Cara Pintar Kelola Utang Agar Tak Jadi Utang Buruk

Tak dimungkiri, sebagian orang masih beranggapan memiliki utang adalah pilihan yang salah dan harus dihindari. Lebih baik membeli segala sesuatunya secara tunai daripada harus berutang, atau menunda beli apapun yang diperlukan bila tak punya uang.

Pemikiran seperti itu merupakan prinsip bagi sebagian orang, terutama mereka yang hidup dengan pola sederhana alias pasrah dan dengan penghasilan dan pengeluaran yang teratur alias itu-itu saja setiap bulannya.

Tidak ada yang salah memang dengan pemikiran itu, mengingat utang bisa menjadi beban yang cukup berat bagi keuangan, terutama bila tidak dapat dikelola dengan baik. Tak sedikit, karena utang, dua pihak bertikai bahkan berakhir di meja hijau. Bahkan utang juga sering kali berakhir dengan kejadian penyitaan aset secara paksa oleh pihak yang memenangkan perkara.

Semua itu, tentu akan terasa sangat menyakitkan, bukan? Oleh sebab itulah banyak orang yang merasa anti terhadap segala hal berbau utang, sehingga banyak orang yang berhati-hati dan selektif membelanjakan uang dan menghindari utang.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Pentingnya Utang

Pentingnya Utang
Utang bisa untuk memenuhi kebutuhan utama Anda

Pun demikian, pemikiran tidak perlunya ada utang juga bukanlah sepenuhnya pemikiran yang benar. Sebab tak jarang utang sangat dibutuhkan untuk memulai dan membangun usaha atau bisnis, maupun meraih peluang yang lebih baik dalam hidup.

Nah, dalam kondisi yang seperti itu, maka utang merupakan salah satu yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkannya. Sebab bicara soal bisnis, ada banyak kendala yang selalu menjadi faktor pemicunya, salah satunya adalah modal.

Meski tidak selalu menjadi faktor utama dalam sebuah bisnis, namun kenyataan menunjukkan bahwa hampir tidak mungkin membangun usaha tanpa modal. Kendala modal bisa diatasi dengan cara mengajukan pinjaman, misalnya ke bank, yang diperuntukkan untuk hal produktif. Untuk itu, bisa dikatakan bahwa utang menjadi solusi masalah keuangan usaha itu.

Nah, produktif tidaknya utang yang diambil itu, tergantung dari bagaimana cara mengelola dan memanfaatkannya. Kendati sebagian orang berpendapat utang adalah hal buruk, namun di sisi lain ada banyak bisnis yang sukses dan mampu bertahan karena menggunakan sejumlah dana dari utang sebagai modal awal.

Baca Juga: Pikir dengan Matang sebelum Menggunakan KTA untuk Hal Berikut

Lalu, Bagaimana Cara Mengelola Utang?

Mengelola Utang
Kelola utang Anda dengan baik

Bila kita mengalokasikan utang dengan tepat dan bisa mengelolanya dengan baik, maka utang menjadi sebuah hal yang bermanfaat. Bagaimana cara mengelola utang? Simak contoh kasus berikut ini sebagai gambarannya:

Misal, Anda adalah seorang Manajer dengan gaji bersih sebesar Rp12 juta per bulan. Anda juga memiliki seorang putra yang akan masuk sekolah, dan tentunya ini membutuhkan sejumlah biaya. Lalu Anda punya cicilan KPR sebesar Rp3 juta per bulan, sedangkan istri Anda tidak bekerja.

Berdasarkan ahli keuangan, jumlah persentase utang/pengeluaran maksimal seseorang adalah 40% dari total pengeluaran. Dengan demikian, kemampuan Anda untuk memiliki utang adalah:

40% x Rp12 juta = Rp4,8 juta

Pengeluaran Anda dan keluarga per bulannya di luar cicilan KPR adalah sekitar Rp1,5 juta. Dengan demikian, Anda memiliki total pengeluaran Rp3 juta + Rp1,5 juta = Rp4,5 juta.

Angka ini masih dalam batas yang aman karena tidak melampaui batas persentase utang. Namun di saat anak Anda mulai bersekolah, maka akan ada sejumlah pengeluaran tambahan yang perlu Anda pikirkan.

Bila biaya anak sekolah Anda sudah terpenuhi dari tabungan pendidikan yang sudah disiapkan sebelumnya, tapi Anda tetap harus menyediakan untuk biaya lainnya yang diperlukan, seperti untuk transportasi, uang jajan, dan sebagainya.

Nah, setelah dihitung-hitung, uang jajan anak ini bisa disiasati dengan cara membawakan bekal setiap harinya, namun biaya transportasi bisa jadi cukup besar, katakanlah sebesar Rp500 ribu per bulannya.

Tapi kenyataannya, Anda harus bekerja sedangkan istri Anda tidak bisa melakukan antar-jemput sekolah anak karena tidak memiliki kendaraan, katakanlah sepeda motor. Jika naik angkutan, maka ongkosnya akan jauh lebih besar dari angka itu.

Maka, salah satu solusinya adalah membeli sepeda motor secara kredit, agar istri Anda bisa antar-jemput anak sekolah.

Jadi, rincian keuangan Anda adalah:

  • Utang cicilan KPR sebesar Rp3 juta per bulan
  • Pengeluaran bulanan Rp1,5 juta
  • Kredit motor Rp14 juta (uang muka Rp2 juta diambil dari tabungan)
  • Maka total pinjaman dari kredit motor Rp12 juta (jangka waktu 24 bulan, sehingga cicilannya Rp500 ribu per bulan)

Maka, Anda akan memiliki tambahan pengeluaran sebesar Rp500 ribu setiap bulannya, namun tambahan biaya kredit motor tersebut akan lebih bermanfaat daripada Anda harus mengeluarkan sejumlah uang yang sama untuk transportasi setiap bulannya.

Alasan Kenapa Kredit Motor Lebih Menguntungkan:

Motor
Ilustrasi sepeda motor

  • Setelah utang kredit kendaraan lunas 24 bulan kemudian, maka motor tersebut menjadi milik Anda
  • Selama periode utang, motor bisa dipakai untuk keperluan lain dan tidak terbatas hanya antar jemput sekolah
  • Setelah kredit lunas, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sebesar Rp500 ribu per bulan lagi untuk biaya transportasi anak sekolah
  • Anda hanya membutuhkan biaya bahan bakar atau bensin, namun tentunya uang yang dikeluarkan akan jauh lebih sedikit ketimbang ongkos transport bila naik kendaraan umum
  • Anak Anda bisa berangkat dan pulang dengan mudah serta tidak perlu bergantung pada menunggu angkutan umum

Baca Juga: Bisa Hapus Utang! Jangan Remehkan Pentingnya Asuransi Kartu Kredit

Kelola Keuangan dengan Bijak

Dari kasus di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa utang tidak selalu identik dengan sesuatu hal yang buruk dan harus dihindari. Sebab utang justru bisa membuat keuangan menjadi lebih sehat bila dikelola dengan baik. Pikirkan dengan matang bagaimana Anda akan menggunakan utang dan yang tak kalah penting adalah bagaimana Anda akan mengembalikan atau melunasinya.

Baca Juga: Pertimbangkan Ini Dulu Sebelum Lunasi Utang Kartu Kredit dengan KTA