Catat, 7 Hal yang Harus Dihindari Agar Pesta Pernikahan Kamu Berjalan Lancar

Sebuah acara pernikahan, mulai dari mengucap janji sehidup semati sampai penyelenggaraan pesta pernikahan merupakan momen paling spesial dalam hidup. Semua pasangan menginginkan acara tersebut digelar dengan sempurna dan berjalan lancar sehingga banyak hal yang harus dipersiapkan secara matang.

Untuk membuat pesta pernikahan, calon mempelai perlu merancang konsep pesta pernikahan. Tentunya disesuaikan dengan bujet atau dana yang tersedia. Dari anggaran tersebut, kamu dapat menentukan jumlah tamu yang akan diundang, katering, dekorasi, gaun pengantin, kartu undangan, dan tetek bengek lainnya.

Perencanaan pesta pernikahan disusun A sampai Z agar mudah dieksekusi. Akan tetapi faktanya, tidak sedikit pesta pernikahan yang berakhir dengan kegagalan. Kadang penyebabnya sepele, tapi dampaknya akan membekas seumur hidup. Oleh karenanya, kamu perlu menghindari beberapa hal ini saat merencanakan pesta pernikahan.

Baca Juga: Ini Dia Syarat Mengurus Pernikahan WNI dan WNA

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Menambah jumlah tamu undangan

Merencanakan pesta pernikahan, salah satunya menetapkan jumlah tamu undangan. Tamu dari pihak keluarga laki-laki dan perempuan. Ketika sudah diputuskan, membayar uang muka atau DP untuk kartu undangan dan katering, jangan tiba-tiba menambah lagi tamu undangan. Sebab dengan jumlah yang sudah kamu tentukan itupun, yang hadir bisa melebihi. Ingat, tamu undangan bisa saja membawa teman, pasangan, orangtua, atau keponakan untuk menghadiri acara pesta pernikahanmu. 

Kalau kamu menambah jumlah tamu undangan, maka kamu harus menambah lagi jumlah kateringnya. Akhirnya bujet bisa membengkak. Dalam sebuah pesta pernikahan, katering sangat penting, jadi jangan sampai tamu kekurangan makanan. Antisipasinya ya dilebihkan, tapi tetap berpatokan pada jumlah tamu yang diundang.

2. Melupakan dress code untuk bridesmaid

Bukan hanya untuk pasangan yang menikah, dress code juga penting untuk bridesmaid atau pendamping pengantin. Pastikan dress code pendamping pengantin sesuai dengan warna dan corak baju yang digunakan oleh pengantin agar lebih enak dipandang. Penggunaan dress code memang menambah biaya nikah. Namun untuk acara yang berlangsung sekali seumur hidup, tidak ada salahnya jika kamu mengeluarkan biaya berlebih. Pesan baju dalam jumlah banyak sekaligus untuk mengurangi biaya jahit.

3. Mengurus pesta pernikahan pada waktu yang mepet

Perencanaan pesta pernikahan tidak bisa dianggap sepele, termasuk yang sederhana sekalipun. Kamu dan pasangan harus terus berkomunikasi, berdiskusi untuk urusan pesta pernikahan tersebut. Tanpa hal itu, semuanya akan hancur berantakan karena bisa saja terjadi kesalahpahaman. Jangan terlalu asyik sendiri-sendiri, kemudian mengabaikan rencana tersebut meskipun sudah memakai jasa wedding organizer (WO).

Mengurusi pesta pernikahan sebaiknya mulai dicicil jauh-jauh hari, termasuk yang printilan seperti kue pernikahan, dan sebagainya. Hindari mengurus ini itu untuk pesta pernikahan dengan waktu yang mepet, apalagi di beberapa hari atau detik-detik terakhir menjelang pernikahan.

4. Mengabaikan pernak-pernik untuk pesta pernikahan

Pernikahan
Mengabaikan Pernak Pernik Pesta Pernikahan

Pemasangan aksesori atau pernak-pernik pernikahan sebenarnya cuma optional saja, tidak wajib. Namun, acara pernikahan kurang meriah jika tidak dilengkapi dengan pernak-pernik pernikahan, seperti lilin, bunga, balon, foto-foto prewedding, atau kembang api.

Pernak-pernik yang dipasang tidak perlu terlalu mewah asalkan sesuai dengan konsep pernikahan. Hindari pernak-pernik dengan corak yang terlalu terang agar terhindar dari kesan norak. Jika menggunakan WO, percayakan pada pihak WO untuk memilih warna dan mengatur tata letak pernak-pernik untuk mendapatkan hasil dekorasi yang maksimal.

Baca Juga: Biaya Pernikahan di Jakarta Mahal? Ini Cara menghematnya

5. Perubahan waktu yang bersifat dadakan

Pesta pernikahan diundur karena hal-hal yang tidak diinginkan? Boleh saja asalkan perubahan jadwal diberitahukan secepat mungkin untuk menghindari kekecewaan para tamu. Jangan sampai tamu sudah datang sesuai undangan, tapi ternyata acara tersebut diundur tanpa pemberitahuan. Pastikan kamu memiliki kontak para tamu sehingga dapat menggunakan sistem broadcast untuk menyampaikan informasi perubahan waktu pesta pernikahanmu.

6. Mengabaikan kualitas dan waktu tidur

Perasaan gugup, banyak pikiran menjelang hari pernikahan pasti akan dirasakan setiap pasangan yang akan menikah. Hal itu bisa membuat kamu terjaga sepanjang malam, karena terus memikirkan hari bahagia tersebut. Kalau terus-terusan begadang, kamu malah bisa sakit dan bikin semuanya berantakan.

Walaupun mengurus pesta pernikahan menyita waktunya, usahakan kamu tetap tidur cukup agar tubuh tetap segar sepanjang hari. Rileks saja, tetap berusaha, dan berdoa agar acara pernikahanmu berlangsung dengan baik dan lancar.

7. Tak punya opsi lain untuk pesta pernikahan

Meskipun konsep pesta pernikahan sudah dirancang sebaik mungkin, tidak menutup kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di luar kendalimu. Untuk mengantisipasi hal seperti ini, siapkan opsi lain sebelum pesta pernikahan berlangsung. Misalnya, arus listrik di gedung pernikahan terputus karena hujan deras, antisipasi dengan menyiapkan genset. Dengan demikian, acara tetap berjalan sesuai rundown tanpa menimbulkan rasa panik berlebihan.

Menabung dan Pikirkan Konsep Pernikahan Secara Detail

Membuat pesta pernikahan pasti membutuhkan bujet puluhan sampai ratusan juta rupiah. Kamu bisa mengumpulkan dana dengan cara menabung. Bikin tabungan khusus, lalu sisihkan uang dari gaji bulanan untuk biaya pernikahan. Sambil jalan, kamu dan pasangan dapat menyusun konsep pernikahan secara detail. Persiapan yang rinci dan matang akan membantumu untuk mewujudkan pesta pernikahan impian dengan tenang. All the best for your wedding.

Baca Juga: Sewa Gedung Pernikahan Mahal? Coba Di 4 Lokasi Ini