendidik. Biasanya di game online ada koin-koin uang yang bisa Anda ajarkan pada anak, baik itu soal nominal, menambahkan dan mengurangi, atau lainnya.

3. Kasih Uang Saku

Setelah anak mengenal nilai dan jumlah uang, Anda dapat mengajarkan anak untuk mengatur keuangan mereka. Caranya dengan memberi uang saku atau uang jajan. Anda dapat memberi jatah uang saku harian. Katakan kepada mereka bahwa jatah uang jajannya sekian untuk hari ini, bila sudah habis, maka Anda tidak akan memberikannya lagi di hari yang sama. Dengan begitu, mereka memiliki rasa tanggung jawab untuk mengelola keuangan mereka sendiri. Jangan lupa, beri tahu kepada anak untuk membelanjakan uang mereka sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Pendidikan untuk Anak

4. Mengajarkan Anak Menabung dan Beramal

Mengajarkan Anak Menabung dan Beramal
Mengajarkan Anak Menabung dan Beramal

Cara penting lainnya untuk mengajarkan anak soal uang adalah dengan menabung. Katakan pada anak agar mereka menyisihkan uang untuk menabung. Dari yang mudah dulu, misalnya menabung di kotak uang atau celengan yang bentuknya menarik. Sediakan tiga kotak misalnya, satu untuk tabungan membeli mainan, satu kotak lagi untuk tabungan pendidikan, dan kotak ketiga untuk sedekah. Atau jika anak sudah agak besar, Anda dapat mengajak anak untuk membuka tabungan di bank. Jelaskan kepada mereka keuntungan menabung di bank dan libatkan si anak ketika ingin menyetor uang tabungan ke teller.

Dengan menabung, akan menghindari anak dari perilaku hidup boros. Uang dari hasil menabung bisa digunakan si anak untuk membeli sesuatu yang betul-betul mereka inginkan. Jadi hal ini akan mengajarkan anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu misalnya mainan, tidak gampang. Harus menabung dulu.

Selain menabung, ajarkan anak Anda untuk menyisihkan sebahagian uang saku mereka untuk beramal sebagai bekal atau tabungan akhirat. Uang tersebut disumbangkan untuk orang-orang yang membutuhkan, seperti anak yatim piatu, sehingga anak Anda tumbuh menjadi anak yang peduli dengan sesama. Anda pun dapat mengajak anak berbagi dengan mengunjungi panti asuhan, panti jompo, atau lainnya.

5. Berikan Pengertian antara Kebutuhan dan Keinginan

Anda perlu menjelaskan kepada anak apa bedanya antara kebutuhan dan keinginan terhadap keuangan mereka. Ajarkan anak untuk membuat daftar kebutuhan, perkiraan bujet, sehingga ini menjadi simulasi sederhana menarik untuk anak Anda. Dengan demikian, anak Anda dapat mengenal kebutuhan sejak dini dan mengontrol keinginan sejak kecil.

Bangun Pondasi Melek Finansial Sedari Kecil

Berikan pemahaman seputar keuangan kepada anak sejak kecil. Tujuannya agar anak sudah melek finansial sejak usia dini. Jika pondasi keuangan ini sudah terbangun sedari kecil, maka mereka akan dan menghargai setiap rupiah yang diperolehnya. Jangan biarkan anak Anda tumbuh menjadi anak yang konsumtif, sehingga akan berpengaruh terhadap masa depannya.

Baca Juga: Tips Mempersiapkan Biaya Sekolah untuk Anak