Cara Mengenali Risiko Paket Umrah Murah yang Marak Beredar

Umroh dan Haji di satu sisi merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan wajib bagi yang mampu. Sedangkan di sisi lain telah membuka peluang usaha yang sangat menggiurkan untuk menjalankan usaha biro perjalanan umroh dan haji dengan adanya perputaran uang yang begitu besar, ratusan juta bahkan sampai dengan triliun. Persaingan usaha akhirnya tak terelakkan lagi antara biro perjalanan yang satu dengan yang lainnya, salah satunya persaingan dari sisi penawaran paket yang murah untuk menarik minat calon jamaah.

Dari sisi usaha, biro perjalanan umroh lebih variatif dalam menjalankan praktik bisnisnya dibandingkan dengan haji karena umroh sendiri waktunya lama, beda dengan haji yang hanya dilakukan saat musim haji setahun sekali saja. Tak heran jika masyarakat saat ini makin bingung membedakan mana paket umroh dari biro yang benar-benar amanah dan mana yang tidak. Celakanya lagi, kebiasaan kita yang mudah terlena dengan penawaran paket murah, termasuk untuk urusan ibadah umroh ini.

Kabar yang cukup menghebohkan adalah saat bulan Juli kemarin, dimana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah secara resmi melarang PT. First Anugerah Karya Wisata (First Travel) dalam menjalankan aktivitas usaha memasarkan paket perjalanan umroh murah. Selain First travel, masih ada 11 perusahaan lain yang kegiatan usahanya telah dilarang berjalan oleh OJK sejak 18 Juli 2017. Setelah melakukan pengawasan intensif, OJK menilai 11 perusahaan tersebut tidak memiliki izin usaha sehingga berisiko merugikan masyarakat.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Berikut ini seluk beluk bisnis umroh dan paket penawaran umroh yang perlu Anda cermati agar tidak terjebak pada kasus gagal berangkat seperti yang marak belakangan ini.

Anda Bingung Cari Kredit Motor Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Kredit Motor Terbaik! 

Berkaca Pada Kasus First Travel, Hati-Hati dengan Penawaran Paket Umroh Murah

first travel
First Travel via i.ytimg.com

First Travel merupakan salah satu biro umroh yang cukup fenomenal dalam satu dekade terakhir ini. Biro ini menyediakan paket umroh dengan harga murah sampai dengan Rp14,3 juta per orang. Padahal normalnya harga yang telah diberlakukan oleh Kementerian Agama dan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri), adalah minimum $1.700 atau berkisar di harga Rp22-23 juta per orang.

Banyaknya keluhan dari calon jamaah akan biro ini terutama mengenai kepastian jadwal berangkat akhirnya membuat OJK turun tangan. Dan hasilnya, First Travel dilarang untuk menerima peserta umroh baru dan tetap harus memberangkatkan peserta yang sudah terdaftar sebelumnya.

Berikut ini rencana langkah penyelesaian terkait keputusan dari OJK tersebut:

  • Pihak manajemen First Travel harus membuat surat pernyataan yang menyatakan akan menghentikan pendaftaran jemaah umroh baru untuk program promo.
  • Manajemen First Travel akan tetap memberangkatkan jamaah umroh yang terdaftar setelah musim haji untuk bulan November dan Desember 2017. Pada November akan diberangkatkan 5.000 jamaah, dan di bulan Desember berikutnya akan berangkat 7.000 jamaah.
  • Perusahaan wajib melaporkan setiap jadwal keberangkatan kepada Satgas Waspada Investasi OJK paling lambat September mendatang. Baik untuk keberangkatan bulan Januari 2018 dan seterusnya, First Travel wajib untuk menyampaikan jadwal keberangkatan kepada Satgas Waspada Investasi pada bulan Oktober 2017.
  • Jika ada permintaan pengembalian dana dari peserta, First Travel wajib menyelesaikan prosesnya dalam waktu 30 sampai 90 hari kerja. First Travel juga wajib untuk untuk menyampaikan data peserta umroh kepada Kementerian Agama untuk pembinaan.

Melihat rumitnya penyelesaian masalah keberangkatan jamaah di atas, ada baiknya untuk lebih jeli dan cermat dalam melihat risiko paket umroh murah seperti ulasan di bawah ini.

Baca Juga: Asuransi Haji, Produk Perlindungan Diri Saat Ibadah

Pahami Risiko Paket Umroh Murah Berikut ini, Agar Terhindar dari Risiko Gagal Berangkat.

ibadah umrah
Ibadah Umroh

Bagaimana sebuah paket umroh dikatakan murah? Murah itu relatif, jika ada harga paket umroh masih dibawah standar yang ditetapkan Kementerian Agama dan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) di atas, selama tidak terlalu jauh masih relatif wajar, namun jika selisihnya terlalu jauh maka Anda perlu waspada.

Hal yang lebih penting lagi adalah kepastian jadwal berangkat. Ingat, umroh beda dengan haji dimana umroh tidak perlu antri. Hari ini Anda bayar lunas, seharusnya dalam bulan yang sama atau bulan depannya sudah bisa berangkat.

Maraknya penawaran investasi ilegal dan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin saat ini sudah relatif mengkhawatirkan. Pengawasan pihak otoritas juga semakin kewalahan karena ada begitu banyak produk dari banyak perusahaan yang makin kreatif membuat produk untuk menarik minat masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diminta selalu waspada akan hal berikut ini:

  • Waspadai tawaran biaya umroh murah yang diluar kewajaran dan jadwal yang tidak jelas
  • Cermat dan jeli dalam memilih agen atau penyelenggara umroh
  • Umroh adalah bisnis yang menggiurkan dengan dana yang beredar mencapai miliaran rupiah, oleh karena itu calon jamaah sebaiknya lebih percaya ke biro yang sudah punya reputasi baik dan tidak mudah tergoda tawaran umroh berbiaya murah karena ada risiko yang menanti.

Bagaimana sebuah penawaran paket umroh dikatakan tidak wajar? Apa risikonya jika kita mengambil paket tersebut?

Jika harga wajar paket umroh adalah Rp22-23 juta, maka penawaran paket promo Rp20-21 juta masih terbilang relatif wajar. Namun, jika sudah terlalu jauh seperti paket harga Rp19,5 juta, Rp16,5 juta, bahkan ada yang hanya Rp14-15 juta per orang, maka perlu diwaspadai karena berpotensi malah merugikan. Apalagi jika jadwalnya masih nunggu tahun depan atau tidak pasti.

Beberapa modus dan risiko yang kadang terjadi dan dialami calon jamaah yang gagal berangkat adalah:

  • Biro umroh yang membuka harga umroh murah, sejak jauh-jauh hari membanderol harga murah tanpa melakukan  block seat penerbangan.
  • Jual paket tanpa blocking seat berisiko gagal berangkat karena memesan kursi penerbangan ini penting untuk mengamankan kepastian kursi pesawat untuk calon jamaah umroh.
  • Cara deteksi block seat adalah dengan menanyakan nama maskapai, dan jadwal berangkat. Jika itu tak pasti sebaiknya hindari. Atau jika biro bisa memberi jadwal, coba cek Tanda terima block seatnya.

Kampanyekan Slogan “5 Pasti Umroh” dari Kemenag agar Umroh Aman

Mengantisipasi maraknya kasus gagal berangkat yang membuat jamaah terlunta-lunta, kemenag rutin membuat kampanye “5 Pasti Umroh” sebagai panduang masyarakat dalam memilih paket umroh yaitu:

  • Pastikan travel berizin, travel yang punya ijin biasanya akan memasang ijin tersebut di kantor mereka. Waspadai juga dengan sistem konsorsium yang menggunakan ijin travel lain untuk menjalankan biro umroh yang berbeda dengan yang punya ijin
  • Pastikan penerbangan dan jadwal keberangkatan dengan cara meminta bukti block seat
  • Pastikan program layanannya dengan melihat fasilitas pesawat, akomodasi dan itenarary
  • Pastikan hotelnya
  • Pastikan visanya

Cara lain untuk mengecek apakah agen umroh resmi atau tidak yaitu bisa langsung menanyakan perizinan atau mengecek langsung pada daftar Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) di situs web Kemenag. Selain situs kemenag, Anda juga bisa cek di situs resmi anggota Amphuri. Di luar itu, masih ada cara mudah lainnya yaitu melalui salah satu aplikasi android yang bisa digunakan yaitu aplikasi "Umroh Cerdas" untuk membantu memilih biro umroh yang tepat.

Umroh Backpacker Sekilas Terlihat Murah, Tapi Tetap Wajib untuk Memahami Resiko Ini!

umrah backpaker
Umroh Backpacker

Bagi pecinta travelling tentu familiar dengan istilah backpaker. Komunitas hobi piknik dengan “low budget” ini tampaknya mulai merambah ke bidang perjalanan umroh. Umroh backpaker banyak digencarkan bagi mereka yang mengajak atau menawarkan cara umroh dengan biaya murah dan dilakukan secara mandiri. Benarkah sedemikian mudahnya umroh backpaker semudah orang piknik pada umumnya? Ternyata tidaklah demikian.

Umroh backpacker memiliki risiko yang cukup tinggi, sehingga bagi yang berminat harus benar-benar paham risikonya. Apalagi jika mereka adalah para calon jamaah yang baru pertama kali beribadah umroh di Tanah Suci. Penawaran umroh backpaker yang murah, sebenarnya mengandung risiko mendapat kesulitan selama melakukan kegiatan ritual di Haramain (dua tanah suci). Berikut ini risiko umroh backpaker yang harus diketahui calon jamaah:

  • Risiko kendala visa umroh yang tidak bisa dikeluarkan bila tidak melalui visa provider. Walaupun backpaker, namun khusus visa umroh calon jamaah harus tetap melalui travel sebelum melakukan perjalanan ke tanah suci dalam hal ini biro dengan status visa provider yang sudah terdaftar resmi di Pemerintah.
  • Pengelolaan perlengkapan jamaah (handling) mulai berangkat sampai pulang. Jika tak paham alur dan prosedur justru akan merepotkan, apalagi jika sampai terjadi kehilangan atau terkendala komunikasi bahasa arab.
  • Fasilitas yang minim bisa mengganggu konsentrasi ibadah akibat terlalu berhemat, apalagi jika sampai sakit tentu akan makin merepotkan.
  • Biasanya menggunakan pesawat yang sering transit akibat berhemat. Ini juga akan membuang-buang waktu dan energi.

Jadi sebelum memutuskan umroh backpaker pahami risiko di atas dengan baik.

Baca Juga: Merencanakan Biaya Naik Haji Selagi Muda

Fokus Ibadah daripada Berburu Harga yang Murah tapi Gagal Berangkat

Banyaknya tawaran umroh murah dari berbagai biro sebaiknya Anda sikapi dengan bijak dan hati-hati. Umroh adalah ibadah bagi yang mampu. Setiap penawaran paket umroh murah pasti ada konsekuensi yang dihadapi seperti misalnya ketika transit di banyak negara, biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi juga tidak sedikit. Intinya ada harga, ada fasilitas. Yang penting ikuti saja slogan 5P nya kemenag agar umroh lancar.

Baca Juga: Cari Biro Perjalanan Haji? Ini Cara Memilihnya