Covid-19 Menyebar di 30 Provinsi, Catat Daerah Ini Terapkan Local Lockdown

Penyebaran Covid-19 di Indonesia melesat cepat. Sejak awal pertama kali dilaporkannya kasus positif virus corona pada 2 Maret 2020, kenaikan jumlah kasus positif terus bertambah setiap harinya. Bahkan, update terkini kasus covid19 sudah meluas hingga 30 provinsi.

Dari total 34 provinsi, sudah 30 daerah di Indonesia dikonfirmasi terjangkit virus corona. Artinya, virus yang asal pertama kali ditemukan dari kota Wuhan, China ini sudah berhasil menjangkit 90% seluruh wilayah Indonesia.

Data terkini per 30 Maret 2020, juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Achmad Yurianto mengumumkan sebanyak 1414 orang positif Covid-19. Rincian 1217 orang dengan status sedang dalam perawatan, 75 berhasil sembuh dan 122 dinyatakan sudah meninggal.

Selama masa virus outbreak, terungkap data dari website https://www.covid19.go.id/ menyebutkan Ibukota Jakarta memegang posisi tertinggi sebagai wilayah dengan kasus covid-19 tertinggi. Namun, kini penyebaran virus corona sudah di berbagai daerah sehingga membuat masing-masing pemerintah provinsi daerah pun menerapkan lokal lockdown. 

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Apa Itu Local Lockdown atau Karantina Wilayah?

Lockdown adalah protokol darurat yang biasanya mencegah orang atau informasi meninggalkan suatu area. Lockdown digunakan untuk melindungi orang di dalam fasilitas (di dalam gedung, rumah, kamar) atau, dari ancaman atau peristiwa berbahaya lainnya.

Lockdown juga bisa berarti bahwa orang harus tetap didalam di tempat mereka tinggal dan tidak boleh masuk atau keluar dari rumah.

Penerapan lockdown dibeberapa daerah di Indonesia saat ini bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19. Dengan mewajibkan warga didaerah tersebut tidak sembarangan keluar area atau rumah mereka diharap dapat mempercepat penyelesaian penanganan kasus virus corona di Indonesia.

Berikut informasi dari berbagai sumber mengenai daerah-daerah yang sudah menerapkan lokal lockdown:

1. Tegal

tegal

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono memutuskan untuk memberlakukan local lockdown dengan menutup akses masuk ke Tegal selama empat bulan menyusul salah seorang warganya positif terinfeksi virus Corona.

Beberapa akses masuk ke kota Tegal akan ditutup menggunakan water barrier. Namun, jalan provinsi dan jalan nasional masih akan dibuka. Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin, 30 Maret 2020

Dedy juga mengatakan untuk warga agar bisa memahami mengenai kebijakan yang diambil tersebut dan meminta kepada warganya yang tengah merantau untuk tidak mudik ke kampung halaman dulu selama lebaran tahun ini.

Dilansir dari cnnindonesia.com, untuk menghadapi lockdown Pemerintah Kota Tegal telah menyiapkan anggaran kebencanaan sebesar Rp2 Miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk didistribusikan kepada warga miskin yang terdampak.

2. Tasikmalaya

tasikmalaya

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengambil langkah penutupan wilayahnya atau local lockdown begitu muncul lima kasus positif virus corona di daerahnya. Pemberlakuan local lockdown tersebut akan dimulai pada Selasa, 31 Maret 2020.

Keputusan lockdown ini diambil setelah terdapat lima orang sudah dinyatakan positif corona di Kota Tasikmalaya. Keputusan ini termasuk melarang seluruh angkutan umum atau transportasi lain dari luar daerah akan dilarang memasuki kawasan kota Tasikmalaya.

Budi juga mengatakan, pihaknya akan membentuk pos-pos penjagaan di setiap akses masuk ke dalam kota. Pos-pos itu nantinya akan diisi oleh tim gabungan dari TNI, Polri, serta aparatur pemerintah daerah.

Jika terdapat warga yang ingin masuk tanpa alasan jelas, tim gabungan itu akan memintanya untuk berputar arah dan melarangnya masuk.

Baca Juga:  Darurat Corona, Bayar Listrik PLN Dihitung dari Pemakaian 3 Bulan Terakhir

3. Papua

papua

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan akses orang dan penumpang dari laut dan udara ditutup sementara untuk menekan penyebaran Virus Corona. Hal itu dikecualikan bagi angkutan barang dan bahan makanan.

Papua telah menutup pintu masuk utamanya, yaitu Bandara Sentani dimulai dari Kamis, 26 Maret 2020 hingga 9 April 2020 mendatang.

Selain itu, Status Siaga Darurat sudah ditetapkan di Papua mulai 17 Maret hingga 17 April 2020. Kebijakan itu menyusul warga Papua yang terinfeksi Covid-19 per Kamis, 26 Maret 2020 mencapai 7 orang.

Penutupan pintu masuk utama ke tanah Papua adalah langkah awal yang penting sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona yang mulai menjangkiti wilayah Papua.

Atas keputusan ini pemerintah daerha Papua meminta seluruh masyarakat untuk mematuhi imbauan pembatasan sosial yang tengah dilakukan pemerintah.

4. Maluku

maluku

Gubernur Maluku Murad Ismail menyatakan akan menutup jalur penerbangan dan pelayaran selama 14 hari. Kebijakan tersebut tertuang di dalam surat keputusan Gubernur nomor 148 tahun 2020 tentang Penetapan Status Darurat Bencana Non Alam Virus Corona (Covid-19).

Status tersebut ditetapkan sejak Minggu, 22 Maret setelah ada warga asal Bekasi, Jawa Barat, menjadi pasien positif Corona pertama di Maluku.

Murad mengatakan, penutupan sementara jalur transportasi laut dan udara tak mengganggu perekonomian di Maluku. Selain itu, stok kebutuhan pokok selama lima bulan ke depan atau selama masa karantina dikatakan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga di tengah wabah virus corona.

Baca Juga: Jokowi Ringankan Cicilan Motor dan KPR Subsidi Demi Usir Dampak Corona

5. Solo

solo

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menerapkan semi-lockdown dengan mendeklarasikan status Covid-19 di di kampung halaman Jokowi ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) berdasarkan hasil rapat koordinasi pada Jumat, 13 Maret 2020.

Berdasarkan rapat koordinasite tersebut, FX Hadi Rudyatmo memutuskan untuk menerapkan karantina wilayah sebagian.

Keputusan ini diterapkan setelah ada satu pasien positif terpapar COVID-19 yang meninggal dunia di RSUD dr. Moewardi pada Rabu, 11 Maret 2020.

Keputusan semi lockdown tersebut mulai dari meliburkan sekolah selama 14 hari dan menunda acara yang melibatkan banyak orang, membatalkan acara car free day, hingga menutup tempat wisata. Kebijakan ini dikatakannya bisa diperpanjang, menyesuaikan dengan kondisi dan perkembangan situasi di Kota Solo.

6. Bali

bali

Mengikuti kasus Covid-19 yang sudah sampai ke Bali, pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan surat imbauan kepada warganya untuk menetap di rumah masing-masing selama sehari setelah perayaan Hari Raya Nyepi.

Dalam surat bernomor 45/satgascovid19/iii/2020 bertanggal 23 Maret 2020, yang dikeluarkan dengan mempertimbangkan kasus penularan corona yang semakin meningkat di Pulau Dewata. I Wayan Koster selaku Gubernur Bali memutuskan untuk melakukan karantina wilayah.

Karantina di Bali dilakukan dengan cara pemblokiran jalur akses ke beberapa kota tetangga, seperti Denpasar.

7. Provinsi Sumatera Barat

ppadang

Menyusul terkonfirmasinya 8 pasien positif corona Covid-19 di Sumatera Barat, pemerintah setempat mengambil kebijakan memperketat arus masuk di seluruh perbatasan provinsi setempat.

Dilansir dari liputan6.com, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan kebijakan itu disebut pembatasan selektif, yakni membatasi akses bagi masyarakat yang sedang tidak sehat atau terindikasi terjangkit virus corona untuk masuk ke daerah itu.

Mengikuti kebijakan pembatasan selektif itu, tim medis, satpol PP, bersama TNI Polri akan melakukan pengecekan pada delapan pintu perbatasan Sumbar.

Jadi, jika ada warga yang hendak masuk ke Sumbar kemudian terindikasi demam akan dilakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat dan dipertimbangkan akan melakukan karantina selama dua minggu.

Walaupun masih harus menunggu pemerintah pusat untuk melakukan lockdown di provinsi Sumatera Barat. Namun, pemerintah daerah Sumatera Barat sudah mulai membangun 8 titik lokasi karantina yaitu:

  • Kabupaten Pasaman,
  • Pasaman Barat (Pasbar),
  • Dharmasraya,
  • Pesisir Selatan (Pessel),
  • Sijunjung,
  • Limapuluh Kota
  • Solok Selatan (Solsel)
  • Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar.

Lakukan Persiapan Ini Sebelum Lockdown

Tak perlu panik jika tiba-tiba ada lockdown di daerahmu. Jika wilayah yang kamu tinggali belum menerapkan aturan karantina wilayah secara resmi, persiapkan dengan tenang seperti membeli kebutuhan pokok makanan dan keperluan pribadi secukupnya agar tidak bingung jika suatu saat daerahmu memberlakukan lockdown tiba-tiba.

Ingat ya, tidak usah berlebihan atau menimbun barang. Beli saja keperluan sehari-hari yang penting seperti gas, bumbu dapur dan mie instan, beras, frozen food, peralatan mandi seperti sabun, pasta gigi.

Pastikan kebutuhan pokok makanan dan hidupmu cukup untuk satu minggu. Sediakan juga snack atau camilan ringan secukupnya agar tidak bosan dirumah, stok buah-buahan dan sayuran juga agar tetap sehat selama ada lockdown.

Tapi yang paling penting ialah jaga kebersihan, rajin cuci tangan dengan sabun dan usahakan rutin berjemur, setidaknya 10-15 menit setiap pagi di jam 9 pagi – 11 pagi untuk mendapatkan asupan vitamin D guna meningkatkan imun tubuh. Jangan lupa di rumah aja ya, kerja di rumah dan beribadah di rumah semoga penularan virus covid19 bisa dihentikan. Amin.

Baca  Juga: Batal Mudik karena Corona Tiket Kereta Api Bisa Refund 100%, Ini Caranya