Cari Uang itu Sulit, ini 7 Tips Hemat untuk Si Boros

Menjadi hemat memang merupakan keinginan semua orang. Namun, ungkapannya itu hanyalah sebagai wacana saja, sebab tidak semua orang bisa menerapkan hidup hemat. Khususnya, para generasi milenial yang biasa bergaya hidup hedon seperti menyeruput kopi di kafe seharga beras 5 liter yang bisa dimasak selama seminggu.

Jika gaya hidup sudah demikian, maka bisa dipastikan gaji bulanan pun selalu terasa kurang. Belum lagi selalu tergoda dengan keinginan-keinginan berbelanja walau yang ingin dibeli sebenarnya bukan barang yang dibutuhkan.

Cara mudah untuk mengatasi perilaku boros tersebut adalah dengan menyadarkan diri bahwa cari uang itu sulit dan tak semudah membalikan telapak tangan. Simak cara jitu berikut ini agar tetap bisa menjalani hidup hemat.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Masak Makanan Sendiri

masak
Masak makanan sendiri

Sering makan diluar seperti kafe, restoran, sudah pasti boros bukan? Mahalnya harga makanan per porsi di tempat makan memang cukup menguras kantong, apalagi jika Anda hobi makan di restoran dan tempat-tempat fancy. Pastinya untuk sekali makan saja bisa mengeluarkan uang sebesar Rp50.000 - Rp100.000. Belum lagi untuk minumannya.

Untuk itu, memasak sendiri adalah solusi yang tepat. Dengan uang Rp50.000 bisa dibelanjakan bahan lauk pauk atau sayuran Nah, masakan itu bisa dimakan untuk 2-3 kali sehari. Mulailah belajar masak untuk menghemat pengeluaran Anda.

2. Beli Bahan Makanan di Pasar Tradisional

Berbelanja di pasar modern atau supermarket memang menawarkan bahan-bahan makanan pilihan, tapi bukan berarti kualitas bahan makanan pasar tradisional tidak bagus. Kini banyak pasar tradisional yang sudah lebih memperhatikan kualitas bahan makanan dengan kualitas yang terbaik. Sebab, penjual juga tidak ingin kehilangan pelanggannya. Jadi tidak usah ragu untuk berbelanja di pasar tradisional.

Selain itu, belanja di pasar tradisional juga tidak menguras kantong alias harga yang ditawarkan terbilang sangat murah jika dibandingkan dengan harga di pasar modern. Tak ada salahnya lakukan penawaran harga, sehingga bisa mendapatkan harga yang spesial.

3. Bawa Bekal dari Rumah

bekal
Bawa bekal dari rumah

Biasanya ketika ingin makan siang, Anda harus mengeluarkan uang minimal Rp25 ribu dan maksimal Rp50 ribu untuk seporsi makanan plus minuman. Tapi dengan membawa bekal makanan dan minuman dari rumah bisa menghemat pengeluaran keuangan. Uang makan siang tersebut bisa dialihkan ke dana simpanan, atau dana darurat atau juga ditabung untuk keperluan lainnya. Selain itu, makanan yang dimasak dan minuman dari rumah juga lebih terjamin higenis, sehingga lebih sehat dikonsumsi.

Baca Juga: 20 Cara Mudah Hemat Uang

4. Jangan Sepelekan Uang Logam

Selama ini masih banyak orang yang selalu mengabaikan uang logam hasil kembalian. Bahkan ada saja orang yang meletakan uang logam tersebut di sembarang tempat tidak di dalam dompet. Buang jauh-jauh kebiasaan buruk ini. Padahal, bila uang logam tersebut dikumpulkan atau disimpan di suatu wadah seperti kantong kecil atau dompet kecil khusus logam, tanpa disadari jumlahnya semakin banyak. Usahakan jangan sampai tercecer atau terselip entah di mana.

5. Mulai Belajar Menabung

nabung
Mulai menabung

Orang yang boros pasti enggan menabung. Tak sedikit orang yang selalu tergoda untuk selalu menghabiskan uang yang dimiliki untuk menuruti keinginan-keinginan semu yang tidak penting. Misalnya saja membeli produk dengan brand luar negeri. Ketika membutuhkan uang untuk keperluan penting lainnya, Anda sudah tidak punya pegangan uang. Untuk menghindari hal itu, mulailah dari sekarang untuk belajar menabung. Tak ada salahnya sisihkan 10% dari gaji yang diterima setiap bulannya ke dalam rekening terpisah. Percayalah, cara klasik ini sangat ampuh untuk menghindari pemborosan.

Baca Juga: Tips Cerdas Menjalankan Resolusi Keuangan

6. Belanja saat Promo

Bagi Anda yang menerapkan hidup hemat, berbelanja kebutuhan atau keinginan lainnya disaat sedang promo adalah solusi yang sangat tepat. Dalam hal ini kejelian memantau promo-promo yang sedang diadakan baik belanja offline maupun online perlu dilakukan. Harga promo ini di majalah atau brosur promo yang disediakan di depan supermarket atau cara mudahnya, rajin-rajinlah memantau promo di internet. Hal ini tentu akan menghemat uang belanja kebutuhan.

7. Investasi dari Sekarang

investasi
Investasi dari sekarang

Siapa bilang masih muda belum cocok menjalankan investasi? Justru dengan investasi, keuangan di masa depan akan sangat baik. Sejatinya investasi mirip dengan menabung, akan tetapi uang yang dalam bentuk investasi akan terus bergerak dan bertambah sesuai dengan besaran bunganya.

Komitmen Diri yang Kuat

Hal terpenting yang bisa dilakukan untuk mengatasi pemborosan adalah perlu memiliki komitmen yang kuat untuk terus menerapkan hidup hemat. Jangan mudah tergoda untuk belanja barang yang tidak penting hanya karena ingin, bukan butuh. Jika sudah bisa mengendalikan diri sendiri, tanpa disadari  akan mudah mengarahkan diri sendiri menjadi pribadi yang hemat.

Baca Juga: Tips Jadi Generasi Milenial Sukses dari Menteri Keuangan Sri Mulyani