Cari Tahu ‘Penyakit’ Keuangan dengan Melihat 4 Rasio Keuangan Ini

Layaknya kesehatan tubuh, kondisi keuangan juga bisa terjangkit ‘penyakit’ yang mengganggu siklus kerjanya. Untuk bisa mengetahui keberadaan ‘pengganggu’ dalam kondisi keuangan, Anda hendaknya melakukan pengecekan finansial setidaknya setahun sekali.

Pengecekan kondisi keuangan juga wajib dilakukan saat ada hal yang mengubah kehidupan Anda. Hal-hal seperti menikah, memiliki anak, ataupun masalah pekerjaan akan memengaruhi alur keuangan. Alhasil, melakukan financial check up akan jadi keputusan yang tepat untuk Anda lakukan karena dapat memberikan gambaran tentang kondisi keuangan pasca hal tersebut terjadi.

Selain dapat mengetahui masalah yang tengah mengganggu kondisi keuangan, Anda pun dapat segera mencari jalan keluar atas masalah tersebut. Dengan begitu, kondisi keuangan tidak berlarut-larut terjangkiti problem tersebut dan menghindari kehancuran finansial.

Dalam mencari risiko yang mungkin merusak kondisi keuangan, ada beberapa hal yang bisa Anda periksa sendiri. Salah satunya adalah rasio keuangan. Untuk itu, agar dapat memeriksa kondisi keuangan dan mengetahui indikator ada tidaknya penyakit, periksa 4 rasio keuangan berikut ini: 

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Rasio Tabungan Darurat

tabungan darurat

Salah satu hal yang wajib Anda miliki adalah tabungan darurat. Dengan memiliki dana darurat, Anda dapat menggunakannya saat terjadi hal buruk yang dapat membuat kondisi keuangan berantakan. 

Saat rasio tabungan darurat memiliki nilai yang terlalu sedikit, kemampuan dalam mencari dana tambahan saat keuangan mengalami masalah akan semakin kecil. Dengan begitu, risiko kebangkrutan seperti memiliki utang, tak ayal akan terjadi pada kondisi keuangan.

Mengisi tabungan darurat ini hendaknya telah Anda masukkan pada perencanaan anggaran. Idealnya, nilai dari tabungan ini hendaknya berada pada kisaran 3 hingga 12 bulan dari total gaji. 

Nilai yang wajib Anda simpan tentu tergantung dari kebutuhan serta risiko keuangan yang mungkin terjadi pada keuangan keluarga. Jadi, Anda dapat memperkirakan sendiri berapa banyak dana yang harus tersimpan pada tabungan darurat, dan usahakan agar isinya berada diatas nilai yang telah ditentukan tersebut.

Baca Juga: Hai Pemburu Promo, Coba Deh 6 Aplikasi Pemberi Cashback Ini. Dijamin Happy Terus

 

2. Rasio Tabungan dan Investasi

investasi

Dalam rasio ini, Anda akan dapat mengetahui tingkat kemampuan Anda dalam menyisihkan penghasilan untuk kebutuhan menabung dan investasi. Saat nilainya cukup tinggi, berarti keuangan berada pada kondisi yang sehat.

Namun, saat nilai dari rasio ini terlalu kecil, atau bahkan tidak ada sama sekali, Anda perlu mewaspadainya. Selain berarti bahwa pendapatan selalu terkuras habis, Anda juga tidak memiliki simpanan kekayaan maupun kemampuan menambah sumber pendapatan melalui investasi.

Agar kondisi keuangan dapat dikatakan “sehat”, usahakan untuk selalu menyisihkan sekitar 10% dari total gaji yang didapat untuk kebutuhan menabung dan investasi. Meski nilainya tidak terlalu besar, dengan sepersepuluh pendapatan tersebut dapat memiliki kondisi keuangan yang baik.

3. Rasio Pengeluaran

pengeluaran

Dengan mengecek rasio pengeluaran, Anda dapat mengetahui berapa persen dari gaji yang terkuras untuk memenuhi kebutuhan bulanan. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui hal apa saja yang membuat pengeluaran melebihi batasnya. 

Rasio ini memang seringkali menghabiskan sebagian besar dari penghasilan yang Anda terima. Tak ayal, saat nilai dari rasio ini terlalu tinggi, kemampuan dalam menjaga kondisi keuangan agar tetap sehat menjadi sulit untuk dilakukan.

Saat penghasilan seringkali habis, mengecek rasio pengeluaran tentu wajib Anda lakukan dengan segera. Agar keperluan lain, seperti, menabung dan berinvestasi bisa selalu Anda penuhi, usahakan agar rasio pengeluaran berada dibawah angka 70%. Dengan begitu, kondisi keuangan akan menjadi lebih sehat dan kemampuan dalam meningkatkan rasio tabungan darurat dan investasi menjadi lebih baik. 

4. Rasio Utang dan Kredit

utang dan kredit

Saat memiliki gaji yang cukup tinggi tapi merasa kesulitan dalam menyisihkannya, bisa jadi letak masalahnya adalah rasio utang dan kredit yang terlalu tinggi. Dengan lebih memilih untuk berutang atau kredit, pengeluaran akan menjadi lebih besar dari yang seharusnya dibayarkan.

Beban bunga dan juga denda saat telat membayar akan membuat pengeluaran melonjak. Oleh karena itu, penghasilan Anda banyak tergerus untuk melunasi tagihan dari utang atau kredit tersebut.

Ketika hal tersebut Anda alami, periksa dengan cermat nilai rasio dari utang dan kredit yang dimiliki. Saat nilai dari rasio ini mendekati angka 30%, atau lebih, maka, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan menabung dan berinvestasi akan menjadi semakin kecil.

Dengan rasio utang sebesar itu, Anda tentu akan mengalami kesulitan ekonomi saat tiba-tiba beban bunganya mengalami kenaikan. Apabila hal itu terjadi, maka mau tidak mau harus mencari sumber penghasilan tambahan agar tagihan utang bisa dilunasi.

Jadi, agar kondisi keuangan tetap berada di bawah kendali, pastikan bahwa rasio utang dan kredit  tidak lebih dari 30% total gaji.

Baca Juga: 7 Aplikasi Online Gratis Ini bikin Hobi Nongkrong Gaul jadi Lebih Hemat 

Rasio Aman, Kondisi Keuangan Sehat

Menjaga kondisi keuangan agar tetap terkontrol memang gampang-gampang susah. Meski ada bantuan dari konsultan keuangan, Anda tetap bisa melakukan financial check up sendiri dengan memeriksa rasio-rasio keuangan tersebut.

Saat salah satu dari 4 rasio keuangan tersebut yang bermasalah, Anda dapat segera mencari solusinya, atau meminta bantuan konsultan keuangan saat tidak mampu mengatasinya sendiri. Namun, saat tidak ada masalah dari rasio keuangan tersebut, tentu Anda bisa merasa tenang dan tetap disiplin dalam mengontrol kondisi keuangan agar tetap sehat.

Baca Juga: Belum Puas Main di Gadget Kini Apple Punya Kartu Kredit, Ini Keunggulannya!