Cara Ampuh Bikin Investor Kepincut Dengan Bisnis Startup Anda

Saat membangun sebuah bisnis, termasuk perusahaan rintisan atau startup, tentu Anda memikirkan bagaimana caranya agar banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modal di bisnis tersebut. Suntikan modal ini penting bagi kelangsungan bisnis startup ke depan, karena pengembangan usaha membutuhkan kucuran dana yang tak sedikit.   

Semakin banyak investor yang dapat dipikat, maka semakin banyak pula bantuan finansial atau keuangan yang Anda peroleh. Dengan begitu, Anda memiliki kepastian sumber pendanaan guna membangun dan mengembangkan bisnis startup.

Bicara soal menarik investor bukan perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan. Perlu trik tersendiri, agar si penanam modal merasa yakin bahwa uang yang digelontorkannya akan bertumbuh di perusahaan yang tepat. Tidak mungkin kan, mereka menaruh modal di perusahaan yang tidak memiliki prospek.

Namanya investor, yang punya duit, pasti memiliki pertimbangan sebelum berinvestasi atau menjalin kerja sama. Namun buat mereka pendiri startup, jangan takut. Kalau Anda bisa meyakinkan calon investor, maka uang akan mudah mengalir ke dompet perusahaan.

Berikut cara ampuh agar banyak investor terpikat untuk bergabung dengan usaha startup Anda:

Baca Juga: 5 Sebab Bisnis Startup Bisa Gagal

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Jelaskan Konsep Usaha

Startup
Jelaskan Konsep Usaha Anda

Investor tentu ingin menanamkan modal di bisnis yang benar-benar serius didirikan. Memiliki konsep dan strategi usaha yang matang, serta target bisnis yang realistis, namun tetap menantang. Oleh karenanya, Anda harus menunjukkan keseriusan itu melalui penjabaran konsep. 

Dengan menjelaskan konsep bisnis, calon investor akan menilai sisi ketahanbantingan Anda terhadap perubahan keadaan yang kapan saja bisa terjadi. Tidak ada yang ingin menanamkan saham di usaha yang sejak awal sudah terlihat akan berhenti di tengah jalan. 

Jangan sesekali hanya memberikan ide apalagi ide-ide yang bersifat umum. Hal tersebut hanya akan membuat calon investor kabur karena takut menanamkan uang mereka di usaha Anda. Apalagi jika modal tersebut bernominal besar. 

 

Selain itu, pemberian ide-ide umum terkesan tidak logis untuk mendapatkan sebuah perhatian investor, karena sejatinya setiap orang bisa melakukannya.

2. Paparkan Visi dan Misi Usaha 

Selain melalui penjelasan konsep usaha, para investor juga akan menanyakan pertanyaan sederhana, tapi sangat penting, yakni visi dan misi bisnis startup Anda. Dari situ, calon investor bisa mengetahui apa arah dan tujuan akhir perusahaan, serta strategi yang akan Anda tempuh untuk mencapai tujuan tersebut.

Berhati-hatilah dalam menetapkan visi dan misi usaha Anda. Usahakan selogis mungkin. Jangan membuat visi dan misi Anda terkesan berada di awang-awang, karena lagi-lagi akan membuat calon investor tidak ingin bergabung dengan usaha Anda.

Baca Juga: Sebelum Investasi di Startup, Ketahui 5 Poin Ini

3. Buktikan Keuangan Bisnis Startup Anda Stabil 

Startup
Buktikan Keuangan Bisnis Anda Stabil

Jangan pernah menganggap investor sebagai orang utama yang membiayai usaha Anda. Mereka hanyalah penolong bukan penyedia utama. Oleh karena itu, adalah sebuah kesalahan ketika Anda menginginkan investor untuk bergabung saat kas aliran keuangan perusahaan masih belum stabil, atau bahkan terjadi penurunan. 

Ada baiknya, perbaiki kondisi keuangan perusahaan Anda terlebih dahulu, baru mengundang investor. Investor manapun pasti tidak akan mau menanamkan modal sekecil apapun di usaha yang kelihatannya ‘sakit’ atau nyaris bangkrut.

Jadi, pastikan bahwa keuangan bisnis startup Anda stabil sehingga Anda bisa lebih percaya diri menunjukkan laporan keuangan cash flow perusahaan. 

4. Tetapkan Kebutuhan Bagi Usaha 

Sebagai pemilik usaha startup, Anda harus mengetahui kebutuhan usaha Anda. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui jenis investor apa yang diperlukan untuk bergabung dengan perusahaan. Tetapkan peran apa yang diperlukan dari seorang investor, apakah sebagai penyedia keuangan, penyedia nasihat, atau sebagai partner dalam mengembangkan usaha Anda.

Sayang, masih banyak pendiri bisnis startup yang masih salah dalam menetapkan kebutuhan usahanya. Mereka cenderung ambisius sehingga yang diperoleh hanyalah keinginan semata. Dengan menetapkan kebutuhan, secara otomatis Anda punya gambaran investor seperti apa yang cocok bergabung dengan perusahaan. 

Darimana Anda bisa mendapatkan calon investor? Dari manapun, contohnya melalui seminar, konferensi, maupun kenalan dari orang lain. Bangun jaringan atau networking sebanyak mungkin, karena dari situ, mungkin saja ada calon investor potensial yang sedang mencari instrumen investasi, selain surat-surat berharga.  

Keseriusan Membangun Usaha adalah Kunci Menggaet Investor

Perlu diingat, calon investor mampu membaca dan melihat keseriusan Anda dalam membangun perusahaan. Buatlah mereka kagum dan yakin akan rencana dan prospek bisnis Anda dalam jangka panjang. Jika Anda bisa menunjukkan itu, maka dijamin banyak investor yang terpikat di bisnis startup Anda. Bisa jadi mereka akan berinvestasi atau menaruh dana dalam jumlah besar di perusahaan Anda.

Baca Juga: Kiat Menjadi Seorang Startup yang Profesional